18 May 2010

TURKIY


Dunia Arab memiliki pandangan yang makin positif terhadap negara Turki, sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim. Hal ini terungkap dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Turkish Economic and Social Studies Foundation (TESEV) pada bulan Juli lalu.

Survei dilakukan lewat telepon terhadap responden di negara Mesir, Yordania, Palestina, Lebanon, Arab Saudi dan Suriah, serta wawancara tatap muka di negara Irak, dengan jumlah responden lebih dari 2.000 orang. Dari hasil survei, 75 persen responden menilai Turki sebagai contoh negara Islam yang baik, setelah Arab Saudi. Mayoritas responden yang memiliki pandangan yang positif atau sangat positif terhadap Turki, berasal dari dari negara Suriah, wilayah Palestina dan Yordania.

"Di wilayah teritorial Palestina, Turki menjadi negara yang paling diperhitungkan, begitu pula pandangan responden di Suriah, memandang Turki sebagai negara muslim yang penting setelah negara Suriah sendiri," kata Meliha Altunışık, kepala departemen hubungan internasional di Universitas Teknik Timur Tengah (ODTU).

Altunışık juga mencatat, hasil survei menunjukkan bahwa publik dari tujuh negara itu memandang Turki sebagai negara yang memegang peran utama dan opininya didengar serta cukup berpengaruh di dunia internasional.

"Juga terlihat dukungan yang jelas bagi peran Turki sebagai pihak ketiga (mediator) dan dukungan agar Turki memainkan peran yang lebih besar di dunia Arab. Dukungan terbesar pada Turki datang dari publik di negara Suriah, Palestina dan Lebanon," papar Altunışık.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa responden melihat negara Turki sebagai contoh negara yang sukses dalam memadukan Islam dengan demokrasi dan oleh sebab itu mereka menilai Turki sebagai "negara model" bagi dunia Arab. "Nampaknya, pandangan itu akan menjadi dukungan yang luas bagi Turki untuk menjadi anggota Uni Eropa," kata Altunışık dalam laporan berbeda berjudul "Turkey: Arab Perspectives."

Salah seorang pelaksana survei, Mensur Akgün mengatakan bahwa mereka akan melakukan survei yang sama untuk kedua kalinya dengan mengikutsertakan responden dari negara Iran. Survei pertama dilakukan setelah berbagai peristiwa yang membuat Turki makin menonjol di kancah hubungan internasional. Misalnya saja peristiwa di pertemuan tingkat tinggi di Davos, dimana Perdana Menteri Turki Recep Tayyeb Erdogan dengan berani dan secara langsung melontarkan kecaman pada Presiden Israel Shimon Peres atas agresi Israel di Jalur Gaza .

Hal lainnya yang membuat pandangan dunia Arab makin positif terhadap Turki, menurut Altunışık, berkuasanya Partai Pembangunan dan Keadilan di Turki yang berbasis Islam pada tahun 2002, keputusan parlemen Turki tahun 2003 yang menolak kerjasama dengan AS dalam rencana agresi ke Irak, meningkatnya hubungan Turki-Uni Eropa dan respon Turki yang mengecam keras perang Israel di Jalur Gaza serta sikap Perdana Menteri Erdogan yang berani mengkritik kebijakan-kebijakan Israel di Palestina.

Meski pandangan dunia Arab makin positif terhadap Turki, Altunışık mengakui bahwa ada sebagain publik Arab yang masih mempermasalahkan sistem sekularisme yang dianut negara Turki. Kalangan liberal dan sosialis di Turki merasa tidak nyaman dengan kepemimpinan Partai Pembangunan dan Keadilan di Turki yang Islami.

No comments: