14 May 2009

PKS


PKS, Diantara Sikap Pilihan SBY
Mestinya, PKS sudah lebih dari cukup untuk dapat memahami, bagaimana karakter, perilaku politik, arah, orientasi, dan dasar pandangan ideologi Presiden SBY. Waktu lima tahun sudah cukup. Sebagai mitra koalisinya. Untuk memahami semua aspek kebijakan, yang diwujudkan dalam pemerintahannya, selama kurun waktu yang ada, dan semuanya itu menjadi cerminan pribadi Presiden SBY, secara utuh. Semuanya, tentu sudah dapat dibaca dan disimpulkan, tanpa banyak membuang waktu, yang mengakibatkan munculnya destruksi atau damage terhadap PKS.

Kalau sekarang yang menjadi persoalan PKS, karena pilihan tokoh yang menjadi cawapres, dan SBY memilih Budiono, dan itulah pilihan yang sebenarnya Presiden SBY. Setidaknya, yang dimaksud sesuai dengan salah satu kriteria, cawapres, yang dibuat Presiden SBY, diantaranya adalah faktor ‘chemistry’, tak lain, tokoh Budiono itu, secara karakter, perilaku politik, arah, orientasi, serta pandangan ideologinya sama dengan Presiden SBY.

Disisi lain, posisi Budiono, seorang ekonom, yang pernah menjabat menjadi Menkeu di era Mega, dan menjadi Menko Ekuin, serta Gubernur BI, di era SBY, serta relasinya dengan World Bank, IMF, serta lobby Washington, yang pengaruhnya terhadap Indonesia sangat kuat, ditambah lagi dengan posisi Indonesia yang masih mempunyai utang luar negeri, yang jumlahnya hampir mencapai lebih 2000 trilyun, dan ditambah krisis global, yang ada sekarang ini, dan belum menampakkan kapan bakal berakhir, dan lebih-lebih kepentingan masa depan Partai Demokrat, maka seperti yang dikatakan oleh Ahmad Mubarok, Ketua Partai Demokrat, tidak mungkin SBY memilih cawapresnya dari partai politik mitra koalisinya.

Budiono adalah bagian representasi dari bangunan yang sudah lama, tertanam di Indonesia, sejak awal Orde Baru, di mana Indonesia masuk ke dalam sistem kapitalisme global, dan ada yang disebut kelompok ‘Mafia Berkely’, sejak zamannya Widjojo Nitisastro, yang menjadi generasi pertama, dan menjadi arsitek ekonomi Indonesia. Bersama kelompoknya, mereka akan terus dipertahankan oleh siapa saja yang bekuasa, khususnya untuk menjaga konsistensi hubungan Indonesia dengan lembaga-lembaga multilateral dan lobbi Washington.

Sekarang generasi berikutnya, yang akan menjadi ‘nakhoda’ dibidang ekuin, yaitu Sri Mulyani, dan pernah berkarir di perwakilan IMF, di kawasan Asia. Menjadi sangat pararel, di mana saat Budiono menjadi wakil presiden, dan yang menangani dibidang ‘ekuin’ tetap orang-orang yang menjadi kepercayaan dari kelompok ‘Berkely’ ini, sehingga konsistensi kebijakan ekonomi yang lebih pro-Barat, tetap terjaga.

Betapapun, Indonesia tetap mempunyai nilai strategis, dilhat dari segi geopolitik, bukan hanya letak geographisnya, tapi Indonesia memiliki sumber alam, yang luar biasa melimpah, dan asset yang besar, dan jumlah penduduknya, nomor empat di dunia, tetap penting di mata dunia. Inilah sedikit latar belakang SBY memilih Budiono menjadi wakil presiden yang akan dideklarasikan 15 Mei mendatang.

Persoalannya, mengapa PKS dengan sangat mudah, kesannya dapat digalang, melalui ‘orang-orang’nya SBY, saat sebelum pemilu berlangsung? Apa sebenarnya yang ditawarkan oleh Hatta Rajasa, orang yang mendapat tugas khusus melakukan missi pendekatan kepada PKS dan partai-partai Islam itu? Sehingga, mereka berbondong-bondong masuk ke kubu ‘Cikeas’, di mana saat itu, SBY dalam kondisi krisis, karena menghadapi raksasa ‘PDIP’ dan ‘Golkar’, dan keduanya menjadi ‘musuh’ SBY, dan momentumnya, terjadi perpecahan antara SBY dengan JK?

Ketika Presiden SBY menghadapi krisis, terutama sebelum menghadapi pemilu, berhasil menggalang partai-partai Islam, termasuk PKS yang lebih dahulu masuk ke dalam mitra koalisi. Disini ada faktor : ‘Hatta Rajasa’, yang melaksanakan missi dari Presiden SBY, yang secara persuasive dapat mempengaruhi elite PKS, dan mungkin sampai disini, Hatta Rajasa melepaskan ‘balon’, mungkin rekaan, dan menjadi ‘umpan’ terhadap PKS dan partai-partai Islam lainnya, bahwa dirinya menjadi ‘putera mahkota’ (cawapres), agar mereka masuk ke ‘bubunya’ Presiden SBY.

PKS dan partai-partai Islamnya, percaya bahwa Hatta Rajasa akan menjadi ‘wapres’, dan mereka mengharapkan dengan posisi Hatta itu, partai-partai Islam yang menjadi mitra koalisi, mempunyai akses politik, melalui jalur Hatta Rajasa. Hitung-hitungan yang sifatnya pragmatis itu, yang mungkin menjadi pegangan mereka, dan mendasari pilihan koalisi itu. Dan, tentu informasi dari Hatta itu, menjadi pegangan mereka. Bahkan, tokoh seperti Amin Rais pun, menghadap SBY, karena hanya mengandalkan informasi dari Hatta Rajasa.

Pemilu sudah usai, dan posisi Demokrat sudah kokoh, serta mendapatkan dukungan suara, yang cukup 20.85 persen. SBY, bebas menentukan pilihannya, dan pilihan itu jatuh kepada Budiono,seorang ekonom, yang diyakini mampu mendampinginya, dan membantu memberikan arah kebijakan dibidang ekonomi, guna mengatasi krisis ekonomi. Missi Hatta Rajasa, sudah usai, dan momentumnya, hanya tinggal deklarasi yang akan digelar di Bandung.

SBY dan Budiono, kuasi dari militer-sipil, yang sama-sama memiliki pandangan yang sama, pro-Barat, dan keduanya Islam ‘abangan’, yang cenderung sekuler. Inilah yang mungkin dapat diterima oleh fihak Barat, yang memiliki kepentingan di Indonesia, yang merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dan inilah yang disebut dalam terminologi mereka sebagai Islam ‘moderat’ oleh Barat.

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh PKS, menghadapi situasi politik yang ada ini, memilih tetap melakukan koalisi dengan Demokrat, membentuk poros koalisi sendiri dengan partai-partai Islam, bergabung dengan Golkar dan Hanura, mendukung pasangan JK/Warinto, atau pilihan terakhir, fokus di parlemen, disertai terus melakukan control terhadap pemerintahan yang ada, dan melakukan ‘hisbah’ (amar ma’ruf nahi munkar), sehingga tetap terjaga citra PKS, sebagai partai yang mengadepankan citra bersih, peduli dan professional.

Pilihan terakhir yang paling mungkin , yaitu fokus di parlemen, dan terus melakukan kapitalisasi potensi dan kekuatan, dan membangun sumber daya manusia (SDM), khususnya untuk menghadapi masa depan, yang penuh dengan tantangan, dan membangun infrastuktur bagi perjuangan dan menegakkan da’wah.

Ini pilihan yang paling sedikit efek ‘damage’nya, dibandingkan harus terus disibukkan dengan koalisi, dan memburu kekuasaan, yang sebenarnya, PKS masih perlu adanya persiapan yang sangat dibutuhkan sebagai sebuah partai politik, yang tujuannya ingin mengelola kekuaasan negara. Biarkan rakyat memilih di pilpres di bulan Juli nanti, sesuai dengan hati nurani mereka. Wallahu ‘alam.

PKS

13 May 2009

TheLove


The Love Was Not Enough
As salamu `alaykum...
First let me make a confession. I'm in my early thirties, and I am living in the West. Till my late twenties, I was involved in all sort of haram like drinking and zina (fornication). My parents were angry with me all the time. I was also the envious kind that would see something, want it for myself, and did not wish good for others. My life was messed up totally. I barely made it out of college, and then I lost my job. I did not care that much, I was always blaming Allah for my mistakes. I always hanged out with the wrong crowd who could afford to do 'stuff' - haram of course, that I was not able to do -- which made me more envious.

One day when I got to my late twenties, I started to think what if I died that day, so I started praying. My life turned around and I stopped doing the haram. It was great at the beginning... I loved every minute of it, and I loved praying. I got a good job, and my parents were happy with me. I mean life was great. But I did not read or attend any lectures about religion to know what am I suppose to do now. I mean I was reading the Quran but did not understand it. I thought that religion is just praying five times and stay away from major sins, like zina and drinking. I also thought that you can go do whatever, and then do tawbah (repent), and everything would be good.

The shaytan started with me through kufr and the existence of Allah. I thought about it for a while, then I ignored it, and it went away. Then he started to get to me through zina. I started remembering the past. I tried to fight it, but he kept reminding me about all the haram I missed out on, which I could do now that I have money. I tried to fight it, and I did not go back to zina, but I kept thinking about it. I started doing other kinds of haram like chatting with girls on the Net, and hanging out with old friends, going to haram places, thinking that I could have a little fun as long as I'm not doing the major sin itself. I also delayed my marriage.

A couple of years into that, I was depressed again, I started messing up at work again, started missing out prayers, it was so bad that I even began to wish for my old life back so I could make up for what I did not have the chance to do, haram of course. I even started blaming Allah again, and thinking ill of Him again for my mistakes even though He is the one who helped me out. I was totally blind. I also started to get demanding. I wanted this and that, and I should get it because I started praying...and I got it. Allah has granted me all my demands. I was not grateful for the things He gave me nor had I patience in the bad times, and I complained on top of that. Then I got into a little trouble, not that bad. I still did not know why this was happening to me. Then I started to realize my attitude towards Allah was totally wrong. So I tried to fix my prayers again, and concentrate on them. Life got a little better. I started doing my job a little better. I spent another two years like this. I not saying that I did not do anything sinful, but things got a little better.

So getting married... She is a good Muslim woman, but the problem was I was still not happy. I believe that I put too many demands on the girl I wanted to marry. And I still did not get the point.

A few months back I started reading about Islam on the Net and going to lectures. Let me tell you something "WHAT WAS I THINKING!!!!!!!!!!". I was a total hypocrite and a kafir (non-believer). Yes I started right, and thanked Allah at that time for showing me the way, but then I messed up, and I rejected faith after excepting it. Every sign of hypocrisy or kufr (disbelief) that Islam describes I lived it.

I started to change my way of thinking. I'm trying to read more about Islam. I'm trying to get rid of my diseases of the heart. I've gotten a little better, but I have too much work to do. I'm not saying I don't sin, we all do.

Now that I made my confession of hypocrisy, going back to kufr after iman (faith), and suffering from the diseases of the heart, I need your help. I will be honest with you. I like my old life of sins. I will not deny it, but at the same time I know now that I should not because it has a punishment in this life and the Hereafter. The idea of hypocrisy is haunting me day and night - I read about it on the Net all the time. Sometimes I feel that this is all useless, and Allah will not forgive me for my past life, and that I should just go back to my old life and enjoy it; or maybe I'm just trying to find an excuse to go back...I don't know.

I don't feel that love for Allah that I felt when I started praying, and I know it's all my fault. I'm being tortured between two worlds inside of me and it's killing me, going back to haram and enjoy my life or stay on this path and keep struggling on the inside. I can't enjoy my prayers like before, and at the same time I'm afraid to go back to my old ways. I'm in the middle...this not good. I keep reading about the deceivers, and how Allah might not forgive them. It's troubling me. I'm trying to improve, but I have a weak faith. I just want to know what am I... A hypocrite, a kafir.....? Is there any hope for me or I'm just fooling myself?

This whole situation is confusing me. What should I do to increase my faith and get out of this mess. I'm just suffering from this evil inside of me that is eating me alive. And honestly sometimes I think that I just should give up, go back and hope Allah will forgive me. I apologize for the long story.. But it is something that I had to get off my chest. Also, do you offer any phone counseling?

Jazakum Allah Khayrun...

12 May 2009

Obama


Asww.
Kunjungan Obama Ke Mesir Sia-Sia
Kunjungan presiden AS, Barack Obama ke Mesir, dinilai oleh Ikhwan sebagai suatu yang sia-sia belaka. Menurut Ikhwan, kedatangan obama hanya sekadar menunjukan kekuatan dan kebijakannya terhadap negara-negara Islam di Arab.

Gedung Putih pada Jumat kemarin mengumumkan bahwa Obama akan mengunjungi Mesir pada 4 Juni mendatang. Mohammed Habib, deputi mursyid aam, mengatakan ia ragu akan niat Obama sebenarnya. "Jika tidak ada perubahan dalam sikap dan kebijakan AS terhadap dunia selama ini, kunjungan itu sia-saia saja." ujar Habib. "AS berusaha merekrut semua negara Arab untuk menguatkan agenda mereka membantu entitas Zionis."

Dalam beberapa tahun belakangan ini, Mesir telah menangkap anggota Ikhwan, memenjarakannya dan melarang Ikhwan dalah aktivitas politik. Walaupun Ikhwan dilarang di Mesir, kader Ikhwan tetap bergerak di rumah sakit, sekolah dan kampus, dan kegiatan sosial lainya dan telah begitu menyatu dengan 76 juta jiwa rakyat Mesir. Ikhwan juga punya ikatan yang erat dengan Hamas.

Salah satu yang menjadi alasan Ikhwan menolak Obama adalah karena AS tidak mengakui Hamas. Obama sendiri memilih Mesir sebagai negara Arab pertama dalam kunjungannya karena Mesir dianggap sebagai perwakilan jantung dunia Arab.

Kebalikan dengan penolakan Ikhwan, pemerintah dan media Mesir menyambut heboh keputusan dan kunjungan Obama ini. Gambar Obama dan Hosni Mubarak, presiden Mesir, dipampang di harian Al-Gombhoria. Editorial harian ini mengatakan bahwa pilihan Obama memilih Mesir sebagai langkah baru dalam membina hubungan antara AS dan bangsa Muslim-Arab.

11 May 2009

Renungan


Asww.
Meski sudah 20 tahun berselang, Amalia Rehman, tidak bisa melupakan peristiwa
bersejarah yang telah mengubah jalan hidupnya. Peristiwa ketika ia memutuskan mengucap dua kalimat syahadat dan menjadi seorang Muslim.

Amalia lahir dari keluarga Yahudi, ibunya seorang Yahudi Amerika dan ayahnya seorang Yahudi Israel. Ayah Amalia, Abraham Zadok bekerja sebagai tentara pada masa-masa pembentukan negara Israel tahun 1948. Kedua orang tuanya termasuk Yahudi yang taat, tapi menerapkan sistem pendidikan yang lebih moderat pada Amalia dan kedua saudara lelakinya. Amalia dan keluarganya pergi ke sinagog hanya jika ada perayaan besar agama Yahudi.

Sejak kecil Amalia dikenal sebagai anak yang cerdas dan ambisius. Pada usia 13 tahun, Amalia mulai merasa ingin menjadi orang yang lebih relijius. Karena ia menganut agama Yahudi, maka Amalia berniat memperdalam ajaran agama Yahudi. Tapi, setelah mempelajari Yudaisme, Amalia merasa belum menemukan apa yang dicarinya. Ia lalu ikut kursus bahasa Ibrani, itupun tak membantunya untuk menemukan hubungan relijiusitas agama yang dianutnya.

Kemudian, sambil kuliah di bidang psikologi di Universitas Chicago, Amalia mengambil kursus Talmud. Amalia menyebut masa itu sebagai masa yang paling membahagiakannya, karena ia melihat titik terang dari apa yang dicarinya selama ini soal agama Yahudi yang dianut nenek moyangnya. Meski akhirnya, ia menyadari bahwa agama Yahudi ternyata tidak memakai kitab Taurat. Para pemeluk agama Yahudi, kata Amalia, tidak mengikuti perintah Tuhan tapi hanya mengikuti apa kata para rabbinya.

"Semua berdasarkan pada siapa yang menurut Anda benar, sangat ambigu. Agama Yahudi bukan agama sejati, bukan agama kebenaran," ujar Amalia.

Amalia mulai mengenal agama Islam ketika ia pindah ke California untuk berkumpul bersama keluarganya. Di kota itu, Amalia berkenalan dan berteman dengan orang-orang Arab yang sering berbelanja di toko orangtuanya yang berjualan kacang dan buah-buahan yang dikeringkan di pasar petani San Jose.

"Saya tumbuh sebagai orang Yahudi dan didikan Yahudi membuat saya memandang rendah orang-orang Arab," kata Amalia.

Meski Amalia memiliki prasangka buruk terhadap orang-orang Arab, Amalia mengakui kebaikan orang-orang Arab yang ia jumpai di toko ayahnya. Ia bahkan berteman akrab dengan mereka. "Satu hal yang menjadi perhatian saya tentang orang-orang ini, mereka selalu bersikap baik satu sama lain dan saya merasakan betapa inginnya saya merasakan seperti mereka, sebagian hati saya ingin memiliki perasaan yang indah itu," imbuhnya.

Suatu sore, saat Amalia dan teman-teman Arabnya menonton berita di televisi yang membuatnya bertanya-tanya tentang hari kiamat yang tidak pernah ia kenal dalam agama Yahudi. Pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepalanya tentang Islam ketika itu, bagi Amalia adalah cara Tuhan untuk mendekatkan diri pada Islam.

"Allah mendekati manusia dengan cara pendekatan yang manusia butuhkan. Allah mendekati saya dengan cara yang saya butuhkan, dengan menimbulkan rasa keingintahuan saya, rasa lapar terhadap ilmu, rahasia kehidupan, kematian dan makna kehidupan," ujar Amalia.

Hingga suatu hari, Amalia mengatakan pada teman-teman Arabnya bahwa ia sedang mempertimbangkan ingin menjadi seorang Muslim. Pernyataan Amalia tentu saja mendapat dukungan dari teman-teman Arabnya, tapi tidak dari kedua orangtuanya.

Sampai Amalia benar-benar mengucapkan dua kalimat syahadat, kemudian menikah dengan salah seorang pria Arab dan memiliki seorang puteri bernama Ilana, teman-teman Yahudi dan orangtua Amalia masih belum menerima keislaman Amalia. Kedua orang tua Amalia bahkan memanggil suaminya dengan sebutan rasis "Si Arab". Ibu Amalia sampai akhir hayatnya bahkan tidak mau berkomunikasi lagi dengan puterinya.

"Saya tidak suka Muslim, mereka komunitas kelas bawah. Mereka melempari orang-orang Israel dengan batu, membunuh orang-orang Yahudi, saya tidak percaya pada mereka. Ibu Amalia memandang suami Amalia yang Arab adalah musuh. Ibu Amalia sangat zionistis dan sangat membenci Islam," tukas Abraham, ayah Amalia.

Itulah masa-masa terberat Amalia setelah menjadi seorang mualaf, tapi ia tidak pernah menceritakan kesulitannya pada suaminya. Seorang teman dekat Amalia, Emma Baron mengatakan bahwa sahabatnya itu pandai menyembunyikan perasaannya dan kesedihannya, termasuk ketika Amalia berpisah dengan suaminya.

Harapan kembali tumbuh di hati Amalia saat ia bertemu dengan seorang Muslim asal Pakistan bernama Habib. Pernikahannya dengan Habib hanya membawa sedikit perubahan bagi hubungan Amalia dengan keluarganya. Hubungan mereka mulai membaik tapi ayah dan kedua saudara lelaki Amalia tetap memandang Muslim bukanglah orang yang beragama, pengkhianat, anti-Yahudi dan anti-Israel.

"Saya sudah berusaha bersikap baik pada mereka, tapi saya gagal. Mereka mungkin lebih senang melihat saya jadi biarawati ketimbang menjadi seorang Muslim," keluh Amalia.

Tapi hati Amalia sedikit terhibur, karena ibu tirinya Annete bisa menerimanya. Annete sendiri awalnya seorang Kristiani yang kemudian pindah ke agama Yahudi saat menikah dengan ayahnya, sepeninggal ibu kandungnya. Annete memuji Amalia sebagai orang bersikap dewasa dan teguh pada keyakinannya meski kerap mendengar komentar-komentar pedas dari ayahnya.

Amalia yang kini berusia 43 tahun mengakui mengalami pasang surut dalam kehidupannya sebagai seorang mualaf. Tapi ia mengakui menemui ketenangan jiwa dalam Islam. "Saya sudah menemukan kebenaran itu," tandas Amalia yang sekarang hidup bahagia dengan suaminya Habib dan empat anak-anaknya

08 May 2009

MATAMATA


Asww.
Puluhan Mata-Mata Mossad Tertangkap di Libanon
Aparat keamanan Libanon mengklaim menangkap dua orang lagi yang dicurigai sebagai agen mata-mata yang bekerja untuk lembaga intelejen Israel, Mossad. Kedua orang yang ditangkap itu adalah dua bersaudara berinisial "H" dan "M" Shehab.

Menyusul penangkapan itu, aparat berwenang Libanon menggeledah rumah kedua bersaudara itu di kota Ghaziyyeh untuk mencari bukti-bukti dan masih melakukan interogasi.

Dengan tertangkapnya dua bersaudara Shehab, jumlah orang yang ditangkap aparat keamanan Libanon sejak bulan Januari lalu dengan tuduhan berkolaborasi dengan agen intelejen Israel, bertambah menjadi 20 orang. Para tersangka itu akan diajukan ke pengadilan militer.

Aparat keamanan Libanon sedang gencar-gencarnya memburu orang-orang yang dicurigai menjadi agen mata-mata Mossad. Sebelumnya, mereka menangkan dua orang bersaudara Hassan dan Jaffar di kota Sultaniyyeh, Libanon Selatan dan menangkap seseorang bernama Hussein H. di kota Deir Ntar.

Laporan Al Manar menyebutkan bahwa intelejen militer Libanon juga menangkap dan menginterogasi satu orang yang dirahasiakan jati dirinya, yang diduga terlibat dalam "jaringan mata-mata Sehmerani". Haytham Sehmerani, perwira berpangkat sersan di Departemen Informasi Pasukan Keamanan Internal Libanon ditangkap seminggu yang lalu di kawasan Bourj al-Barajneh, Libanon Selatan bersama isterinya yang diduga telah mengumpulkan banyak informasi untuk keperluan mata-mata.

Sehmerani mengakui dirinya sudah bekerja untuk Israel sejak tahun 2004, lewat adik perempuannya yang pindah ke wilayah pendudukan di Palestina pada tahun 2000. Aparat intelejen menyita sebuah komputer milik Sehmerani yang diduga digunakan untuk melakukan kontak dengan agen-agen Israel. Interogasi terhadap Sehmerani sendiri difokuskan pada upaya membongkar kemungkinan kalau sudah terjadi penyusupan agen-agen Zionis Israel di tubuh Departemen Informasi Pasukan Keamanan Nasional Libanon.

Agen lokal lainnya yang ditangkap di selatan kota Nabatiyeeh bernama Mustapha Awada, 55 yang mengelola sebuah perusahaan penjualan mobil. Surat kabar Al-Akhbar melaporkan, Awada memilik peralatan canggih, termasuk alat pengintai yang digunakan untuk mendukung kegiatan mata-matanya.

Mossad merekrut agen-agen lokal untuk mengumpulkan dan memberikan informasi tentang aktivitas para pejuang-pejuang perlawanan di Libanon, termasuk tugas memata-matai kantor-kantor Hizbullah di Dahiyeh, selatan Beirut. Para agen-agen lokal itu kabarnya juga ikut memberikan informasi tentang target-target yang menjadi sasaran pemboman Israel dalam perang di Libanon tahun 2006 lalu.

07 May 2009

TalkShow


Asww.
Sebuah acara talk show di stasiun televisi berlangsung seru pasca Pemilu yang baru berlalu di Indonesia. Para pembicara berasal dari partai-partai besar peraih suara terbanyak: Anas Urbaningrum dari Partai Demokrat yang tampil sebagai pemenang pemilu, Sumarsono (Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya yang sempat shock karena tergeser ke ranking kedua), dan Tjahjo Kumolo (Ketua Fraksi PDI Perjuangan yang menempuh jalan oposisi). Narasumber keempat adalah seorang anak muda, doktor bidang teknik industry lulusan Graduate School of Knowledge Science, Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST), Mohammad Sohibul Iman, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Usai debat panas, Kumolo mendekati Iman dan berbisik: “Mas, bagaimana sikap teman-teman PKS terhadap PDIP? Posisi Hidayat Nur Wahid cukup berpengaruh di kalangan PDIP, dia menempati ranking kedua untuk mendampingi Ibu Mega.” Perbincangan intim itu tak pernah dilansir media manapun, meski publik mencatat Hidayat pernah diundang khusus dalam acara rapat kerja yang dihadiri pengurus dan kader PDIP se-Indonesia. Dua pekan setelah Pemilu, DPD PDIP Sulawesi Utara, yang berpenduduk mayoritas non-Muslim masih mengusulkan lima calon wakil presiden yang layak mendampingi Mega, yakni Sri Sultan Hamengkubuwono, Prabowo Subianto, Akbar Tanjung, Hidayat Nur Wahid dan Surya Paloh (Republika, 21/4). Itu bukti kedekatan partai nasionalis sekuler dengan Islam, lalu mengapa selepas pemilu yang aman dan lancar, tersebar rumor sistematik bahwa partai Islam radikal (PKS) menjadi ancaman keutuhan nasional Indonesia?

Partai Demokrat dan PKS sekali lagi membuat kejutan. Dalam Pemilu 2004, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina itu, hanya menempati urutan kelima dengan perolehan suara 7,5%. Sekarang mereka menempati tempat teratas dengan raihan suara lebih dari 20,6% menurut perhitungan suara sementara. Sementara PKS yang menempati ranking keenam pada Pemilu 2004 dengan suara 7,3% memang tak bertambah secara drastis, diperkirakan hanya meraih 8,2% suara, menurut tabulasi sementara Komisi Pemilihan Umum. Tapi, PKS dengan posisi keempat dalam pentas nasional menjadi Partai Islam terbesar di Indonesia. Inilah yang menjadi sumber kontroversi bagi sebagian pengamat Barat.

Bila kemenangan Partai Demokrat disambut meriah oleh media Barat, sehingga majalah Time berencana untuk memasukkan sosok SBY sebagai satu di antara 100 tokoh berpengaruh di dunia, maka kemunculan PKS dinilai negatif oleh penulis semisal Sadanand Dhume. Dalam Wall Street Journal Asia (15/4), Dhume menyatakan: “The most dramatic example of political Islam’s diminished appeal is the tepid performance of the Prosperous Justice Party (PKS), Indonesia’s version of the Muslim Brotherhood. PKS seeks to order society and the state according to the medieval precepts enshrined in shariah law.” Pandangan serupa diungkapkan Sara Webb dan Sunanda Creagh yang mengutip kekhawatiran pengusaha keturunan Cina, Sofjan Wanandi dan pengamat beraliran Muslim liberal, Muhammad Guntur Romli (Reuters, 26/4).

Wanandi, pengusaha sekaligus pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS), berkata terus terang: “The possibility that SBY will join with PKS makes us nervous. There is a lot of uncertainity around this. We don’t know if we can believe them.” Sedangkan, Romli menegaskan: “PKS have a conservative ideology but are portraying themselves as open and moderate because they are also pragmatic.” Kesangsian Wanandi dan Romli justru menimbulkan pertanyaan, karena mereka mungkin sudah membaca Falsafah Dasar Perjuangan dan Platform Kebijakan Pembangunan yang dikeluarkan PKS setahun sebelum penyelenggaraan pemilu. Buku setebal 650 halaman itu menjelaskan segala langkah yang sudah, sedang dan akan dilakukan PKS untuk mewujudkan masyarakat madani yang maju dan sejahtera di Indonesia. Tak ada sedikitpun disebut ide Negara teokratis atau diskriminasi terhadap kaum minoritas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyediakan waktu khusus untuk menyimak platform PKS setebal 4,5 centimeter itu dan berkomentar, “Isinya cukup komprehensif seperti Garis-garis Besar Haluan Negara atau Rencana Pembangunan Jangka Panjang yang disusun pemerintah meliputi seluruh aspek kehidupan Negara modern.” Prof. Jimly Ashiddiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, menilai inisiatif PKS merupakan tradisi baru dalam dunia politik agar setiap partai menjelaskan agendanya ke hadapan publik secara transparan dan bertanggung-jawab. Sementara Prof. Azyumardi Azra, mantan Rektor Universitas Islam Negeri, memberikan apresiasi khusus karena PKS berani melakukan obyektivikasi terhadap nilai-nilai Islam dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer. Siapa yang harus kita percaya saat ini, pengusaha dan pengamat yang gelisah karena kepentingan pribadinya mungkin terhambat atau menteri dan pakar yang menginginkan perbaikan dalam kualitas pemerintahan di masa datang?

Kehadiran partai Islam memang kerap memancing perhatian, tak hanya di Indonesia. Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Turki yang secara harfiyah menyebut diri berideologi sekuler ternyata masih dicap sebagai kelanjutan dari partai fundamentalis Islam. Gerakan Hamas yang secara patriotik membuktikan diri berjuang sepenuhnya untuk kemerdekaaan nasional Palestina disalahpersepsikan sebagai ancaman perdamaian dunia. Perhatian publik semakin kritis setelah partai Islam berhasil memenangkan pemilu yang demokratis, dan berpeluang menjalankan pemerintahan. Stereotipe buruk kemudian disebarkan untuk menggambarkan partai Islam seperti virus flu yang berbahaya, dengan merujuk pengalaman di Aljazair, Sudan atau Pakistan.

Tapi, semua insinuasi itu tak berlaku di Indonesia karena partai Islam dan organisasi sosial-politik Islam yang lebih luas telah berurat-akar dalam sejarah dan memberi kontribusi kongkrit dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hanya orang bodoh yang tak tahu bahwa: organisasi modern yang pertama lahir di Indonesia adalah Serikat Dagang Islam (1905), partai politik yang pertama berdiri dan bersikap nonkooperasi terhadap penjajah Belanda adalah Syarikat Islam (1911), organisasi pemuda yang mendorong pertemuan lintas etnik dan daerah ialah Jong Islamienten Bond hingga terselenggaranya Sumpah Pemuda (1928), mayoritas perumus konstitusi dan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (1945) adalah tokoh Islam, dan penyelamat Negara kesatuan Indonesia dari ancaman komunisme (1966) adalah organisasi pemuda dan mahasiswa Muslim nasionalis. Kekuatan Islam juga sangat berperan dalam mengusung gerakan reformasi di tahun 1998, tanpa meremehkan peran kelompok agama/ideologi lain.

Tak ada yang perlu ditakuti dari kiprah Partai Islam di masa lalu dan masa akan datang, termasuk dalam membentuk pemerintahan baru di Indonesia. Partai Islam memiliki agenda yang jelas untuk memberantas korupsi melalui reformasi birokrasi, meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan menekan angka kemiskinan dan pengangguran, sehingga semangat “jihad” yang sering disalahtafsirkan itu, dalam konteks Indonesia modern bisa bermakna: perang melawan korupsi, kemiskinan dan pengangguran. Jika ada kelompok yang takut atau memusuhi Partai Islam, maka perlu diselidiki apakah mereka memiliki komitmen yang sama untuk membasmi korupsi, kemiskinan dan pengangguran? Membatasi, apalagi mengisolasi Partai Islam, hanya akan menambah panjang persoalan yang berkecamuk di negeri mayoritas Muslim seperti Indonesia.

Partai Islam tak hanya mampu meraih dukungan yang cukup luas dalam pemilu, bahkan tokoh-tokohnya yang berusia relatif muda mulai mendapat kepercayaan pemilih. Exit poll yang digelar Lembaga Pengkajian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada tanggal 9 April menunjukkan bahwa pasangan Yudhoyono-Hidayat meraih suara 20,8 persen, mengungguli Yudhoyono-Jusuf Kalla yang meraih 16,3 persen, dan Yudhoyono-Akbar Tandjung yang hanya memperoleh 5,4 persen dukungan responden. Jika fakta elektabilitas yang tinggi ini masih diingkari, maka kecurigaan terhadap Partai Islam sungguh tak berdasar dan melawan kehendak rakyat yang menjadi inti demokrasi.

06 May 2009

Konsultasi


Pertanyaan:
Asww.
apa hukumnya pemakain kondom, saya menggunakan nya dengan alasan untuk mengatur jarak kelahiran bayi pertama dengan bayi berikutnya. Terimakasih sarannya.

Jawaban :

Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Jika yang Anda maksud dengan KB adalah pengaturan kelahiran; bukan pembatasan kelahiran dengan hanya memiliki dua anak, maka Islam membolehkan jika alasannya logis dan rasional.

Di antara alasan bolehnya KB atau mengatur kelahiran adalah:

-kekhawatiran akan kesehatan ibu jika ia hamil atau melahirkan dalam waktu tertentu berdasarkan pengalaman atau keterangan dokter yang bisa dipercaya. Allah befirman

"Janganlah kalian mencampakkan diri kalian dalam kebinasaan."
-kekhawatiran terhadap anak yang masih menyusui jika ada kandungan baru. Nabi saw. Menamai senggama yang dilakukan di masa menyusui dengan ghilah karena bisa mengakibatkan kehamilan yang merusak ASI dan memperlemah anak.

Adapun terkait dengan penggunaan alat kontrasepsi, kondom termasuk yang diperbolehkan.

Pasalnya, ada lima 5 persoalan yang terkait dengan penggunaan alat kontrasepsi, yaitu :

1. Cara kerjanya, apakah mengatur kehamilan atau menggugurkan kehamilan (isqat al-haml)?

2. Sifatnya, apakah ia hanya pencegahan kehamilan sementara atau bersifat pemandulan permanen (ta’qim)?

3. Pemasangannya, Bagaimana dan siapa yang memasang alat kontrasepsi tersebut? (Hal ini berkaitan dengan masalah hukum melihat aurat orang lain).

4. Implikasi alat kontrasepsi terhadap kesehatan penggunanya.

5. Bahan yang digunakan untuk membuat alat kontrasepsi tersebut.

Alat kontrasepsi yang dibenarkan menurut Islam adalah yang cara kerjanya mengatur kehamilan, bersifat sementara (tidak permanen) dan dapat dipasang sendiri oleh yang bersangkutan atau oleh orang lain yang tidak haram memandang auratnya (suami) atau oleh orang lain yang pada dasarnya tidak boleh memandang auratnya tetapi dalam keadaan darurat ia dibolehkan. Selain itu bahan pembuatan yang digunakan harus berasal dari bahan yang halal, serta tidak menimbulkan implikasi yang membahayakan (mudlarat) bagi kesehatan

Jadi, Anda bisa memilih alat kontrasepsi apa saja asalkan sesuai dengan lima kriteria di atas.

Wallahu a'lam bish-shawab.
Wassalamu alaikum wr.wb

Hawanafsu


الهوى كلمة تعني ما تميل إليه النفس وتشتهيه مما يتعلق برغباتها الحسية من ناحية أو مما يُلَبَّس عليها ويزين لها من المعتقدات والأفكار والشبهات من ناحية أخرى، فالهوى يشمل الأمرين الشهوات والشبهات.. يشمل الجانب العقلي الذي يفسد التفكير، والجانب الحسي الذي يفسد السلوك

05 May 2009

YusufIslam


Yusuf Islam Menemukan Islam Setelah Pencarian Panjang
"Aku tahu betapa menakjubkan Islam dan betapa ia telah memengaruhi kehidupan dan mencerahkan diriku." (Yusuf Islam)Yusuf Islam (Cat Stevens) adalah

04 May 2009

Kemerdekaan


Memperingati Hari Kemerdekaan Kota Sinai
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga dan sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya dan berjalan di atas jalannya hingga hari pembalasan. Selanjutnya… Bagi setiap umat dan bangsa pasti memiliki kenangan khusus yang selalu diperingati dan dihidupkan kenangannya, khususnya yang berhubungan dengan kemenangan-kemenangan secara...

02 May 2009

KONSULTASI


Asww.

Pertanyaan: Assalamu alaikum,,wr.wb.Saya mau tanya,dulu saya pernah dicintai sesama wanita,tapi sebenarnya saya ngk mecintainya,tapi saya cuma menganggap dia seperti kakak saya,tapi semua ini saya simpan sendiri tanpa satu orang pun yg tau,karana saya malu untuk meceritakannya klau saya di cintai sesama,sampai sekarang pun aku ngk bilang ama suamiku,pak ustad dosakan aku klau ngk bilang ama suamiku,tapi klau aku simpan sendiri hatiku seperti gelisah dan takut,terimakasih wasalam
Jawaban:

Kami memahami betapa Anda saat ini berada dalam kondisi yang sulit. Di satu sisi merasa kasihan dengan teman wanita tersebut; tetapi di sisi yang lain Anda harus menunjukkan sikap untuk menjaga hubungan dengan suami dan keluarga.

Namun jika kondisi di atas Anda biarkan, dalam arti Anda memberikan kesempatan dan peluang kepada teman wanita Anda yang lesbi itu untuk berinteraksi lebih jauh dengan Anda hal itu akan memberikan dampak negatif yang lebih besar untuknya; bahkan bisa juga bagi diri Anda secara tidak sengaja. Pasalnya, apa yang dilakukan oleh teman wanita Anda itu merupakan penyakit yang harus diterapi. Dan di antara terapinya adalah Anda harus menjaga jarak dan membatasi hubungan dengannya dengan tidak memberikan peluang untuk bersentuhan, apalagi sampai berbuat yang tidak-tidak seraya memberikan penjelasan dan nasihat secara baik kepadanya.

Ingat bahwa hubungan antar jenis merupakan aktifitas yang diharamkan oleh Allah Subhanahu Wata`ala. dan termasuk dosa besar yang bila dikerjakan mendapat ancaman siksa pedih di dalam neraka. Meski tidak memasukkan alat kelamin ke dubur pasangannya, semua jenis percumbuan yang tidak normal itu sudah termasuk jenis dosa besar dan pelanggaran tingkat tinggi. Sebab tidak ada lagi batas antara keduanya dan tidak ada jaminan untuk tidak melakukan yang lebih jauh. Bukankah awal percumbuan itu memang dimulai dari meraba dst. Para ulama bahkan berfatwa bahwa para pelaku homoseksual dan lesbian harus dihukum mati. Hukuman itu lebih berat dari hukuman pelaku zina. Dalam kasus zina, masih dibedakan antara pelaku yang belum pernah menikah sebelumnya dengan yang sudah pernah. Bila pelakunya belum pernah menikah sebelumnya, hukumannya adalah cambuk 100 kali dan diasingkan setahun ke luar tempat tinggalnya. Sedangkan pelaku seks sejenis, hukumannya adalah hukum mati tanpa membedakan apakah dia sudah pernah menikah sebelumnya atau belum. Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW :

Bila kamu mendapati orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, bunuhlah pelakunya dan pasangannya (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmizy dan Ibnu Majah).

Jadi, Anda harus cepat keluar dari interaksi yang bisa menjerat Anda kepada perbuatan dosa. Kalau memang diperlukan, Anda bisa memberitahukannya kepada suami agar ikut memberikan masukan dan jalan keluar.

Wassalamu alaikum wr.wb

01 May 2009

FIQIHWANITA


ASWW.

Pertanyaan: Istriku baru melahirkan,namun sebelumnya dia lupa memotong kuku, sehingga sekarang panjang dan menyulitkan untuk mengurus si bayi. Bolehkah seorang wanita yang sedang nifas memotong kuku? mohon sertakan dalilnya ustadz. saya bingung soalnya anggapan dimasyarakat menyatakan tidak boleh, tapi kalau tidak boleh kan dapat membawa mudharat bagi bayi kami. terima kasih

Jawaban: Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Kami hingga saat ini belum mendapatkan dalil sharih dari Rasulullah SAW tentang tidak bolehnya wanita memotong kuku dan rambut saat haidh atau nifas. Barangkali hal itu lebih didasarkan kepada logika bahwa wanita haidh itu wajib mandi dan bersuci sebelum dibolehkan shalat atau puasa atau mengerjakan jenis ibadah lainnya. Maka secara logika, bila pada saat haidh itu dia memotong kuku dan rambut, lalu potongannya itu dibuang, maka ketika mandi janabah, potongan rambut dan kuku itu tidak termasuk yang disucikan. Sehingga untuk menghindari hal itu, wanita dilarang memotong rambut dan kuku saat haidh. Tapi sekali lagi, ini hanyalah logika dan nalar. Bukan berasal dari petunjuk syariat Islam. Sebab dari sekian banyak ajaran yang telah Rasulullah SAW sampaikan kepada kita, tak sekali pun beliau menyebutkan larangan itu, baik dalam hadits ataupun dalam ayat Al-Quran Al-Karim. Bahkan dalam kitab fikih yang muktamad, kalau kita telusuri hal-hal yang dilarang dikerjakan oleh orang yang sedang dalam keadaan haid atau nifas, tak satu pun yang menyebutkan tidak boleh memotong kuku dan rambut. Yang dilarang disaat haid atau nifas adalah :

Shalat atau sujud tilawah

Tawaf di sekitar ka'bah

Menyentuh mushaf Al-Quran Al-Karim

Membaca ayat Al-Quran Al-Karim dengan lisannya bukan dalam hati, kecuali doa yang lafaznya diambil dari ayat

I'tikaf di masjid

jima.

Wallahu A`lam Bish-shawab,

Wassalamualaikum wr.wb

30 April 2009

MEGAWATi


Asww.
Mega-Prabowo- Wiranto: Imajinasi Pendek PDI-PBagikan
mungkin bisa jadi renungan...tulisan ini dari teman saya..

Mega-Prabowo- Wiranto: Imajinasi Pendek PDI-P
Monday, 27 April 2009 11:04

Oleh Philips Vermonte, peneliti CSIS, pendiri Jakartabeat. net

Hampir pasti PDI-P memutuskan untuk mencalonkan pasangan Megawati - Prabowo sebagai calon presiden dan wakil presiden. Sebelumnya, Wiranto dan Prabowo menjadi tamu istimewa rapat besar PDI-P. Keduanya disambut riuh rendah di sana. Apa yang bisa kita katakan? Ini beberapa hal yang dapat saya katakan:

Pertama, imajinasi PDI-P teramat pendeknya. Memperhatikan peristiwa politik beberapa hari belakangan, imajinasi PDI-P yang pendek sangat kentara. Megawati makan siang bersama pensiunan jenderal TNI, mereka-mereka yang menopang akhir masa Orde Baru yang mulai terhuyung-huyung. Amat kontras dengan citra Megawati di awal reformasi, ketika orang banyak melihatnya sebagai figur segar 'masa depan', mengganti tahun-tahun Orde Baru yang kelam dan menyesakkan.

Membaca berita 'sowan' para pensiunan jenderal itu ke Teuku Umar, seketika saya teringat masa kampanye pemilihan presiden di Amerika di tahun 2008 yang baru lalu. Di masa pemilihan awal Partai Demokrat, Hillary Clinton mengerahkan tokoh-tokoh lama Partai Demokrat untuk berdiri dibelakangnya, menjadi background dalam pidato-pidatonya saat kampanye. Kamera menangkap gambar mantan presiden Bill Clinton, mantan Menlu Madelaine Albright dan lain-lain. Kontras dengan Obama, dibelakang podiumnya berdiri anak-anak muda berwajah segar, menyiratkan optimisme melihat masa depan. Pemilu 2009 bukanlah untuk masa lalu. Pemilu ini penting untuk kelangsungan PDI-P sendiri, tahun 2014 ketika regenerasi kepemimpinan konkrit di negeri kita terjadi. Sungguh sayang PDI-P di momen krusial ini memilih bergabung dengan simbol-simbol masa lalu, bukan menanam benih menyiapkan kader-kader muda PDI-P.

Kedua, lima tahun berada di pinggir kekuasaan, tentu membuat PDI-P kewalahan. Secara finansial pastinya. Bahwa korupsi terjadi di berbagai departemen dan BUMN, menjadi sumber uang bagi partai berkuasa, sudah kita mahfumi sejak lama. Berada di pinggir selama lima tahun tanpa sumber-sumber finansial melimpah, Prabowo tentu dilihat sebagai pembawa sumber finansial baru bagi kampanye PDI-P. Bila itu alasan utama mengambilnya sebagai pasangan calon wakil presiden, lagi-lagi kita lihat miskinnya imajinasi PDI-P.

Kampanye memang mahal. Apalagi belakangan muncul paduan suara para pengamat bahwa melonjaknya suara Partai Demokrat adalah karena moda kampanye iklan di televisi. Iklan televisi dalam konteks pemilihan langsung memang penting, tetapi bukan satu-satunya yang penting. Ada banyak studi mengenai pemilu yang menunjukan bahwa kampanye door-to-door, ground troop, political canvassing dari rumah ke rumah, menginduksi informasi ke kampung-kampung (neighborhood) bisa efektif 'melawan' kampanye televisi dari kompetitor bermodal besar. Yang dibutuhkan adalah volunteer.

Modal sosial PDI-P untuk menggalang volunteer sangat besar karena karakter pemilih wong ciliknya. Obrolan politik yang efektif bisa mempengaruhi pilihan politik terjadi di pos-pos ronda, pasar-pasar, pangkalan ojek dan tempat-tempat lain yang dulunya adalah basis dukungan Megawati. Sayang, Megawati dan PDI-P telah menjadi partai priyayi yang meninggalkan basis pemilihnya. Karena itu, PDI-P gagal mengkapitalisasi basis pendukungnya untuk meredam moda iklan televisi. Imajinasi menjadi pendek, mata menjadi rabun jauh, hanya bisa melihat Prabowo sebagai pembawa dana segar untuk kampanye iklan riuh rendah di televisi, kampanye yang sesungguhnya tidak memberi pendidikan politik apa-apa bagi para pemilih.

Ketiga, pertimbangan bahwa Prabowo Subianto adalah 'strong man' yang dibutuhkan untuk mendampingi Megawati sungguh menakutkan. Benar, Prabowo adalah orang kuat. Ia kuat melawan hati nuraninya sendiri, melakukan penculikan atas mereka yang berseberangan paham politiknya dengan Suharto, mertuanya. Ya, Prabowo adalah orang yang kuat melakukan apapun untuk kekuasaan.

Keempat, saya semakin meragukan retorika nasionalisme PDI-P. Kontributor Jakartabeat. net Dandhy Dwi Laksono menulis dengan baik sekali catatannya atas retorika nasionalisme PDI-P di halaman website ini beberapa waktu lalu. Indosat dan sumber gas Tangguh dijual pada saat pemerintahan Megawati. Kini PDI-P, dan Prabowo, mengangkat soal-soal privatisasi dan menghantamkanya pada pemerintahan SBY yang disebutnya neo-liberal (tulisan ini bukan untuk menyampaikan dukungan pada SBY, bagi saya ia juga bukan calon ideal).

Nasionalisme mengandaikan tiap orang mengkesampingkan persoalan pribadinya untuk cause negara yang lebih besar. Semua orang tahu bahwa Megawati tidak pernah mau hadir upacara peringatan kemerdekaan 17 Agustus di Istana sejak SBY berkuasa. Sakit hatinya mengalahkan rasa nasionalisme- nya. Dalam retorika nasionalisme ala kita di Indonesia, upacara peringatan kemerdekaan adalah puncak dari segala simbol nasionalisme bukan? Tapi, bagi Megawati, itu tidak cukup untuk mengalahkan ego pribadinya. Ia lupa, di masa darurat militer di Aceh yang diotorisasinya dulu, warga Aceh bisa terancam keselamatannya apabila menolak hadir apel menghormati bendera merah putih di sana.

Kelima, 27 Juli, Mei 1998, dan Semanggi 1999 dan tangan-tangan tentara yang kentara kelihatan. Kini, Megawati bergabung dengan penindasnya dulu. Rekonsiliasi bukan persoalan milik elit politik partai. Korban tragedi 27 Juli, Mei 1998, dan Semanggi 1999 yang sesungguhnya adalah rakyat biasa. Saya kenal secara pribadi dengan seorang ayah dari mahasiswa Universitas Atmajaya yang tertembak mati di Semanggi. Hari itu, betul-betul tanpa sengaja saya berada di kampus itu sebagai orang biasa dan melihat jenazah anaknya yang tertembak mati terbujur kaku di depan saya. Dan bukan, saya bukan aktifis. Hari itu, saya kesulitan mencari kendaraan pulang ke rumah seusai kursus, memutuskan untuk 'menonton' mahasiswa berdemonstrasi. Saya masih ingat rasanya ketika detik itu perut terasa mual dan hati sangat marah mendengar tembakan sniper sialan dan menyaksikan mahasiswa tewas bergelimpang seketika.

Hingga hari ini, sang ayah terus mencari keadilan atas hilangnya nyawa putra kesayangannya di hari nahas itu. Hingga hari ini, setiap Senin, ia tak pernah lupa mengunjungi makam anaknya dan bersumpah di sana untuk terus mengejar keadilan, membawa mereka yang bertanggung jawab atas kematian anaknya dan beberapa mahasiswa lain di Semanggi, ke pengadilan. Tapi mungkin suara korban semacam kenalan saya itu tidak pernah lagi sampai ke Teuku Umar.

Akhirnya, ini pesan kepada Megawati, Prabowo dan Wiranto: banyak orang tidak pernah melupakan tragedi 27 Juli 1996, Jakarta Mei 1998 dan Semanggi 1999. Tidak akan pernah.

27 April 2009

Mesir


Asww
Gerakan Islam di Mesir merupakan salah satu elemen penting di Mesir. Mereka mempunyai pengaruh yang kuat di masyarakat. Meskipun, mereka sangat dibatasi pengaruh politiknya di dalam kekuasaan. Tapi, mereka tetap eksis dan terus berkembang, dan merambah ke berbagai sektor kehidupan di Mesir.

Nampaknya, pemerintah Mesir tidak ingin pengaruh Gerakan Islam di Mesir, khususnya Ikhwanul Muslim, mempunyai pengaruh yang luas di negeri itu. Pemerintah Mesir berusaha mengeleminir kekuatan gerakan itu, tapi tetap tidak berpengaruh secara mendasar, dan belakangan ini terlalu sering penangkapan terhadap anggota dan para tokohnya.

Memang, saat ini di Mesir gerakan politik dan keagamaan yang paling berpengaruh, tak lain adalah gerakan Ikhwanul Muslimin, yang didirikan oleh Hasan al-Banna, di tahun 1928. Kira-kira sudah hampir 80 tahun umur Ikhwan. Gerakan ini pengaruhnya bukan hanya di Mesir, dan sekarang mempunyai 77 cabang di seluruh dunia. Tentu, yang perlu mendapatkan perhatian, bagaimana Gerakan Ikhwan di Mesir, yang sekarang ini dihadapkan sebuah persoalan besar, yaitu pergantian kekuaaan di negeri Pyramid itu.

Presiden Mesir, Hosni Mubarak sudah terlalu tua, umurnya sama dengan umur Gerakan Ikhwan, mencapai 80 tahun. Mubarak lahir di el-Mesella, al-Mounofiyeh, 4 Mei, 1928. Dan, Mubarak sudah sering sakit-sakitan. Suatu ketika berpidato di hadapan para diplomat, tiba-tiba ia kehilangan keseimbangan dan jatuh. Kekuasaannya sudah terlalu lama. Hampir tiga dekade, alias hampir 30 tahun. Sangat panjang. Mubarak, menggantikan Presiden Anwar Sadat, yang terbunuh, ketika merayakan ulang tahun militer Mesir, 6 Oktober, tahun l981, dan ketika itu seorang perwira militer, yang bernama Khaled Islambouly, memberondongkan senjatanya ke arah Anwar Sadat, dan kemudian tewas. Lalu, Mubarak, yang menjadi Kepala Staf Angkatan Udara menggantikan Anwar Sadat.

Sejarah Ikhwan di Mesir, tidak pernah terlepas dengan perjuangan yang berorientasi perbaikan terhadap kekuasaan, dan usahanya yang sangat sungguh-sungguh dan serius, membebaskan negara dan bangsanya dari penjajah, yang sampai mengakibatkan pendirinya Hasan al-Banna, dibunuh aparat militer di jamannya rezim Farouk. Farouk yang menjadi kolaborator Inggris, berhadapan dengan gerakan Ikhwan, yang memang menginginkan kemerdekaan dan kebebasan, dan tidak mau dijajah oleh Inggris. Namun, kepentingan Inggris di Mesir dan Timur Tengah, terlalu besar, dan tidak dapat mentolerir terhadap gerakan Ikhwan, yang menjadi ancaman penjajah Inggris, yang bercokol di Mesir.

Ketika, pemimpin tertinggi gerakan Ikhwan itu Hasan al-Banna terbunuh, tidak menimbulkan kevakuuman (kekosongan) kepemimpinan. Kemudian, kepemimpinan Hasan al-Banna digantikan oleh Hasan Hudaibi, seorang pengacara yang lebih tenang. Masa-masa kritis dapat dilaluinya dengan baik, dan sampai gerakan Ikhwan memasuki fase baru. Dan, Hasan al-Bana, ketika terbunuh masih dalam usia yang amat belia, sekitar 40 tahun. Tapi, pengaruh al-Banna, begitu luas, dan berhasil membangkitkan semangat rakyat Mesir, yang waktu itu dijajah Inggris.

Sepertinya, gerakan Ikhwan itu, tak pernah berhenti menghadapi cobaan, yang selalu mengancam eksistensinya. Tetapi, selalu pemimpin-pemimpin dapat membawa gerakan itu, selamat dari situasi yang sulit. Tentu, cobaan yang paling berat dihadapi Ikhwan adalah di zamannya Gamal Abdel Nasser, yang berkiblat ke Soviet. Konon, Nasser sendiri, sebelumnya berinteraksi dengan gerakan Ikhwan, dan menjadi anggota apa yang disebut ‘Tandzim Khos’, yang merupakan salah satu sayap militer dari gerakan Ikhwan, dibangun di zamannya Hassan al-Banna, tujuannya untuk membebaskan negeri Palestina, yang terjajah Israel.

Di zamannya Gamal Abdel Nasser di Mesir terjadi kekerasan politik yang amat luar biasa, di mana Nasser melakukan penangkapan besar-besaran terhadap anggota dan tokoh Ikhwan, yang jumlahnya ribuan orang, dan banyak diantara tokoh yang dihukum mati, diantaranya Sayyid Qutb, Ali Audah, dan sejumlah tokoh lainnya. Sekali lagi, kekerasan politik yang dilakukan setiap rezim yang berkuasa di Mesir, tidak menyebabkan gerakan Ikhwan itu menjadi berhenti, dan mengalami disorientasi. Tapi, para pemimpin Ikhwan tetap dapat menata gerakannya, dan terus berkembang, di seluruh wilayah jazirah Arab, dan bahkan tempat-tempat lainnya.

Mengapa mereka selalu bisa selamat dari krisis, ketika menghadapi berbagai kekuasaan, yang begitu repressif? Ikhwan memiliki landasan ideologi yang kokoh dan methode gerakan yang jelas, yang merupakan warisan para pemimpinnya hingga sekarang. Mereka menuliskan buku-buku yang menjadi rujukan yang selalu penuh dengan nilai-nilai yang bersumberkan pada al-Qur’an dan as-Sunnah. Hasan al-Banna, Sayyid Qutba, Hasan Hudaibi, Mustafa Masyhur, Musytafa as-Syiba’I, Said Hawa, Yusuf Qardhowi, Fathi Yakan, dan sejumlah pemimpin Ikhwan lainnya. dan mereka adalah para pemikir, yang sangat kaya gagasan pemikiran yang menjadi sumber inspirasi generasi berikutnya, dan tidak pernah kering.

Sekarang, di Mesir sedang dihadapkan persoalan besar, yang mengharuskan gerakan Ikhwan terlibat, yaitu mensikapi perubahan kekuasaan, yang akan berlangsung. Mubarak yang sudah lanjut, dan terlalu tua itu, nampaknya akan mewariskan kekuasaannya kepada anaknya, Gamal yang sekarang menjadi Sekjen National Democratic Party (NDP) di Mesir, yang nampaknya sudah disiapkan oleh Mubarak. Langkah Mubarak inilah yang sekarang ini ditentang keras oleh Mursyid ‘Aam, Ikhwanul Muslimin, Mahdi Akif. Dalam pernyataan di Cairo, pemimpin Ikhwan itu menyatakan : “ Di Mesir tidak ada lagi Mubarak baru”, tegasnya. Artinya, gerakan Ikhwan menolak pengaliah kekuasaan dari Mubarak kepada anaknya, yaitu Gamal.

Gerakan Ikhwan di Mesir bukan hanya menghadapi hegemoni Mubarak di Mesir, tapi gerakan Islam itu, juga harus menghadapi pengaruh politik AS di kawasan Timur Tengah, yang mempunyai implikasi semakin congkaknya entitas politik Zionis-Israel, yang sekarang menguat dengan menangnya kelompok sayap kanan di Israel, Partai Likud dan Parti Yisrael Beiteinou, yang dipimpin Netanyahu dan Lieberman. Kemenangan kedua kelompok sayap kanan di Israel ini, sangat berpengaruh terhadap gerakan Islam, termasuk Ikhwan di Mesir, yang sekerang sedang berusaha melakukan perubahan.

Rezim Mubarak yang merupakan sekutu AS, yang sudah berlangsung hampir tiga dekade, dan sekarang ini menjelang akhir kekuasaannya, AS ingin mendapatkan pijakan baru, yang akan menggantikan Mubarak, dan tidak mungkin akan mentolelir perubahan politik, yang mengancam kepentingan mereka di Timur Tengah. Dan, sejumlah rezim di Timur Tengah sudah melakukan pengalihan kekuasaan kepada keturunan mereka, seperti di Yordania, Syria, dan Mesir sedang dipersiapkan oleh Mubarak. Gerakan Ikhwan terus melakukan langkah-langkah yang berupaya membebaskan negeri-negeri mereka dari para kolaborator asing (AS, Israel, Uni Eropa), yang sekarang ini sedang menjerat negara-negara Arab.

Di Timur Tengah dan Negara-negara Arab, nampaknya demokrasi tidak dapat menjadi harapan, atau solusi bagi perubahan yang mereka inginkan, dan seperti Hamas, yang sudah memenangkan pemilu di tahun 2006, dan menguasai 60 persen kursi parlemen, tapi tetap ditolak oleh Israel, Barat dan sekutunya. Maka, perubahan di Mesir menurut seorang kolumnis Mesir, Fahmi Huwaidi, perlu landasan yag kokoh, yaitu dukungan masyarakat yang luas. Dan, Ikhwan terus membangun landasan itu, guna memperbaiki Mesir.

25 April 2009

DENMARK


Asww.
Asmaa Abdul Hamid: Muslimah Pertama di Parlemen Denmark
Saturday, 25 April 2009 12:37
Asmaa menjadi salah satu Muslimah berjilbab pertama yang menjadi perhatian di parlemen Denmark

Asma Abdul Hamid, muslimah warga negara Denmark yang keturunan

Palestina, terpilih sebagai anggota parklemen Denmark dari daerah pemilihan Udinesse. Demikian seperti diberitakan harian Al-Watan (Arab Saudi) edisi Jumat, 24 April hari ini.

Asma, wanita berjilbab ini akan menjadi wanita muslimah pertama dalam jabatan penting di Denmark, yang sejak muncul kasus karikatur Nabi Muhammad SAW, negara ini dianggap kurang bersahabat dengan Islam. Namun, dengan naiknya Asma, akan memberikan citra lain untuk Denmark.

“Saya akan berkerja dan berjuang untuk warga kami,” katanya.

Sementara itu, menurut Prof. Peter Seabreg, guru besar studi Timur Tengah di Universitas Udinesse Denmark, terpilihnya Asma yang berjilbab dalam panggung politik Denmark akan mengubah pandangan politik Denmark terhadap agama.

“Jilbab mulai masuk ranah politik dan akan menjadi fenomena di Denmark.”

Feminis Forum, salah satu organisasi perempuan di Denmark menilai kehadiran Asmaa di televisi menunjukkan 'menguatnya rasa persamaan etnis dan gender di Denmark.' Sebaliknya, kelompok feminis lainnya, Women for Freedom Association memiliki penilaian yang berbeda. "Pemilihan Asmaa Abdul Hamid, adalah sebuah penghinaan baik terhadap Denmark maupun Muslimah," kata Ketua Asosiasi Vibeke Manniche.

Sebelum masuk parleman, Asmaa adalah seorang presenter televise. Wajahnya muncul pertama kali di siaran televisi Channel 2 Denmark bersama seorang wartawan Denmark Adam Holem (36) pada 29 Maret lalu. Keduanya tampil dalam program pertama yang akan tampil sepanjang 8 episode membicarakan masalah sosial penting yang terjadi di Denmark dengan mengundang seorang nara sumber.


Asma juga menjelaskan bahwa pilihan atas dirinya memikul tanggung jawab besar sebagai wakil atau duta yang mengatasnamakan kaum Muslimin. “Saya selalu berupaya memberi gambar dan penampilan yang baik tentang muslimah berjilbab dalam semua gerak gerik saya. Dalam saya bekerja, belajar atau seluruh kehidupan saya, “ ujarnya.

WanitaMesir


Asww.
Wanita berjilbab kelahiran Mesir yang menjadi salah satu penasihat Obama

Satu lagi peran Muslim dalam kehidupan bernegara Paman Sam. Seorang wanita keturunan Mesir, warga Amerika berjilbab ditunjuk sebagai penasihat Presiden Obama.

Dalia Mogahed, analis senior dan direktur eksekutif Gallup Center, lembaga survey independen tersohor, untuk Kajian Muslim adalah nama tokoh yang ditunjuk menjadi salah satu anggota Dewan Penasihat Obama untuk Hubungan dan Lingkungan Berdasar Keyakinan.

Penunjukkan itu akan membuat Dalia memiliki kesempatan memberi masukan kepada Presiden Obama terhadap sikap praduga dan masalah yang dihadapi dunia Muslim.

Itu tak hanya membuat warga Mesir bahagia--meski juga tetap waspada--, pihak Arab pun mengamati lebih dekat tanda-tanda kepemimpinan baru di Washington yang berupaya meningkatkan hubungan dengan Islam. Hubungan yang diyakini banyak Muslim dirusak dengan parah selama delapan tahun oleh pemerintahan Bush.

Pemilihan Mogahed juga dilihat oleh banyak pihak di Timur Tengah sebagai satu langkah maju Obama menghapuskan stereotip dan penghakiman terhadap Muslim, sesuatu yang menimpa komunitas sejak 11 September 2001 silam.

"Dalia Mogahed adalah contoh terbaik dari wanita Muslim sukses. Ia membuktikan jika Muslim pun dapat berhasil di segala bidang, paling tidah di bidang keahliannya," ujar seorang pengunjung situs yang menuliskan komentarnya di harian independen Al Masry al Youm, seperti yang dikutip oleh Latimes.com, Rabu, 22 April.

Dalia, kelahiran Mesir pindah bersama keluarganya ke Amerika Serika hampir 30 tahun lalu. Baru-baru ini, ia menjadi salah satu penulis utama dalam "Who Speaks for Islam" (diterjemahkan oleh penerbit Mizan dengan judul "Saatnya Muslim Bicara") dengan John Esposito, guru besar ilmu politik Amerika, orang yang dikritik banyak pihak sebagai pemberi maaf Islam. Dalia dan Esposito menerbitkan lembar opini bulan ini dalam The Times, berjudul Ketidakpedulian Amerika terhadap Islam dan Dunia Muslim.

Meski seorang Islam, Dalia tetap menyatakan diri loyalitas pertama akan diberikan kepada negaranya, demikian dalam sebuah wawancara dengna Al Masry al Youm, Senin pekan ini yang mengecewakan beberapa orang.

"Saya pikir loyalitas pertama ia pada Islam, baru yang lain," ujar seorang komentator, masih di website Al Masry. "Saya takut mereka mungkin akan mempermainkan dan menggunakan kamu sebagai kedok politik mereka yang tidak benar-benar mengarah pada Mesir, Arab, dan dunia Muslim," imbuh komentar itu./itz

HP


Asww.

Dalam musyawarah yang diharapkan akan memantapkan rencana koalisi PKS ini, setiap peserta dilarang membawa telepon genggam ke dalam ruangan rapat. Ketika mendaftar di meja penerima tamu, setiap peserta juga dimintai telepon genggamnya lalu disimpan dalam plastik berukuran sedang yang sudah ditulisi dengan nama si pemilik.

"Ah, biasa itu di PKS. Semua disimpan, biar konsentrasi," ujar Presiden PKS Tifatul Sembiring sebelum rapat dimulai.

Namun, Tifatul sendiri belum menyerahkan telepon genggamnya. Plastik berukuran sedang yang bertuliskan namanya masih tergeletak kosong di atas meja penerima tamu. Tifatul berjanji akan menyerahkannya begitu musyawarah dimulai.

Hal serupa juga dilakukan oleh anggota Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid. Hidayat menyerahkan dua telepon genggamnya sebelum masuk ke ruangan rapat.

"Ini pertama kali ya, tapi pertimbangan panitia mungkin besar. Karena yang dibicarakan serius jadi harus konsentrasi," ujar Hidayat.

Musyawarah ini akan berlangsung selama dua hari hingga besok. Tifatul maupun Hidayat berharap aspirasi dari akar rumput PKS yang akan menjadi dasar pengambilan sikap partai bernomor urut delapan ini dalam percaturan politik ke depannya.

24 April 2009

DoáNabiIbrahim


Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Al-Baqqrah:172)

23 April 2009

HukumSalamanLakiLakiDengaWanita


Asww.

القرضاوي: أكتم بعض الفتاوى تجنبا للتشويش

الدوحة– كشف العلامة الدكتور يوسف القرضاوي رئيس الاتحاد العالمي لعلماء المسلمين عن أنه يكتم اجتهادات فقهية وفتاوى حول قضايا معاصرة تجنبا لتشويش الجماهير عليه، مشيرا إلى أنه أخفى فتواه بجواز مصافحة الرجال للنساء الأجانب عند الضرورة لعدة سنوات.

وفي الندوة التي نظمتها وزارة الأوقاف القطرية مساء الإثنين للاحتفال بذكرى الشيخ عبد الله بن زيد آل محمود، أشهر قضاة قطر وعلمائها طوال الستين عاما الأخيرة، قال د. القرضاوي: إن "كثيرا من العلماء المعاصرين يتخوفون من إعلان اجتهاداتهم التي تخالف الآراء السائدة".

وفاجأ فضيلته الحضور بقوله: "كان لي رأي في مصافحة الرجل للمرأة وصلت إليه ولم أنشره إلا بعد سنوات خشية أن يشوش الناس علي"، مشيرا إلى أنه يرى "جواز مصافحة الرجل للمرأة بشرطين هما أن تكون هناك ضرورة، وحال أمنت الفتنة".

وضرب مثلا عمليا لفتواه بما يحدث له عند زيارة قريته "صفط تراب" (التابعة لمدينة المحلة الكبرى شمال القاهرة) وتستقبله قريباته -بنات العم والخال والجارات- وهن يمددن أيديهن فيضطر لمصافحتهن.

واعتبر "أن الفتنة مأمونة في تلك المصافحة بحكم القرابة وكبر السن، وليس من اللائق رد يد القريبة أو الجارة الممدودة يدها بالسلام"، موضحا أنه لم يجرؤ على نشر الفتوى لسنوات، ثم نشرها في الجزء الثاني من كتابه "فتاوى معاصرة".

وجاء كشف القرضاوي عن إخفاء هذه الفتوى في معرض حديثه عن الشجاعة الأدبية والعلمية للشيخ ابن محمود، مشيرا إلى أن ابن محمود أفتى بجواز إحرام الحجاج من مطار جدة بدلا من إحرامهم بالطائرات، وبجواز رمي الحجاج للجمرات قبل الزوال أيام العاشر والحادي عشر والثاني عشر من ذي الحجة، وبجواز حلق الشعر وقص الأظافر للمضحي في الأيام العشر الأولى من ذي الحجة....؟

وشدد القرضاوي على ضرورة تحلي العلماء بالشجاعة العلمية في اختيار الرأي الذي يقتنعون بصحته والشجاعة الأدبية في إعلان الرأي للناس.

وقال: إن "هناك علماء متحررون يسيرون وراء الدليل، وليس وراء فلان أو علان، ينظرون إلى ما قيل، لا من قال، وقد يصلون باجتهادهم إلى آراء لها قيمتها في ميزان العلم، ولكنهم يحتفظون بها في صدورهم، أو يفتون بها لخاصة خاصتهم ولا يجرؤون أن يعلنوها للناس، خشية من هياج العامة أو سخط الخاصة، وخوفا من أن تتعرض سمعتهم للتشويش من الحرفيين والجامدين".

وفي هذا الصدد ذكر القرضاوي أن الشيخ محمد أبو زهرة، أحد كبار علماء الأزهر الراحلين، أخفى رأيه في حد رجم الزاني المحصن 20 عاما، ثم أعلنه أمام علماء مختصين منهم الشيخ مصطفى الزرقا، والدكتور صبحي الصالح، والدكتور حسين حامد حسان في ندوة عن "التشريع الإسلامي" في ليبيا عام 1972.

وكان الشيخ أبو زهرة يرى أن رجم الزاني المحصن كان شريعة يهودية، أقرها الرسول في أول الأمر، ثم نسخت بحد الجلد في سورة النور.

رضا السلاطين

في المقابل انتقد القرضاوي: "العلماء الذين يراعون رضا السلاطين والأمراء ويتبعون أهواءهم فيفرخون لهم من الفتاوى والتخريجات والحيل، ما يسهل لهم ما يريدون من قرارات وقوانين، قد تحلل الحرام، أو تحرم الحلال، أو تسقط الفرائض أو تشرع في الدين ما لم يأذن به الله، وهؤلاء هم الذين يسمون "علماء السلطة" أو "عملاء الشرطة" أعاذنا الله شرهم".

كما انتقد العلماء والخطباء والدعاة الذين يراعون رضا عوام المتدينين وجماهيرهم، ويتبعون أهواءهم، بالتشدد في الدين، والتعسير في الفتوى، مشيرا إلى أن كثيرا من المتدينين يعجبهم العالم المحافظ المتشدد، ولا يعجبهم العالم الميسر المجدد.

واعتبر أن دخول العلماء "سوق المزايدة في الدين لاكتساب رضا المتزمتين وإعجابهم ينافي التجرد للحق، والإخلاص لله، بل هو رياء المهلك".

وعلق الشيخ القرضاوي على قول البعض إن العالم المعسر المشدد أكثر ورعا، وأعظم تقوى لله من الميسر قائلا: "هذا خطأ كبير لأن العالم الذي يفتي بالتيسير يتبع المنهج القرآني والهدي النبوي، ويتبع منهج الخلفاء الراشدين خاصة، والصحابة عامة، مثل حبر الأمة، وترجمان القرآن: عبد الله بن عباس الذي اشتهر برخصه".

UjianNasional



Asww.


1- التوكل على الله، والاعتماد عليه: ﴿إِنَّا لاَ نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلاً﴾ (الكهف: من الآية 30).

2- المذاكرة المنتظمة: تخصيص ساعات يومية للمذاكرة.

3- المراجعة المنتظمة: مهم جدًّا فهم المادة الجديدة، ومراجعة المادة القديمة بصورة منتظمة، وتحديد يوم في الأسبوع لمراجعة مواد الأسبوع، وبهذه الطريقة في المراجعة تسهل المراجعة قبل الامتحان.

4- الانتباه الدائم: الأوائل دائمًا هم الذين يركِّزون عند شرح المدرس، وعند المذاكرة، وعند المراجعة.

5- الاستفسار عن الأمور غير المفهومة: الأوائل دائمًا هم الذين يستفسرون عما استعصى عليهم فهمه، ويناقشون المعلم أثناء الشرح أو خارج الصف.

6- وجود هدف يراود مخيِّلَتهم: يسعون دائمًا للوصول إلى أهدافهم.

7- أداء الواجبات المطلوبة منهم: عدم تأجيلها، وابتداع أسباب واهية كالإرهاق، والتمارض كمبررات لها.



وهكذا نرى أن الاستعداد للامتحان ليس وليد الأسبوع، أو اليوم الذي يسبق الامتحان وإنما هي عملية مستمرة من أول يوم في العام الدراسي.

20 April 2009

FikihIslami


Ass.Wr.Wb
Tanya, Bagaimana hukum mensholatkan seorang muslim yang meninggal karena bunuh diri ?
Jawaban Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

Pada dasarnya, hukum melakukan shalat jenazah atas muslim adalah fardhu kifayah meskipun ia melakukan maksiat dan dosa besar. Larangan untuk memandikan, menshalatkan dan menguburkan jenazah hanyalah berlaku untuk orang kafir atau orang yang murtad.

Dalam hal ini bunuh diri memang merupakan perbuatan yang dilarang keras dalam Alquran. Allah befirman, "Janganlah kalian membunuh diri kalian." (An-Nisa; 29). Hanya saja selama ia tidak menampakkan tanda-tanda keluar dari Islam, maka masih dianggap sebagai muslim yang layak disalatkan dan dikuburkan di pekuburan umat Islam.

Adapun jika diketahui lewat tulisan atau ucapannya sebelum meninggal bahwa ia menghalalkan perbuatan bunuh diri tersebut dan dianggap sebagai sesuatu yang sah dan halal, maka ia sudah murtad sehingga tidak boleh dimandikan, dishalatkan, dan dikuburkan di pekuburan kaum muslimin.

Dalam Fatwa nomor 8632, Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiyah wal Ifta dijelaskan bahwa orang yang mati bunuh diri dan ahli maksiat tetap wajib dishalatkan. Selama dia masih berstatus muslim.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

BEKERJALAHKAMU


(1) وقل اعملوا

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن والاه..

قال تعالى: ﴿وَقُلِ اعملوا فَسَيَرَى الله عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ﴾ (التوبة: من الآية 105)؛ أي أن عملكم لا يخفى على الله ولا على رسوله ولا على المؤمنين، ومن علم أن عمله لا يخفى رغب في أعمال الخير، وتجنَّب أعمالَ الشرَّ، بهمَّةٍ عاليةٍ مع إخلاص النية لله عزَّ وجلَّ، فالهمَّة العالية والنيَّة الخالصة إذا اجتمعتا بلغتا بالعبد غايةَ المراد.. قال تعالى: ﴿فَإِذَا عَزَمَ الْأَمْرُ فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ﴾ (محمد: من الآية 21).


الرسالة العظيمة لا بدَّ لها من همَّة عالية..

أيها الإخوان.. هذا نداءُ الله إليكم وإلى الناس أجمعين، وأنتم أَولى الناس بالمسارعة في الطاعات؛ لأنكم تحملون أعظم رسالة.. رسالة محمد صلى الله عليه وسلم، التي تحمل الخيرَ للدنيا بأسْرها، والتي لا يمكن أن تبلغَ غايتَها إلا بدعاةٍ يأخذون دينَهم بقوةٍ، ويتحمَّلون المسئوليةَ بجدٍّ وعزمٍ، قال تعالى: ﴿يَا يَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ﴾ (مريم: من الآية 12)، وقال: ﴿وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الأَلْوَاحِ مِن كُلِّ شَيْءٍ مَّوْعِظَةً وَتَفْصِيلاً لِّكُلِّ شَيْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ﴾ (الأعراف: من الآية 145) وقال: ﴿خُذُوا مَا آتَيْنَاكُم بِقُوَّةٍ﴾ (البقرة: من الآية 63).



فأَخْذُ هذا الكتابِ وحَمْلُ هذه الرسالةِ يحتاج إلى إحساسٍ عظيمٍ بالمسئولية، وشدةِ عزيمة وقوة شكيمة, ولا يطيق ذلك إلا الكرامُ الأخيارُ المستعدُّون للبذل والتضحية.. يقول الأستاذ الإمام حسن البنا رحمه الله لشباب الدعوة: "إنما تنجحُ الفكرةُ إذا قَوِيَ الإيمانُ بها، وتوفَّر الإخلاصُ في سبيلها، وازدادت الحماسةُ لها، ووُجد الاستعدادُ الذي يحمل على التضحية والعمل لتحقيقها".



أنتم الرواحل في هذه الأمة..

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: "تَجِدُونَ النَّاسَ كَإِبِلٍ مِائَةٍ لاَ يَجِدُ الرَّجُلُ فِيهَا رَاحِلَةً" وفي رواية: "لاَ تَكَادُ تَجِدُ فِيهَا رَاحِلَةً" (رواه الشيخان)، والراحلة: هي الجملُ النجيبُ القويُّ على حمل الأثقال وطول الأسفار مع جمال المنظر وحسن الهيئة، وهو قليلٌ نادرٌ، وكذلك المُنْتَجَبون من الناس القادرون على حمل الأعباء وتحمُّل المشاقِّ والتضحية من أجل الغايات العظيمة؛ هم قلة، لا تكاد تعثر في كل مائةٍ من الناس على واحدٍ منهم، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: "لاَ نَعْلَمُ شَيْئًا خَيْرًا مِنْ مِائَةٍ مِثْلِهِ إِلَّا الرَّجُلَ الْمُؤْمِنَ" (أحمد) وفي رواية: "لا نَعْلَمُ شَيْئًا خَيْرًا مِنْ أَلْفٍ مِثْلِهُ إِلَّا الرَّجُلَ الْمُؤْمِنَ" (الطبراني)، ولمثل هذا تتم عملية التربية في دعوتكم، أيها الإخوان، فلستم من أولئك الذين قيل فيهم:

إنّي لأفتَحُ عَينِيَ حِينَ أفتَحُها عَلَى كَثِيرٍ ولكن لا أرى أحَدا

بل إنكم تهيِّئون أنفسكم للقيام بدورٍ عظيمٍ في خدمة دينِكم وأمتِكم، تنهضون به، وتُنْهِضون الأمةَ معكم، ولهذا قال الإمامُ الشهيدُ المؤسِّسُ رحمه الله: "ومن هنا كثُرتْ واجباتُكم، ومن هنا عظُمتْ تبعاتُكم، ومن هنا تضاعفت حقوقُ أمتكم عليكم، ومن هنا ثقُلت الأمانةُ في أعناقكم، ومن هنا وجب عليكم أن تفكِّروا طويلاً، وأن تعملوا كثيرًا، وأن تحدِّدوا موقفَكم، وأن تتقدَّموا للإنقاذ، وأن تُعْطُوا الأمةَ حقَّها كاملاً من هذا الشباب".



لا تكونوا إمعات..

أيها الإخوان، إن وضوحَ أهدافِكم ونُبلَ غاياتِكم وسُمُوَّ مقاصدِكم، وتَفَهُّمَكم لحاجةِ الدنيا إلى دعوتكم لحَرِيٌّ أن يجددَ عزائمكم ويطلقَ طاقاتكم، ويدفعَكم إلى مقدمة صفوف المصلحين، ويمنعكم من التكاسل والفتور، أو التراخي والتردُّد، أو الاتصاف بالإمعية، وها هو نبينا صلى الله عليه وسلم يقول: "لاَ تَكُونُوا إِمَّعَةً، تَقُولُونَ: إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَحْسَنَّا، وَإِنْ ظَلَمُوا ظَلَمْنَا، وَلَكِنْ وَطِّنُوا أَنْفُسَكُمْ؛ إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَنْ تُحْسِنُوا، وَإِنْ أَسَاءُوا فَلاَ تَظْلِمُوا" (الترمذي).



يقول الأخ الأستاذ البهي الخولي رحمه الله: "إن الداعية يجب أن يشعر بأن دعوتَه حيَّةٌ في أعصابه، متوهِّجة في ضميره، تصيح في دمائه، فتُعْجِله عن الراحة والدعة إلى الحركة والعمل، وتشغله بها في نفسه وولده وماله، وهذا هو الداعيةُ الصادقُ الذي تُحِسُّ إيمانَه بدعوتِه في النظرةِ والحركةِ والإشارةِ، وفي السِّمَةِ التي تختلط بماءِ وجهِه".



من هذا المنطلق أردت أن أناجيَكم- أيها الأحبةُ- بهذه السلسلةِ من (حديث من القلب) أذكِّركم ونفسي فيه بواجبنا الأكبر ومهمَّتنا العظيمة، لتنهض هممُنا، وتَنْشط عزائمُنا، ونغادر الكسلَ والفتورَ، ونكون عند أمرِ الله لنا، وعند حُسْنِ ظنِّ أمتِنا بنا، لا يثنينا عن واجبنا ودعوتنا كثرةُ الخصوم ولا تكالب قوى الشر.


وأنا على يقينٍ أننا إذا حقَّقنا القوةَ في حَمْل دعوتِنا فسيقرِّب الله يومَ النصر ويحققُ الآمال، قال تعالى ﴿وَالَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِالْكِتَابِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُصْلِحِينَ﴾ (الأعراف: 170).
وتأمَّل أخي الكريم ما في قوله ﴿يُمَسِّكُونَ﴾ من دلالةٍ على القوة والحرص والعزم والجزم والهمَّة في الأخذ بالكتاب!.


وإلى لقاء آخر مع (حديث من القلب) أستودعكم الله الذي لا تضيع ودائعه.. والله أكبر ولله الحمد.

10 April 2009

Syura


Asww.

جدد فضيلة الأستاذ محمد مهدي عاكف المرشد العام للإخوان المسلمين تأكيد أن مبدأ الشورى هو


الذي يحكم قرارات الجماعة ومؤسساتها، وأن الإخوان سيختارون الأصلح لقيادة الجماعة في الفترة القادمة.



وقال لقناة (الجزيرة) اليوم: "لا فرقَ بين إخوان الداخل والخارج فنحن تربينا جميعًا على منهجٍ واحدٍ ومبادئ واحدة".



وشدد في حديثه على أنه لا يوجد داخل جماعة الإخوان تيار إصلاحي وآخر متشدد؛ لأن هذه تعريفات حزبية، مشيرًا إلى احتضان الجماعة لكافة الآراء والاتجاهات، وخضوع الجميع في النهاية لرؤية وقرار مؤسساتها.



وأبدى فضيلته تعجبه من إثارة الحديث عن عدم ترشيحه لفترة جديدة على الرغم من أنه حسم هذا الأمر عند قبوله المسئولية نزولاً على إرادة الجماعة وأصرَّ أن يتولاها لفترة واحدة.



وحول مسألة توريث الحكم لجمال نجل الرئيس مبارك، قال فضيلته: "عندما قال جمال إنه سوف يُرشِّح نفسه لانتخابات الرئاسة لم نعترض باعتباره واحدًا من الشعب، ولكن قلنا له بأن يترك قصر أبيه، ثم حدث ما حدث في انتخابات المحليات ومجلس الشورى من تزوير واعتقالات فقلت: الرجل الذي يرأس أمانة السياسات التي تحكم مصر لا يجوز له أن يصبح رئيسًا للجمهورية".



ونفى فضيلته أن تكون الجماعة في خلافٍ مع القوى السياسية والوطنية في مصر، ولكنه أكد في الوقت ذاته أن الإخوان يتحركون بنظامٍ وحكمةٍ وصبرٍ جميل نابعٍ من حرص الجماعة على مصلحة الشعب، وألا تسيل دماء، ولا تنتشر الفوضى بين أفراده نتيجة أية تحركاتٍ غير محسوبة.



وأشار إلى أن الإخوان طالما رحبوا بالحوار مع النظام، ولكنه لا يفي بوعوده، فكثيرًا ما جاء الوسطاء وأبدى الإخوان ترحيبًا بالحوار إلا أنهم انصرفوا ولم يعودوا في دليلٍ واضحٍ على أن هذا النظامَ لا يريد الحوار وينحاز بشدةٍ إلى أمريكا والكيان الصهيوني.



ورفض فضيلته مَن يقول إن أطرافًا في الجماعة تعارض تصريحاته ومواقفه بعد تعيينات مكتب الإرشاد الأخيرة، مشيرًا إلى أن تصريحاته تلك لم تكن فرديةً إنما مؤسسية تُعبِّر عن مواقف وآراء الجماعة.



وعبَّر عن إعجابه الشديد بالجيل الجديد من شباب الإخوان المدونين على الرغم من أن بعضهم يأخذون مواقف مضادة منه ويهاجمونه، موضحًا أن الخير والمستقبل في هذا الجيل، وأنه ليس من حق أحد أن يحكم على انتمائهم للجماعة أو يخرجهم منها.



وأكد فضيلته أن الإخوان المسلمين يدعمون القضية الفلسطينية، ولا يفرقون بين فصيلٍ وآخر، ويقفون بجانب الحق الذي يجب أن يعتز به كل فلسطيني وعربي، مستنكرين في الوقت ذاته الانحراف الخطير في مواقف حركة فتح بعد أوسلو ومدريد.



وكشف عن أن الإخوان المسلمين في إيران جددوا بيعتهم وارتباطهم بالجماعة، نافيًا بذلك ما أُثير حول انفصالهم.



وأضاف فضيلته أن الإخوان اختاروا عدم جواز حكم القبطي، ثم تركوا للشعب أن يحكم ويختار مَن يشاء.

SavePalestina


Organisasi-organisasi pro-Palestina di Eropa menyerukan semua organisasi hak asasi manusia yang peduli dengan hukum dan kemanusiaan untuk menyelamatkan satu setengah juta warga Palestina di Jalur Gaza yang masih berada di bawah blokade rezim Zionis Israel.

Juru Bicara kampanye Sameh Habib mengungkapkan, blokade Israel telah menyebabkan warga Gaza hidup dalam kesulitan dan tidak mendapat akses untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup mereka. Untuk itu, kata Habib, semua organisasi kemanusiaan di internasional harus menggalang kekuatan dan melakukan intervensi untuk mengakhiri blokade keji yang dilakukan rezim Zionis terhadap warga Gaza yang sudah berlangsung selama tiga tahun.

Seruan gerakan pro Gaza itu bersamaan dengan kunjungan tim bantuan dari Skotlandia yang dipimpin oleh anggota parlemen Skotlandia Pauline McNeill ke Jalur Gaza hari Kamis kemarin. Menurut Juru Bicara dari Komite Pemerintah Untuk Mengakhiri Blokade Israel, Adel Zu'rub, utusan kedua dari Eropa juga akan mengunjungi Gaza bulan Mei mendatang. Tim dari kota Milan itu akan membawa bertruk-truk bantuan medis untuk rumah-rumah sakit di Gaza.

Sementara itu, pimpinan Sinn Fein-salah satu partai politik terbesar di Irlandia-Gerry Adams juga mendesak Israel agar mencabut blokadenya di Gaza. Adams bahkan menyebut Jalur Gaza ibarat sebuah "penjara di alam terbuka".

"Blokade Israel di Gaza adalah tindakan yang sangat salah. Blokade itu merupakan bentuk penolakan total Israel terhadap hak asasi rakyat Palestina. Gaza ibarat sebuah penjara di alam terbuka. Warga tidak leluasa keluar masuk Gaza," kata Adams di sela-sela kunjungan dua harinya ke Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Dalam kunjungannya, Adams bertemu dengan perdana menteri dari Hamas, Ismail Haniyah, para pejabat PBB, para pimpinan komunitas sipil dan pimpinan otoritas Palestina Mahmud Abbas. Pada kesempatan itu, Adams juga mengatakan bahwa Israel harus melakukan pembicaraan dengan Hamas untuk mencari solusi atas koflik Israel-Palestina. (ln/prtv/PIC

08 April 2009

Demokrasi


Wasilah untuk Perubahan
Beberapa hari lagi kita akan melakukan Pemilu yang diselenggarakan oleh Pemerintahan Indonesia. Dan pesta demokrasi pun dimulai. Dengan itu pula komentar pembela dan penghujat demokrasi bertebaran. Saling serang sana-sini, saling lempar pernyataan dan klaim sepihak. Dan ini sebagian besar dilakukan oleh kalangan umat Islam sendiri.
Demokrasi menantang umat Islam untuk bertanding! Bagi yang tidak ingin bertanding sebaiknya diam dan menjadi penonton setia, dan bagi pemainnya sebaiknya tidak perlu mengikuti komentar-komentar penonton yang pada hiruk-pikuk berteriak-teriak.
Pemain sudah selayaknya berkonsentrasi kepada cara pemenangan pertandingan tersebut, tentunya dengan sesuai syar’i. Tingkat ke syar’ian ini pun sering menjadi polemik, antara komentar penonton dan para pemain yang sedang bertanding.
Itulah ibarat atlit yang sedang bertanding dengan dilihat penonton yang selalu bersorak-sorai, tak lupa dengan komentar celaan, makian maupun hujatan. Itu sudah biasa!
Dan seperti halnya, demokrasi adalah sebuah jalan sebagai prasarana yang hanya bisa dipergunakan untuk saat ini, dan partai adalah kendaraan sebagai sarana yang telah tersedia. Dengan itu kaum kafir menantang umat Islam untuk ikut serta dalam perlombaan tersebut.
Sesuatu hal yang haram dan halal telah ditetapkan secara qhot’i oleh Allah dan adapula sesuatu hukum yang bersifat halal dan haram bisa juga disesuaikan dengan ijtihad para ulama. Hal ini yang tidak boleh dinafikan. Dan inilah yang sering menjadi tolok ukur perbedaan ulama satu dengan yang lainnya. Mungkin kita perlu mengingat peringatan Allah kepada kita : “Katakanlah: ‘Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal.’ Katakanlah: ‘Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan (kedustaan) terhadap Allah?’ Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur.” (QS.Yūnus 59-60)
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta, ‘Ini halal dan ini haram,’ untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidaklah beruntung.” (QS. An-Nahl 116)
Sebuah ijtihad ulama tidak dapat dinyatakan mutlak kebenarannya dari ulama yang lainnya. Dengan kata lain, sesuatu yang diharamkan oleh ulama belum tentu sesuatu tersebut diharamkan oleh Allah.
Dan demokrasi itu sendiri adalah hal yang menjadi perdebatan para ulama, ada yang menyatakan halal untuk mengikuti demokrasi selama tidak meyakininya, dan ada yang mengharamkannya karena ke-tasyabuh-annya. Mungkin kita perlu mengingat pendapat seorang ulama yang menjadi banyak disepakati para ulama (al-Fakhr ar-Rāzi) “yaitu sesuatu yang bermanfaat adalah halal dan sesuatu yang mendatangkan mudharat adalah haram”. Jika demokrasi mampu mendatangkan kemaslahatan untuk kembali tegaknya khilafah Islamiyah, lalu apakah itu mutlak diharamkan?
Demokrasi adalah ajang latihan para umat Islam untuk dapat mengelola sebuah Daulah atau bahkan Khilafah. Ini adalah training untuk mendapatkan kembali kejayaan Islam. Sesungguhnya mengelola sebuah daerah tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, ada banyak masalah yang harus dipecahkan, ada banyak agenda yang harus diselesaikan.
Semua itu perlu latihan dengan tujuan yang jelas. Semua itu ketika umat Islam dapat memenangkan arena pertandingan ini (demokrasi).
Lalu seandainya umat Islam tidak ada yang mengikuti alur demokrasi itu sendiri, apakah mampu mereka menguasai sebuah daerah dengan legalitas yang jelas? Tentu tidak.
Tentu yang mendapatkan dan menguasai sebuah daerah tersebut pasti orang-orang non Islam. Dan umat Islam hanya menjadi kacung-kacung yang hanya mampu berteriak tetapi tidak mampu bertindak apapun.
Dan seandainya saja, umat Islam memenangkan golput. Apakah dengan golput bisa menguasai sebuah daerah? Tentu tidak, pemilu bukanlah sebuah rapat yang jika tidak dihadiri quota peserta rapat menjadi tidak sah. Kemenangan golput hanya mampu menjatuhkan sebuah kredibilitas pemerintahan tetapi bukan sebuah legalitas.
Dengan demokrasi ini Umat Islam ditantang untuk menerapkan system Islamnya yang menyeluruh dan sempurna dalam berbagai bidang. Dengan penerapan ini, jelas untuk memberikan sebuah pernyataan bahwa Islam telah memberikan solusi dari berbagai hal.
Mana mungkin Islam akan tegak dengan kata? Karena Rasulullah sendiri tidak hanya berkata-kata, tetapi menerapkan sistem syariat Islam kedalam pemerintahannya tanpa harus berteriak-teriak “tegakkan syari’at!”. (FA/inilah)

SYBUBUHAT


Asww.
Berhati-hati dengan Barang Syubhat

”Sesungguhnya yang halal itu sudah jelas dan yang haram itu sudah jelas, di antara keduanya ada perkara syubhat yang tidak diketahui oleh banyak manusia. Barangsiapa berhati-hati dengan yang syubhat, ia telah memelihara agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjatuh pada syubhat, maka ia telah terjerumus pada yang haram.” (Muslim)

Kalimat itu diucapkan Nabi Muhammad saw. lebih dari 14 abad silam. Beliau memberi peringatan kepada kita untuk berhati-hati dalam masalah halal dan haram, serta sesuatu yang tidak jelas di antara keduanya. Hal itu menyangkut rezeki yang didapat, makanan yang dikonsumsi, pakaian yang dikenakan, nafkah yang diberikan kepada keluarga, dan hal-hal lain yang terkait dengan hidup keseharian kita. Semuanya harus berasal dari yang halal, baik secara hukum maupun secara zat. Allah swt. memerintahkan kita untuk selektif dalam mengkonsumsi segala hal yang menjadi kebutuhan hidup kita.

“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena setan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 168)

Implikasi mengkonsumsi barang haram sangat signifikan bagi kehidupan seseorang, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia akan berdampak pada perilaku, akhlak, psikologi, emosi, kesehatan, dan keturunan kita. Sedangkan di akhirat ada dua kemungkinan: masuk surga dengan menikmati segala kenikmatannya, atau neraka dengan menanggung segala siksanya.

Karena itu tak heran jika Abu Bakar sangat ketat dalam hal ini. Di satu riwayat disebutkan bahwa suatu hari pembantu Abu Bakar datang dengan membawa makanan. Seketika Abu Bakar mengambil dan memakannya. Sang Pembantu berkata, “Wahai Khalifah Rasululillah, biasanya setiap kali aku datang membawa makanan, Anda selalu bertanya dari mana asal makanan yang aku bawa. Kenapa sekarang Anda tidak bertanya?”

Abu Bakar menjawab, “Sungguh hari ini aku sangat lapar sehingga lupa untuk menanyakan hal itu. Kalau begitu ceritakanlah, dari mana kamu mendapat makanan ini?”

Si Pembantu menjawab, “Dulu sebelum aku masuk Islam profesiku adalah sebagai dukun. Suatu hari aku pernah diminta salah satu suku untuk membacakan mantra di kampong mereka. Mereka berjanji akan membalas jasaku itu. Pada hari ini aku melewati kampung itu dan kebetulan mereka sedang mengadakan pesta, maka mereka pun menyiapkan makanan untukku sebagai balasan atas jasa perdukunan yang pernah kuberikan.”

Mendengar itu spontan Abu Bakar memasukkan jari ke kerongkongannya agar bisa muntah. Setelah muntah Abu Bakar berkata, “Jika untuk mengeluarkan makanan itu aku harus menebus dengan nyawa, pasti akan aku lakukan karena aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidak ada daging yang tumbuh dari makanan yang haram melainkan neraka layak untuk dirinya’.”

29 March 2009

Fikih


Asww.

Pertanyaan Sah atau tidak mengambil wudhu tanpa busana??????
Jawaban Assalamu alaikum wr.wb.

Berwudhu tanpa memakai busana dalam kacamata fikih adalah sah. Pasalnya ia tidak termasuk yang menghalangi keabsahan wudhu. Hanya saja, yang harus diperhatikan:

1. Jangan sampai ketika tidak memakai busana ia terlihat oleh selain isterinya sehingga auratnya terlihat oleh mereka

2. Jangan sampai ketika berwudhu atau sesudah berwudhu menyentuh auratnya (qubul dan duburnya) karena bisa mengakibatkan wudhu tadi batal. Ini berlaku bagi yang berpandangan bahwa menyentuh kemaluan mengakibatkan batal wudhu (lihat pada jawaban kami tentang hal ini di kolom pencarian). Sementara, bagi yang tidak menganggap batal, maka menyentuh kemaluan tidak bermasalah.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Wassalamu alaikum wr.wb.

27 March 2009

Musibah




P2B PKS Telah di Lokasi Musibah Situ Gintung

"Saat ini yang paling dibutuhkan masyarakat adalah bantuan makanan" Ujar Zulhendri saat dihubungi melalui telpon.
PK-Sejahtera Online: Jebolnya tanggul Situ Gintung mengejutkan semua orang. Musibah yang terjadi pada Jumat (27/3) pukul dua dinihari tersebut telah mengakibatkan banyak jatuh korban jiwa dan kerugian materil. Saat ini DPP PKS melalui Posko Penanggulangan Bencana (P2B) telah berada di lokasi Musibah sejak pagi.

kabar terakhir dari lokasi musibah, masyarakat melaporkan bahwa total korban hilang ada sekitar seratus orang. berita terakhir yang didapatkan Zulhendri, Korlap P2B PKS di lokasi musibah telah ditemukan 36 orang meninggal dunia.

Saat ini, PKS Kabupaten Tangerang dan PKS ranting Kelurahan setempat telah mendirikan posko di kampus salah satu perguruan tinggi yang dekat dengan lokasi musibah untuk membantu korban.

"Saat ini yang paling dibutuhkan masyarakat adalah bantuan makanan" Ujar Zulhendri saat dihubungi melalui telpon. Bantuan dalam bentuk makanan jadi mungkin lebih baik karena menurut Zulhendri, banyak masyarakat yang rumahnya hancur sehingga mungkin kesulitan apabila harus memasak.

"Saat ini empat orang dari tim kami (P2B PKS) bergabung dengan tim PKPU tengah menyusuri sungai. Siapa tahu masih ada korban yang tersangkut" Pungkasnya

19 March 2009

PembentukaNegaraPeralihan


Asww.
كشف فوزي برهوم، المتحدث باسم حركة المقاومة الإسلامية حماس عن وجود توافق بين الفصائل الفلسطينية على تشكيل حكومة وفاق وطني انتقالية لحين إجراء الانتخابات القادمة.

وقال برهوم إنه تم الاتفاق على طبيعة الحكومة المقبلة، بحيث تكون حكومة وفاق وطني انتقالية مؤقتة تُشكَّل وفق القانون الأساسي، وتعمل حتى إجراء الانتخابات المقبلة وتشكيل حكومة جديدة، كما أنه ما زال البحث جاريًا في موضوع برنامجها السياسي وتركيبتها الوزارية".

وأوضح برهوم أن لجنةَ التنسيق العليا للفصائل واصلت اليوم جلساتها ونقاشاتها في القاهرة بكل جديةٍ واهتمامٍ في القضايا التي رفعت إليها من اللجان الخمس المتعلقة بالشأن الفلسطيني، مشيرًا إلى أنها قامت بحصر نقاط الاتفاق والاختلاف حول القضايا المتعلقة بالمنظمة والحكومة والأمن والانتخابات؛ وذلك لاستكمال معالجتها.

وحول الملف الأمني قال برهوم: "لا تزال القضايا المتعلقة بهذا الملف تناقش بشكلٍ كبيرٍ ومكثفٍ من قِبل لجنة التنسيق العليا للوصول إلى جمع وجهات النظر وبشكلٍ واضحٍ ومتفق عليه من قِبل الجميع".

أما بخصوص قانون الانتخابات فأكد برهوم أن هناك وجهات نظر مختلفة في نظام الانتخابات، وحماس تريد أن تُعطي الفرصة لأكبر شريحة من أبناء الشعب الفلسطيني والنخب والمثقفين للمشاركة في العملية الانتخابية على أساس النظام المختلط (دوائر ونسبي) كما حدث في انتخابات 2006م، وألا يقتصر على النظام النسبي فقط؛ الأمر الذي يؤدي إلى حرمان قطاعات كثيرة من الاستفادة من المنافسة في الانتخابات