05 February 2009

KESOMBONGANNETAYAHU


Asww.
Israel sedang menjelang detik-detik pemilihan umum, tapi siapa pun yang akan memenangkan pertarungan memperebutkan kursi perdana menteri Israel, kebijakan mereka cuma satu yaitu menggulingkan Hamas.

Hal tersebut ditegaskan oleh Benjamin Netanyahu, salah seorang kandidat kuat calon perdana menteri Israel. Ia menegaskan bahwa menggulingkan Hamas adalah prioritas utamanya jika terpilih nanti. Netanyahu juga menuding Hamas sebagai proxy Iran.

"Pada akhirnya, tidak akan ada pilihan lain kecuali menyingkirkan ancaman Iran di Gaza. Tidak ada jalan keluar selain menggulingkan rezim Hamas yang merupakan wali Iran di Gaza. Mereka adalah ancaman nyata bagi kita (Israel)," tukas Netanyahu dalam konferensi keamanan tahunan Herzliya di utara Tel Aviv.

Ia melanjutkan,"Jika saya terpilih, tugas yang paling besar dan paling penting pemerintahan saya adalah meniadakan ancaman Iran dari berbagai aspek. Kita wajib menangkal ancaman itu dari semua front, termasuk memanfaatkan pemerintahan AS untuk menghentikan ancaman itu."

Netanyahu, 59, pernah menjabat sebagai perdana menteri Israel dan kini menjadi ketua Partai Likud. Partai Likud dipekirakan akan memenangkan pemilu dan meraih mayoritas kursi di parlemen Israel seiring dengan makin menurunnya citra Partai Kadima yang menjadi saingan berat Likud dalam pemilu mendatang.

Selain mengancam akan menumbangkan Hamas, Netanyahu menganggap enteng kekuatan rakyat Palestina yang disebutnya terpecah belah.

"Rakyat Palestina mengalami perpecahan yang dalam ... mereka tidak cukup kuat untuk menerima konsesi yang paling minimal sekalipun untuk mencapai kesepakatan damai dan tidak cukup kuat untuk menghadapi teror," kata Netanyahu.

"Realitasnya sangat jelas, wilayah-wilayah yang dulu kita duduki akan diambil alih oleh Iran," kata Netanyahu merujuk pada penarikan mundur Israel dari Gaza tahun 2005. Netanyahu adalah tokoh Israel yang menentang penarikan mundur itu dan menolak berdamai dengan Palestina.

Netanyahu juga bersumpah, jika terpilih sebagai perdana menteri, ia akan menyatukan seluruh kekuatan di Israel dan semua kelompok pendukung Zionis untuk menghadapi ancaman Iran, Hizbullah dan Hamas.

No comments: