Showing posts with label APA PEMBELAAN ANDA?. Show all posts
Showing posts with label APA PEMBELAAN ANDA?. Show all posts

15 October 2008

Cerca


Asww.
PKS 'Hidup' dalam Caci Maki
“Kalau sudah punya cabang di mana-mana, di 5 benua, di dasar samudera, di ruang angkasa, emangnya kenapa? Sombong luh PKS, awas lho entar kuwalat-lat-lat-lat!,” ada yang sebegitu pedas mungkin cercaannya.

“Punya ratusan kader bergelar doktor dan ribuan sarjana saja sudah sok hebat, berlagak angkuh dan merendahkan pihak lain,“ ujar sejumlah kalangan menohok partai si bulan dan si padi.

“Tidak ada jaminan gelar pendidikan setinggi itu bisa menuntaskan permasalahan bangsa; yang penting kerja bung, bukan gelar“, tambah mereka yang semakin kesal dengan ulah PKS.

Sesungguhnya dunia cerca-mencerca, caci-memaki dan hina-menghina bukanlah barang baru dalam sejarah manusia. Itu sudah ada sejak dulu, setua sejarah kemanusiaan itu sendiri. Jadi arena caci-maki pun sesungguhnya warisan masa lalu, bedanya sekarang hujatan itu dihiasi bunga-bunga berbau PKS.

Sejarah membuktikan, semakin dewasa dan arif seseorang, maka semakin jauhlah ia dari perbuatan mencaci orang lain. Kedewasaan ini membuatnya mengedepankan ungkapan santun penuh kesejukan.

Sebaliknya begitu, semakin bijak dan dewasa seorang anak Adam, semakin sabar dan berwibawalah ia dalam menghadapi caci maki yang dialamatkan kepadanya, tanpa terpancing membalas cemoohan itu. Karena ia sadar, di balik hujan caci-maki, pasti ada hikmah kebaikan dari Tuhan. Jadi PKS patut bersyukur dengan semprotan lisan itu.

Di antara kebaikan dicerca adalah semakin terkokohkannya sifat atau akhlak mulia dalam diri seseorang. Sebut saja sifat mau dikoreksi dan membenahi diri. Sebab bisa jadi cercaan itu mengandung kebenaran, dan ini sangat bagus buat perbaikan PKS.

Selain itu, melalui penghinaan, PKS barangkali sedang dilatih untuk memaafkan. Karena bisa jadi yang mencaci-maki itu suatu saat insaf dan akan menjadi sahabat paling setia dan paling tulus dengan cara dimaafkan.

Penelitian ilmiah menyebutkan, memaafkan dapat menjadikan seseorang tidak mengulangi lagi perbuatan tidak baik yang pernah dilakukannya kepada seseorang. Di samping itu, kata para ilmuwan, memaafkan itu mendatangkan kesehatan jiwa dan raga.

Ilmuwan psikologi asal AS, Harry M Wallace dkk telah menerbitkan karyanya di jurnal ilmiah Journal of Experimental Social Psychology, volume 44, Maret 2008. Dalam bahasa Indonesia hasil judul temuan ilmiah itu berbunyi “Dampak memaafkan terhadap hubungan antar-pribadi: Apakah memaafkan akan menghalangi atau mendorong terulangnya perbuatan tercela terhadap orang lain?”

Hasilnya sungguh menakjubkan. Pernyataan maaf dari orang yang teraniaya kepada si pelaku perbuatan zalim itu ternyata membuat si pelaku pada umumnya tidak mau melakukan perbuatan buruk itu lagi. Tidak heran jika di negara maju, ‘memaafkan’ kini menjadi salah satu solusi bagi penanganan konflik antar pribadi, maupun antar kelompok masyarakat.

Memaafkan ternyata memiliki dampak positif terhadap kesehatan jiwa raga. Bahkan penggunaan ‘obat memaafkan sudah diujicobakan dalam penanganan pasien, dan berhasil baik. Ini diuraikan panjang lebar oleh Worthington Jr., pakar psikologi di Virginia Commonwealth University, AS, dkk dalam karya ilmiahnya, Forgiveness in Health Research and Medical Practice (Memaafkan dalam Penelitian Kesehatan dan Praktik Kedokteran), di jurnal Explore, Mei 2005

15 September 2008

Zakat


Zakat uang simpanan
Kategori : Zakat

Pertanyaan Assalamualaikum Wr. Wb.
Pak Ustad, kami ingin menanyakan masalah zakat maal, kami memiliki simpanan uang di bank yang jumlahnya telah melebihi nishob, tapi masalahnya beberapa bulan yang lalu telah dipinjamkan kepada seseorang sebesar
Rp. 100.000.000,-untuk tambahan modal usaha, dari usaha tersebut kami diberikan keuntungan oleh orang tersebut sebesar 2,5% ( kami tidak menentukan besaran prosentase tersebut tapi dari pihak peminjam yang menentukan )berlangsung selama 3 bulan. Setelah itu uang tersebut dikembalikan kepada kami,dan pinjam lagi sebesar Rp. 50.000.000,- dengan jangka waktu 3 bulan lagi dari pengembalian uang tersebut sampai sekarang belum mencapai satu tahun yang akan kami tanyakan sebagai berikut :
1. Wajibkah kami membayar zakat simpanan uang tersebut.
2. Apakah kami wajib membayar zakat dari hasil uang yang kami pinjamankan karena kalau kami hitung belum mencapai nishob.
Rinciannya sebagai berikut :
> Pertama pinjaman Rp. 100.000.000,- selama tiga bulan 2.5% X Rp.100.000.000,- X 3 = Rp.7.500.000,-
> Kedua 2.5% X Rp.50.000.000,-X 3= Rp. 3.750.000,-

Jumlah I + II = Rp. 11.250.000,-
Jumlah tersebut kalau dihitung dengan harga emas saat ini belum mencapai nishob, karena harga emas sekarang Rp. 240.000,-/gram.
Demikian atas jawaban Pak Ustad kami sampaikan terima kasih
Billahi taufiq wal hidayah Wassalammualaikum Wr.Wb.

Jawaban assalamualaikum wr.wb
Segala puja dan syukur kepada Allah Swt dan shalawat salam untuk RasulNya.
Zakat adalah bagian dari rukun islam yang lima, dimana ia merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap muslim yang kaya. kapankah seorang muslim di anggap kaya dalam pandangan syariah? yaitu ketika orang tersebut mempunyai harta sebanyak nishab yang ditentukan oleh syariah, 20 dinar, atau sama dengan 85 gram emas. jika seseorang muslim mempunyai harta sebanyak itu, maka ia wajib menzakatinya sebesar 2,5%. jika di konversi ke mata uang kertas, berapakah 85 gr emas itu? tergantung harga emas yang berlaku saat ini, misalnya satu gram harganya 250 ribu rupiah, maka 85 gram = 21.250.000 rupiah. dengan demikian seseorang yang memiliki harta minimal sejumlah itu, baik uang itu diputar untuk modal usaha atau disimpan di bank, atau di bawah bantal, ia wajib mengeluarkan zakatnya sebanyak 2,5%.



jadi jawaban untuk pertanyaan anda yang pertama, apakah harta anda yang sebanyak 100 jt yang anda simpan itu wajib dikeluarkan zakatnya: maka jawabannya adalah iya, wajib anda mengeluarkan zakatnya, yaitu sebesar 2,5% dari harta itu. kapan anda wajib mengeluarkan zakatnya, jika sudah sampai satu haul / tahun, misalnya anda memiliki harta 100 jt itu pada bulan ramadhan tahun kemaren, kemudian sampai ramadhan tahun ini harta itu masih ada dan tetap sampai batas nishab, maka anda wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 % dari seratus juta itu. namun jika anda ingin segera mengeluarkan zakat dari harta itu meski belum satu haul, maka tidak ada larangan, karena termasuk menyegerakan dalam berbuat baik, akan tetapi secara hukum belum ada kewajiban.



Adapun pertanyaan yang kedua apakah hasil / keuntungan dari uang yang dipinjamkan itu harus di zakati?. sayang sekali anda tidak menjelaskan secara detail, apakah keuntungan yang anda dapat itu bisa dikatagorikan sebagai hasil usaha yang dibenarkan atau tidak. karena kami tidak tahu apa bentuk akad / transaksi antara anda dengan orang yang memakai uang anda tersebut. jika bentuk transaksinya adalah meminjam, maka anda tidak berhak mendapatkan keuntungan itu, yang telah ditetapkan oleh peminjam sebesar 2,5% dari uang yang dipinjam dalam kurun waktu 3 bl. karena praktek seperti itu adalah riba, sama halnya anda meminjamkan uang sebanyak 100 jt, namun kembalinya nanti menjadi 1,75 jt.



Lain halnya jika bentuk akad / transaksi anda dengan orang tersebut adalah kerja sama, penyertaan modal. dimana anda sebagai orang yang menanam modal pada orang lain yang melakukan satu usaha, maka kerjasama seperti ini diperbolehkan. dan uang yang diputar untuk satu usaha, tentu penghitangan zakatnya juga berbeda dengan uang yang hanya disimpan saja.







wallahu a'lam.



wassalam.

07 September 2008

Manusia


Asww.
Kemanusiaan

"agama kita mengajarkan bagaimana kepedulian itu dilaksanakan, dengan mulai mempedulikan orang-orang yang terdekat dengan kita. Ini juga sekaligus untuk kembali menegaskan bahwa politik kita adalah untuk kemanusiaan", Tutup anggota DPR Komisi XI ini.
Politik PKS adalah Untuk Kemanusiaan."PKS ingin mempelopori perubahan wajah politik di dunia ini, karena wajah kekuasaan dalam politik sudah terlalu kental. Politik terlalu dipersepsi sebagai semata-mata cara untuk merebut kekuasaan, padahal seharusnya politik adalah untuk cita-cita mulia dan kemanusiaan". Demikian pernyataan sekjen DPP PKS Anis Matta, alam acara peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga di Medan sumatera Selatan, senin (1/9).

Menurut Anis, sejak awal PKS menonjolkan ide dalam kampanye, bukan karena PKS tidak memiliki tokoh, tetapi karena PKS menganggap bahwa ide lebih penting untuk dipahami oleh pemilih. Itu juga sebabnya PKS tidak terlalu sibuk merekrut artis. “Sebab kampanye yang sudah di mulai ini seharusnya mencerdaskan pemilih dengan ide bukan mengelabuinya dengan semata-mata menonton para artis". Demikian tambah ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional PKS itu di depan ratusan tokoh dan pengurus PKS Sumatera Utara.

Tentang Gerakan Peduli Tetangga yang baru diluncurkan ini, Anis mengatakan bahwa gerakan peduli tetangga ini adalah dalam rangka mengaktualisasi makna riil dari kepedulian sosial. "agama kita mengajarkan bagaimana kepedulian itu dilaksanakan, dengan mulai mempedulikan orang-orang yang terdekat dengan kita. Ini juga sekaligus untuk kembali menegaskan bahwa politik kita adalah untuk kemanusiaan", Tutup anggota DPR Komisi XI ini.

Ramadhan

Asww.

في رمضان: في رمضان

اجعلنا من الراشدين

اللهم حبب إلينا الإيمان، وزينه في قلوبنا، وكره إلينا الكفر والفسوق والعصيان، واجعلنا من الراشدين فضلا منك ونعمة.

اللهم خذ بنواصينا إلى الخير، وخذ بأيدينا إلى سواء السبيل، اللهم ربنا خالق كل شيء، ورازق كُلَّ حيّ، خشع لك سمعي وبصري، ولحمي ودمي، ومخي وعصبي، وعظامي، لله رب العالمين، سجد وجهي للذي خلقه وصوره، وشق سمعه وبصره تبارك الله أحسن الخالقين.

اللهم داو جراح معاصينا بدواء طاعتك، ونَوِّر ظلام قلوبنا بنور هدايتك، وأمدنا بروح من عندك، وأَعِنَّا على أنفسنا الأمَّارة بالسوء، حتى تتحول إلى أنفس لوامة، وأنفس مطمئنة راضية مرضية.

اللهم ذلل لنا العقبات في طريقنا، وسهل لنا الصعاب في حياتنا، اللهم لا سهل إلا ما جعلته سهلا، وأنت تجعل الحَزَنَ إذا شئت سهلا.

يا ذا الجلال والإكرام، يا ذا الجلال والإكرام، يا ذا الجلال والإكرام، يا ذا الطول والإنعام.

اللهم ردنا إليك ردا جميلا، اللهم رقق قلوبنا بخشيتك، واملأ جوانحنا بمحبتك، وارزقنا عينا دامعة وقلوبا خاشع

25 August 2008

Hamil


Asww.
Pertanyaan Assalammu'alaikum mohon jawaban dari ustadz. ada pasangan zina, yang telah menikah ketika usia kandungan si wanita 7 bulan. setelah anaknya lahir, harus menikah lagi? kalau orangtua wanita tetap tidak merestui, bagaimana? Mohon penjelasannya. Jazakumullah atas jabawannya.


Jawaban Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Pernikahan antara lelaki yang berzina dengan perempuan yang dizinahinya, hukum nikahnya sah berdasarkan hadist Rasulullah saw. yang berbunyi,

- Haramnya (pernikahan) tidak boleh mengharamkan yang halal (pernikahan) (HR Ibn Majah dari Ibn Umar dan al-Baihaqi dari Aisyah ra

Ini merupakan pendapat jumhur ulama dan termasuk pendapat 4 ulama madzhab: Abu Hanifah, Malik, Syafii dan Ahmad. Jadi, tidak perlu menikah ulang.

Hal ini berbeda jika ia menikahi wanita yang dihamili lelaki lain. Hukum pernikahannya tidak sah kecuali setelah selesai menjalani massa iddah dan bertobat. Namun dalam kondisi darurat, misalnya untuk menyelamatkan wanita tersebut dan maslahat baginya diperbolehkan menikahi tanpa menunggu masa iddah. Dalilnya adalah hadis di atas bahwa haramnya perzinahan tidak mengharamkan halalnya pernikahan.

Adapun terkait dengan restu orang tua si wanita, hal itu merupakan sebuah keharusan. Karena ia yang menjadi walinya.

Wallahu a‘lam bishshowab.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

04 August 2008

INGGRIS


Asww.
Mengkaji Indonesia dari Inggris
”Trust, kepercayaan, itu kata kunci dalam hubungan antarwarga,” kata Tifatul Sembiring, Presiden PKS. Pemimpin parpol kelahiran Sumatera Barat yang beristrikan wanita Solo ini menolak anggapan PKS punya agenda tersembunyi untuk mendirikan negara Islam. Tifatul juga meluruskan tuduhan bahwa sewaktu masih bernama PK (Partai Keadilan) partainya mendukung Piagam Jakarta.


Menjelang senja, di sebuah kampung di Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam. Seorang janda berusia 70 tahun sedang menyiram bunga di halaman rumah.

Tiba-tiba sekelompok polisi syariah lewat. Dengan suara keras mereka menghardik wanita tua tersebut agar segera masuk ke dalam rumah, karena dia tidak memakai penutup kepala. ”Seperti umumnya wanita Aceh, ibu saya sosok pemberani. Dengan tangkas, dia mengusir petugas tersebut sambil menyemprotkan air sehingga semuanya lari menyelamatkan diri dengan basah kuyup….”

Setelah mengungkapkan pengalaman ibunya, Dr Rizal Sukma, Deputy Direktur Executive Centre for Strategic and International Studies (CSIS), ini segera menambahkan, ”Sejak masih kecil beliau selalu pakai kerudung. Tetapi, ketika kebiasaan lama tersebut kemudian dijadikan peraturan daerah dan diberlakukan secara sembarangan, efeknya malah negatif sekaligus bakal menurunkan wibawa pemerintah daerah….”

Kisah di atas langsung disambut Prof Dr Dewi Fortuna Anwar, Direktur Program Riset dari Habibie Center, ”Situasi serupa juga menimpa kampung saya di pelosok Minangkabau yang kehidupannya dulu tenteram”. Dewi memprihatinkan kebijakan tersebut sebagai kurang kerjaan.

Perbincangan yang sering terasa keras, tetapi tetap santun ini muncul sesudah Tifatul Sembiring, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tampil berbicara pada sesi How can Islamic parties contribute to the ongoing process of democratization?

Sebelumnya Yenny Wahid, Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada sesi Political Islam, Pluralism and Modernization menegaskan tekad partainya untuk membela mereka yang tertindas. ”Siapa benar pasti akan kami bela meski mereka kelompok minoritas. Kami tidak berharap warga minoritas sesudah dibela lantas beramai-ramai mencoblos tanda gambar PKB dalam pemilu.” Yenny, lulusan Kennedy School of Government, Harvard University, AS, menjelaskan, ”PKB akan tetap membela yang benar karena sudah jadi prinsip. Kami tidak pernah melakukan play safe, hanya akan membela kepentingan mayoritas….”

Perbincangan semacam ini membikin suasana pada akhir musim dingin di Wiston House, Sussex, Inggris, awal Maret lalu, menjadi semakin hangat. Pertemuan diselenggarakan British Council bersama Department for International Development serta dukungan Foreign and Commonwealth Office, London, tersebut memilih tajuk ”Indonesia: Political and Economic Prospects”.

”Off the record”
Diskusi di rantau ini memang terkait dengan akan berlangsungnya pemilu berikut pemilihan presiden di Indonesia pada tahun 2009. Khususnya untuk bisa menjawab pertanyaan, bagaimana sesungguhnya pertumbuhan demokrasi di Indonesia selama lima tahun terakhir? Seberapa jauh keberhasilan pemerintah dalam menumpas teror berikut kemampuannya untuk meredam aksi kelompok ekstrem? Apakah pemberantasan korupsi telah berlangsung efektif? Dan apa yang masih harus dilakukan, untuk bisa memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus menjawab tantangan prospek pembangunan yang dilakukan pemerintahan SBY-JK?

Sebanyak 64 peserta, terdiri dari pejabat Pemerintah Indonesia, sejumlah pakar beragam lembaga ilmiah, partai politik, dan LSM dengan aneka latar belakang ikut hadir. Mereka antara lain Menteri Luar Negeri Dr Hassan Wirajuda sampai Smita Notosusanto, Governance Advisor Jakarta Office dari Department for International Development, Inggris. Mulai dari Sidney Jones, pengamat aksi teror dan gerakan Islam radikal di kawasan Asia Tenggara, hingga penasihat Presiden RI untuk masalah lingkungan, Prof Dr Emil Salim, dan Fauzi Ichsan, alumnus Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang kini menjabat Senior Vice President di Standard Chartered Bank, Jakarta.

Selain peserta dari Indonesia, sejumlah pakar asing juga tampil jadi pembicara, antara lain Dr Kirsten Schulze, sejarawan di London School of Economics and Political Science, Bill Spence, Vice President Shell International di Den Haag, sampai Joseph Saunders, Deputy Director of the Program Office at Human Rights Watch dari New York, AS.

”Semuanya berbicara dalam kapasitas pribadi. Agar pembicara bebas mengemukakan pendapat, seluruh diskusi pada dasarnya dinyatakan off the record. Para peserta boleh memanfaatkan informasi berikut pendapat yang berkembang dalam forum, tetapi tidak boleh mengutip nama, kecuali kalau yang bersangkutan telah mengizinkan,” pesan Wendy Head, Manajer Administrasi Pertemuan Wilton Park.

Tren membaik, …tetapi?
Para pembicara umumnya menyebutkan, sikap berikut arah yang ditempuh oleh SBY-JK cukup positif. Bahkan dalam menghadapi persoalan ekonomi, sektor makro diperkirakan tidak akan menghadapi gangguan. Namun, sebaliknya, sektor ekonomi mikro perlu mendapatkan perhatian lebih serius berikut perlunya langkah tegas dari pemerintah. Mengapa demikian, karena terkait pada beragam pengalaman pahit akhir-akhir ini; semisal krisis kedelai, minyak goreng, dan kelangkaan sejumlah komoditas pangan.

Menyinggung aksi teror yang dulu sempat menggoyang kestabilan nasional, dengan rinci seorang peserta menyebutkan bahwa kekuatan teroris sekarang telah menyusut sehingga diperkirakan mereka sudah tidak akan mampu melancarkan aksi berskala besar. ”…Mereka sudah tidak lagi mendapat dukungan dana dari luar, dilengkapi kesulitan merekrut anggota baru dan pengejaran yang terus-menerus dilakukan telah menyebabkan kekuatan mereka melemah dan terpencar-pencar.”

Ketika perbincangan menyinggung proses demokrasi di Indonesia, Dr Yudhi Latif, Direktur Executive Reform Institute, terus terang menyatakan, tantangan berawal dari meluasnya kebebasan berpolitik berikut perubahan peta kekuatan politik, baik di tingkat nasional maupun daerah, sebagai akibat lebih lanjut dari proses desentralisasi.

Kata kuncinya, ”trust”
”Trust, kepercayaan, itu kata kunci dalam hubungan antarwarga,” kata Tifatul Sembiring, Presiden PKS. Pemimpin parpol kelahiran Sumatera Barat yang beristrikan wanita Solo ini menolak anggapan PKS punya agenda tersembunyi untuk mendirikan negara Islam. Tifatul juga meluruskan tuduhan bahwa sewaktu masih bernama PK (Partai Keadilan) partainya mendukung Piagam Jakarta.

”…Baik semasa masih PK maupun setelah jadi PKS, partai kami tidak pernah mendukung Piagam Jakarta. Yang benar, kami pendukung Piagam Madinah. Yang intinya, menjamin keragaman masyarakat. Sikap semacam ini bukan berarti kami setuju dengan agama lain. Tetapi, kami harus berani mengakui kenyataan kemajemukan Indonesia. Ada agama lain di luar Islam dan kami wajib memberi kebebasan untuk menjalankan semua ibadat berlangsung damai.” Sebagai bukti, Tifatul menunjuk dua anggota DPRD dari PKS di Papua yang sama sekali bukan Muslim.

Pembicaraan selama tiga hari di Wilton Park, Sussex, memang tidak dimaksud untuk mencapai kesepakatan. Namun, yang pasti, semua peserta berharap bisa memiliki pemahaman mengenai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat dan juga Pemerintah Indonesia dalam mengayun langkahnya ke depan. Sayang, sejumlah pembicara yang tadinya diharapkan tampil sampai pertemuan selesai tidak bisa hadir. Mereka yang tidak hadir antara lain mantan Menteri Otonomi Daerah Prof Dr Ryaas Rasyid, Ketua Desk Anti Teror di Kantor Menko Polkam Ansyad Bai, Direktur Pertamina Ari Soemarno dan pendiri LSM APIK Nursyahbani Katjasungkana.

Kehadiran dalam perbincangan semacam ini memang bermanfaat. Minimal bisa meluruskan tersebarnya informasi keliru. Ketika Sidney Jones mengemukakan bahwa benih teroris Indonesia adalah para eks pejuang Afghanistan yang dikirimkan oleh Ketua Dewan Dakwah Moh Natsir, Prof Dr Din Syamsuddin langsung membantah.

Ketua PP Muhammadiyah menunjukkan, tercatat sukarelawan dari 24 negara yang dulu direkrut CIA, dinas rahasia AS, diajak bertempur di Afghanistan. ”Sebagian dari mereka memang jadi teroris karena terdampar di Malaysia dan bertemu Abdullah Sungkar yang telah melarikan diri dari Indonesia. Tetapi, sangat keliru mengaitkan sosok Moh Natsir dengan aksi teror. Para alumni Afghanistan tersebut dulu meninggalkan Indonesia karena direkrut CIA, sama sekali bukan dibina Pak Natsir.”

“Dengan hadir di sini, kita memperoleh informasi tangan pertama dan membuka wawasan memahami seluruh persoalan yang terjadi,” kata Clara Joewono, Ketua Dewan Juri Bung Hatta Anti-Corruption Award 2003-2004. Memang, dengan mengamati sekaligus ikut memperbincangkan persoalan Indonesia dari Wilton Park, segala sesuatu bisa dilihat dengan lebih jernih.

13 July 2008

KONSULTASI


Pertanyaan:

Ass. Wr. Wb.,

Alhamdulliahirabbil'alamin. Allahumma Shalli 'ala Muhammad wa 'ala alii Muhammad.
Ustadz yang dirahmati Allah, saya mendapatkan seorang ulama mengatakan keutamaan majelis Ilmu dengan mengutip hadist yang artinya kurang lebih "Barang siapa menghadiri majelis majelis Allah, maka pahalanya sama dengan 1000 kali shalat sunnah,1000 kali menjenguk orang sakit dan 1000 kali mengantarkan 1000 jenazah". Saya tahu begitu pentingnya menghadiri majelis2 Allah, namun pertanyaan saya adalah shahihkan hadist tersebut dan siapa perawinya.

Jazakallah atas jawabannya.

Wassalam,
Abu Tsabit

Abu Tsabit


Jawaban:

Assalamu alaikum wr.wb.
Hadis yang Anda maksudkan di atas terdapat dalam kitab Ihya Ulumuddin. Hadis tersebut menurut para ahli hadis adalah maudhu’ (palsu). Ini bisa dilihat dalam kitab al-Mawdhû’ât karya Abul Faraj (Ibnul-Jawzi). Menurut Ahmad ibn Hambal dalam sanadnya, hadis tersebut diriwayatkan di antaranya oleh Ishaq ibn Bahbah yang ia sebut sebagai orang yang paling bohong.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu alaikum wr.wb.

11 July 2008

Zakat


Asww.
Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam JAKARTA -- Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), KH Didin Hafidudin, menilai sinyalemen pengamat intelijen Dr Wawan Hari Purwanto tentang ''perlunya meneliti aliran dana zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) di Indonesia untuk memutus pendanaan teroris'', sebagai fitnah. Itu bisa merupakan kampanye hitam (black campaign) terhadap ajaran sosial dan pemberdayaan ekonomi umat Islam.

''Itu sebuah fitnah murahan. Kami jadi curiga, ada apa ini? Jangan-jangan pernyataan itu dia lontarkan dengan maksud yang tidak baik,'' cetus Kiai Didin, kepada Republika, Rabu (9/7). Protes senada disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsuddin.

''Program zakat bisa terganggu. Dari sudut muzakki (pemberi zakat), boleh jadi akan terpengaruh sehingga enggan mengeluarkan zakat. Dia harus mengklarifikasi, apalagi pernyataannya tanpa disertai bukti,'' tutur Din. Menurut Din, wacana seperti itu akan bersifat tendensius dan menimbulkan persepsi negatif. ''Itu tidak bisa disebut sebagai wacana, tapi fitnah. Saya berkeyakinan, tidak ada dana zakat yang disalahgunakan peruntukkannya, apalagi untuk tujuan yang tidak baik,'' tegas Din.

Pendayagunaan atau penyaluran zakat, lanjut Din, sangat jelas diatur Alquran, yakni kepada delapan ashnaf (kelompok). ''Tidak ada di situ untuk aksi terorisme,'' tukasnya. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, mengungkapkan, di dunia internasional yang tidak suka pada kebenaran ajaran Islam pun sering muncul tudingan seperti yang dilakukan Wawan. ''Mungkin ada benang merahnya ke arah sana,'' ujarnya. Atau, kata Tifatul, Wawan tidak mengerti sama sekali dengan pengelolaan ZIS. Pengelolaan dana umat ini memiliki standar yang sama di seluruh dunia Islam.

''Ketentuan penerima zakat ini sudah jelas aturannya. Hanya delapan ashnaf yang diperbolehkan mendapatkannya. Zakat hanya menangani kaum dhuafa atau orang-orang lemah seperti ibnu sabil, fuqoro, dan masakih,'' papar Tifatul.

Wacana kontra produktif
Sebelumnya, Wawan kepada Republika berdalih, pemerintah Arab Saudi juga menerapkan pengawasan terhadap penggunaan ZIS. ''(Pengawasan) Di sana pun menimbulkan reaksi dan protes. Jadi, wajar juga kalau pernyataan saya mengundang protes. Saya siap menjelaskan kepada MUI,'' tegasnya.

Wawan mengemukakan, ditemukannya bom berdaya ledak lebih dahsyat dari Bom Bali di Palembang, Sumatra Selatan, baru-baru ini, menunjukkan bahwa dana yang digunakan juga lebih besar. Namun, ia lupa bahwa banyak kalangan curiga, operasi terorisme di Indonesia lebih bernuansa rekayasa atas tekanan Amerika dan sekutunya untuk merusak citra Islam. Tapi, Wawan malah menyarankan pula agar permintaan ZIS yang dilakukan secara berkeliling dari rumah ke rumah diawasi. Sebab, dengan cara itu tak ada pengawasan penggunaannya untuk apa.

Kiai Didin, kembali menilai lontaran gagasan Wawan tetap tendensius. Ia meminta umat Islam tak terpancing apalagi sampai menghentikan memberikan ZIS pada saluran yang benar. Pernyatan Wawan--yang juga mendapat reaksi keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah dan Pusat--juga dianggap Kiai Didin tidak memahami tata kelola ZIS Indonesia. Baznas sendiri mengelolanya secara transparan dan profesional.

''Sesuai Sunah Rasulullah SAW, menyalurkan ZIS itu melalui badan amil zakat (BAZ) atau lembaga amil zakat (LAZ). Setiap tahun bahkan setiap tiga bulan, kami juga diaudit oleh akuntan publik independen,'' ungkap Kiai Didin. Direktur Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor itu juga menjelaskan, selain mengacu pada syariat Islam, penyaluran dana ZIS berdasarkan Undang-undang No 38/1999. Garis besarnya, zakat ditujukan untuk membantu fakir miskin, kesehatan, dan pendidikan mereka.

''Menggalakkan zakat adalah membantu pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan. Daripada menuduh tanpa bukti, saya mengajak saudara Wawan untuk mempelajari ajaran ZIS,'' kata Kiai Didin. Ia menambahkan, kebiasaan menuduh tanpa bukti atau sekadar wacana padahal masalahnya sangat penting berkaitan dengan kebutuhan masyarakat banyak, adalah perbuatan kontra produktif. ''BAZ dan LAZ berkhidmat untuk kepentingan masyarakat dan bangsa, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu,'' tandasnya. hri/djo/dam

10 July 2008

Operasi


Konsultasi : Fiqih Wanita
Operasi selaput dara

Pertanyaan:

Asaamualaikum wr wb...
Apakah hukumnya operasi selaput dara dalam islam?

Bagaimanakah hukumnya bila kasusnya seperti ini: Seorang wanita masih suci, bertunangan dengan calon suaminya, tetapi karena kekilafan si wanita, kesucianya terengut oleh laki-laki lain tidak sampai hamil.Calon suami mengetahui dan sangat terpukul,begitu juga keluarga tetapi tidak membatalkan pertunangan, karena sang wanita merasa sangat menyesal dan ingin bertobat.

Dalam menjalani hubungan pernikahan, sang suami tidak dapat memberikan nafkah batin kepada sang istri, dikarenakan selalu teringat kejadian buruk yang istrinya pernah lakukan dengan lelaki lain.Kerusakan fisik sang istri karena campur tangan lelaki lain yg tidak bertanggung jawab menjadi penyebabnya.

Beberapa teman dan keluarga menyarankan untuk oprasi selaput dara untuk menghilangkan bekas.Semua diniatkan untuk membahagiakan suami tercinta....apakah ini mungkin/diperbolehkan...?

terimakasih...wasalamualaikum wr wb...

Jawaban:
Assalamu alaikum wr.wb.
Bertobat adalah satu hal yang wajib dan harus dilakukan oleh wanita tersebut. Pasalnya bagaimanapun juga perbuatan zina yang ia lakukan, terlebih ketika sudah ada kesepakatan dengan pria lain untuk menikah dalam bentuk pertunangan, sama sekali tidak dapat dibenarkan dan merupakan dosa besar.

Selanjutnya dari aspek hukum Islam, operasi selaput dara memang bisa dilakukan selama sesuai dengan kaidah-kaidah syariat. Hanya saja yang lebih penting untuk diperhatikan dalam kasus ini adalah operasi selaput dara tersebut tidak menjamin bahwa suaminya akan rela dan menerima dengan lapang. Sebab, menurut kami yang lebih urgen adalah aspek psikologis dari suami. Dalam hal ini suami tentu mengalami trauma dan tekanan psikologis ketika mengetahui kondisi yang sebenarnya dari sang isteri.

Karena itu, yang pertama-tama harus dilakukan setelah tobat kepada Allah adalah bagaimana memastikan sang suami rela menerima kondisi isterinya di atas sebagai sebuah kenyataan pahit yang harus ia hadapi. Bicarakanlah hal tersebut secara baik-baik, dari hati ke hati dengan penuh keterbukaan. Kalau ternyata suami siap menerima kondisi isteri, maka adalah kewajiban isteri untuk memberikan perhatian dan pelayanan terbaik kepada suaminya tersebut. Namun, kalau ternyata sang suami tetap menolak dan tidak bisa menerima kondisi isteri yang pernah melakukan zina dengan orang lain, maka hendaknya hubungan di antara mereka diputus.

Pasalnya, sebuah rumah tangga tidak bisa dibangun di atas landasan keterpaksaan. Namun, ia harus dibangun di atas landasan cinta kasih dan saling percaya. Allah befirman,

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir ( ar-Rum: 21)

Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu alaikum wr.wb

03 March 2008

PEMBANTAIAN DI GAZZAH PALESTINA


Asww.
Alam Islami
- Kalangan Akademisi dan ahli sejarah Palestina menilai, hari Sabtu (1/2) merupakan peristiwa terburuk bagi Palestina sepanjang sejarah penjajahan Israel sejak tahun 1967. Tercatat 61 syuhada dan 160 luka akibat pembantaian Israel tersebut.

Pernyataan ini diungkapkan Dosen bidang sejarah Univeritas Islam Gaza, DR. Sami Abu Zuhri kemarin. Ia mengatakan, “Puluhan syuhada kemarin gugur dalam serangan biadab Israel ke wilayah Gaza. Peristiwa ini terjadi dua hari sejak pembantaian mereka di Gaza yang menelan 37 korban sipil, “ ungkap Abu Zuhri.

Jumlah ini merupakan paling banyak dalam sejarah penjajahan Israel terhadap Palestina atau sejak tahun 1967. Terutama karena dua hari sebelumnya mereka juga membantai 37 rakyat sipil yang meengakibatkan kehancuran di mana-mana. Inilah yang disebut Wakil Menteri Perang Israel, Metan Filani sebagai pembumi hangusan dan pembersihan massal Palestina.

Sementara itu, Abu Zuhri sebagai Juru Bicara Hamas juga menyebutkan, pembantaian Israel kali ini lebih sadis, karena 25 % korbanya terdiri dari anak-anak, disamping sejumlah wanita. Bahkan ada satu keluarga yang semuanya meninggal akibat serangan udara Israel ini.

Seperti keluarga Athoillah yang rumahnya hancur luluh diterjang rudal-rudal udara yang mematikan. Bapak Athoillah yang sudah tua renta bersama istrinya juga sejumlah anak-analnya meninggal syahid diterjang bom Israel secara bersama-sama. Mereka juga tak segan-segan untuk menghabisi bayi-bayi yang sedang menyusui bersamaan dengan ibunya sekaligus.

Israil tetap tidak menggubris reaksi dunia Internasional yang menentang kejahatan yang mereka lakukan, bahkan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak, Ahad malam (2/2), mengatakan: “Waktunya telah tiba untuk bertindak. Operasi militer akan berlanjut dan HAMAS memikul tanggung jawabnya,” kata Barak sebagaimana dikutip oleh laman Internet harian lokal Ha’aretz.

Barak mengeluarkan pernyataan itu selama pertemuan dengan para pejabat pertahanan termasuk Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Gabi Ashkenazi dan pemimpin Dinas Keamanan Shin Bet Yuval Diskin.

Siapa menuduh, siapa dituduh? Israel yang jelas-jelas anti perdamaian dan haus darah, mengklaim usaha-usaha mereka selama ini adalah untuk melindungi warga mereka.

Israel memang hanya paham dengan senjata kekuatan, tidak lebih dari itu.
Wa Islama… di mana kalian para pemimpin negara-negara Islam, di mana kalian wahai umat muslim dunia, dan di mana orang yang mengklaim memperjuangkan bangsa Palestina tapi masih bermesraan dengan Israil??Wassalam