18 October 2010

BANKSYARIAH


Bank-bank umum syariah kini tengah berlomba merebut pasar pembiayaan perumahan. Sejumlah terobosan lengkap dengan iming-iming kemudahan serta beragam keuntungan pun digelontorkan guna menarik calon nasabah.

Tengok saja Bank BNI Syariah. Dengan produk BNI iB Griya atau Griya Hasanah, bank syariah yang 99 persen sahamnya dikuasai PT Bank BNI Tbk tersebut telah mengeluarkan paket murah pembiayaan rumah.

General Manager Divisi Produk dan Prosedur Pembiayaan BNI Syariah, Edwin Fitrianto, memaparkan, untuk mengejar target ekspansi mencapai Rp 200 miliar dalam tiga bulan ke depan, pihaknya siap memanjakan calon nasabah dengan penyesuaian margin menggiurkan.

Bila diibaratkan dengan bank konvensional yang mematok bunga sampai 15 persen untuk pembiayaan rumah dengan jangka waktu 15 tahun, BNI Syariah siap bertransaksi dengan akad pembiayaan yang ekuivalen dengan bunga 10,5 persen.

“Penyesuaian margin tarif karena kita ingin menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat dan juga menciptakan persaingan yang baik,” kata Edwin kepada Republika, di Jakarta, Senin (18/10).

Edwin melanjutkan, pada setiap pembiayaan rumah dengan jangka waktu tertentu, BNI Syariah menyediakan margin tarif yang menggiurkan. Semakin pendek jangka waktu pengembalian pembiayaan, maka semakin menggiurkan margin tarif yang ditawarkan.

Kecuali menurunkan margin tarif, BNI Syariah juga menyediakan pembiayaan dengan nominal tak terbatas. Bahkan pembiayaan bisa dilakukan untuk rumah second onkompleks/real estate. Keuntungan lainnya adalah luasnya jaringan kerja sama BNI Syariah dengan pengembang perumahan.

“Sehingga pilihan masyarakat banyak dan kita pun memudahkan persyaratan pembiayaan,” kata Edwin

03 October 2010

LUMPUR


--Semburan lumpur lapindo di Sidoarjo masih terus bermunculan. Semburan paling mutakhir dari lumpur mengandung gas metan yang mudah terbakar itu muncul di rumah Fauzi, warga Dusun Babatan, Desa Besuki, Kecamatan Jabon Sidoarjo setelah di SDN Pejarakan dan Ponpes serta rumah warga lainnya.

Munculnya semburan di rumah Fauzi itu membuat panik keluarga dan tetangga sekitarnya. Sebab, kemunculan semburan lumpur mengandung gas metan itu diawali dengan suara gemuruh. ‘’Saat itu kami sedang nonton televisi di ruang keluarga,’’ papar Fauzi, Ahad (3/10).

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti longsor atau banjir. Setelah gemuruh itu, Fauzi yang sedang menonton televisi saling bertanya, suara apa itu?. Sesaat kemudian, tiba-tiba rembesan air bergelembung keluar dari lanai rumahnya. Gelembung air itu semakin lama semakin banyak. Sehingga, air memenuhi ruang demi ruang dari rumah keluarga Fauzi.

Bahkan ada lantai rumahnya yang ambrol. Lantai yang ambrol itu memang tidak terlalu luas. Ukurannya sekiar 30x25 centimeter. Dari amrolan lantai itu muncul air bercampur lumpur dan gas metan yang beramoma menyengat.

Melihat kondisi yang sangat mengkhawatirkan dan menakutkan itu, Fauzi mengajak istri dan anak-anaknya mengemasi barang-baangnya. Mereka lantas meninggalkan rumahnya begitu saja, untuk mengungsi ke tempat yang dinilai aman.

Tempat pengungsian untuk sementara, dia menumpang di rumah keluarganya di Surabaya. Namun, istri beserta anaknya ke rumah orang tuanya di Gempol, Pasuruan. ‘’Kami takut terjadi hal yang membahayakan. Makanya, kami pilih mengungsi,’’ kata Fauzi.

Keluarga Fauzi mengungsi karena munculnya semburan baru itu sebelumnya sudah bnyak yang terjadi. Namun, beberapa pekan terakhir ini semburan baru justru banyak terjadi di kawasan sebelah selatan lautan lumpur lapindo. Tepatnya di kawasan Kecamatan Jabon.

Itu mengingat, sebelumnya lumpur mengandung gas metan ini muncul di area pondok pesantren, lalu di sekolah SDN Pejarakan. Sehingga, banyak warga di kawaan Jabon yang semakin gelisah dan resah. Sebab, mereka masih banyak yang menempati rumah sebagai hunian, kendati sudah mendapat ganti rugi.

Sementara itu, staf humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), A Khusyairi saat dikonfirmasi mengaku masih belum mendapt laporan. Kendati demikian, dia menegaskan bahwa akan segera menurunkan tim ke tempat kejadian perkara (TKP).

Tim tersebut, dikatakan dia, selain untuk mengetahui kejadian yang sebenrnya juga ssebagai upaya mengatasi dampak kemunculan air mengandung gas metan tersebut. Menurut dia, di kawasan Jabon itu memang merupakan daerah yang banyak muncul semburan baru.

02 October 2010

BANK


I--Bank sentral Qatar mengeluarkan aturan pembiayaan baru yang dimaksudkan untuk meningkatkan keuntungan jangka panjang bagi perbankan syariah. Peraturan yang dibuat pada akhir Agustus lalu itu sengaja dikeluarkan untuk membatasi transaksi syariah di bank-bank konvensional.

Melalui peraturan itu, bank konvensional tak boleh mengalokasikan lebih dari 10 persen modalnya untuk mengoperasionalkan unit syariah. Bank konvensional juga dilarang membuka kantor cabang unit syariah yang baru. Peraturan itu juga membatasi pembiayaan syariah mudharabah dan musharakah sampai lima persen dari total pembiayaan atau kredit bank.

Perubahan itu rupanya mendapat perhatian dan respon positip dari pelaku perbankan di sana. Bahkan bayak investor yang menilai peraturan itu akan menguntungkan bank-bank syariah yang sesungguhnya. Di Qatar terdapat tiga bank syariah, yaitu Qatar Islamic Bank, Qatar International Islmic Bank, dan Masraf Al Rayan.

08 August 2010

PROMASJID


K - Sekelompok aktivis Yahudi dan tokoh masyarakat menyuarakan dukungan mereka bagi sebuah masjid yang direncanakan berdiri di dekat Ground Zero. Di antara para pendukung itu ada beberapa agamawan Yahudi atau rabbi yang cukup terpandang di New York.

Rabbi Arthur Waskow, dari Shalom Center Philadelphia bergabung dengan sekitar 30 pemimpin agama lain dan aktivis Yahudi Kamis. Mereka menyuarakan dukungan bagi Cordoba Initiative, lembaga yang memprakarsai pendirian masjid itu. Ia setuju dengan pendirian masjid itu, karena tak hanya menyediakan masjid, di lokasi itu juga akan menjadi area kegiatan warga sekaligus membantu orang belajar lebih banyak tentang Islam.

"Setiap kali ada pertumpahan darah atas nama agama, penting untuk mengatakan, tak ada satu agamapun yang mendukung kekerasan, termasuk Islam," ujarnya. "Inisiatif Cordoba akan selalu mengatakan bahwa kekerasan adalah bukan tentang Islam."

Mesjid dan pusat komunitas akan terletak dua blok dari lokasi serangan 11 September 2001. SoHo Properties, sebuah mitra usaha, telah membeli properti itu senilai hampir 5 juta dolar AS. Sedang untuk pembangunannya, diperlukan dana sedikitnya 100 juta dolar AS.

Sejumlah tokoh Partai Republik, termasuk mantan Gubernur Alaska, Sarah Palin dan mantan Ketua DPR Newt Gingrich mengkritik rencana tersebut, mengatakan bahwa hal itu sangat provokatif, karena masjid akan dibangun begitu dekat dengan tempat teroris Islam membunuh ribuan rakyat Amerika. Anggota Partai Republik lainnya, Rick Lazio, yang tengah berjuang mengumpulkan suara untuk pencalonannya sebagai Walikota New York, telah mempertanyakan dari mana dana untuk proyek ini berasal.

Liga Anti-Fitnah (ADL), sebuah kelompok hak asasi sipil Yahudi dikenal untuk advokasi kebebasan beragama, juga menentang proyek tersebut. "Ini bukan soal hak, tetapi pertanyaan tentang apakah mereka berhak," kata ADL dalam sebuah pernyataan. "Dalam penilaian kami, membangun pusat Islam di bawah bayang-bayang World Trade Center akan menyebabkan beberapa korban lebih sakit dan hal itu sangat tidak perlu." Pada hari Rabu, sebuah kelompok advokasi konservatif menuntut untuk menghentikan proyek.

Waskow sebelumnya dikenal sebagai seorang aktivis anti-perang yang mengecam Israel dan melobi untuk sebuah negara Palestina yang merdeka. Pada banyak kesempatan, ia menyatakan kecewa dengan oposisi ADL atas Masjid Ground Zero itu. "Saya benar-benar terkejut bahwa Liga Anti-Fitnah membuka pintu kebencian seperti itu," katanya.

Pada rapat umum hari Kamis, para pemimpin Yahudi berdoa, bernyanyi, dan memberikan cinderamata kepada Daisy Khan, salah satu pendiri dari Cordoba Initiative. Mereka mengatakan ratusan orang telah menandatangani pernyataan dukungan online bagi masjid itu.

Khan mengatakan pusat "akan didedikasikan untuk perdamaian, toleransi dan saling pengertian." Dia mengucapkan terima kasih kepada para pendukung rencana itu, termasuk Walikota New York Michael Bloomberg dan Gubernur Massachusetts, Deval Patrick

Dukungan


Agar al-imtidadud da’awi (penyebaran pertumbuhan da’wah) semakin berpengaruh dalam perubahan, pembinaan, dansiyaghatu al-binaai al-ijtima’i (penataan struktur kemasyarakatan), tidak cukup hanya kita respon dengan al-imtidadu tanzhimi(penyebaran pertumbuhan struktur dakwah). Begitu pula agar struktur kemasyarakatan ini semakin dekat dengan siyaghatu al-binaai al-Islamiy (tatanan struktur masyarakat islami), tidak cukup hanya kita respon dengan al-imtidadud tanzhimi,memperluas dan memperlebar struktur kita.

Respon-respon structural itu harus ditindaklanjuti dengan al-imtidad at-tarbawi(pengembangan pembinaan). Hajman wa waznan, baik kapasitas ataupun bobotnya. Pengembangan tarbiyah yang sudah merupakan pekerjaan kita sehari-hari dan merupakan basis operasional, harus kita kembangkan kapasitas daya tampungnya. Sudah banyak yang menunggu untuk ditarbiyah. Sekarang tidak terbatas pada level mahasiswa, pemuda, atau akademisi. Para professional, pengusaha, praktisi bisnis, banyak yang menunggu untuk ditangani secara tarbawi. Sehingga kapasitas tarbiyah kita harus meningkat. Efeknya, tuntutan kepada pengembangan manhaj tarbiyah pun harus meningkat.

Pendekatan tarbiyah untuk pemuda dan mahasiswa berbeda dengan pendekatan tarbiyah kepada alim ulama dan mubaligh. Berbeda pula dengan para professional, praktisi bisnis, dan lain-lain. Oleh karena itu, fann at-tarbawi, penguasaan teknis operasional tarbiyah harus semakin meningkat. Agar kapasitas tarbiyah daya tampungnya semakin luas.

Untuk menjaga kapasitas, daya dan bobot tarbiyah, jangan sampai tarbiyah kita berkembang nuansanya menjadi ta’lim, apalagi tabligh. Karena ta’lim itu tazwidul ‘ilm(pembekalan ilmu), dan tabligh itu tazwidul ma’lumat (pembekalan informasi). Sedangkan tarbiyah merupakan tashihul aqidah, tashihul fikrah, tashihul akhlaq, dantashihul ‘ibadah. Sehingga bobot taujihnya harus sangat menyentuh mafatihul uqul, mafatihul qulub, wa mafatihun nufus. Harus membuka kunci-kunci jiwa, hati, dan akal manusia. Tarbiyah harus lebih menggugah, lebih berkesan, dan lebih membangkitkan. Sebab tarbiyah bukan talqinul ulum.

Lapisan pendukung dan simpatisan dakwah menunggu penanganan kita. Kalau mereka merasakannya sama dengan majelis ta’lim umum, bahkan naudzubillah dirasakan sama dengan dakwahtainment, maka itu tidak akan menghasilkan potensi dakwah. Ini harus ditata. Karena tarbiyah itu merupakan kerja pertama dan utama jama’ah dakwah kita untuk membangun potensi SDMnya.

Walaupun begitu, tarbiyah, sebagai upaya manusia, bisa saja—naudzubillah—terjadiinfilath tarbawi/falatan tarbawi. Artinya hasil tarbiyah yang tidak terkontrol. Hasil kerja keras dan pengorbanan kita, bisa saja natijahnya jelek. Tidak saesuai dengan yang kita inginkan. Infilat tarbawi biasanya berbentuk:

1. Munculnya tasyaddud, sikap eksklusif, ekstrim, dan merasa benar sendiri. Ini harus dipantau. Padahal kita memiliki pandangan ijabiyah ru’yah (memandang sisi positif). Pada hakekatnya kebaikan itu ada di mana-mana. Cuma ada yang terkonsolidasi oleh kita dan ada yang belum.
2. Bersikap kamaliyat (perfeksionis). Seolah-olah tarbiyah itu targetnya menciptakaninsan malaki, manusia berkualitas malaikat. Ini juga bentuk infilat tarbawi, bentuk penyimpangan.
3. Bentuk infilath tarbawi yang lain adalah juz’iyyah. Hanya menukik di sector tertentu saja. Misalnya ruhiyah saja, sementara fikriyah kurang berkembang. Sehingga pertumbuhan cara berfikirnya ketinggalan. Tidak mampu menghadapi komunikasi fikriyah seperti yang kita jumpai di lapangan setelah musyarokah ini. Atau hanya menukik di bidang fikriyah atau siyasah saja. Padahal yang kita harapkan adalah tarbiyah yang integral dan terpadu.

Selain imtidad tarbawi, pertumbuhan dakwah kita juga menuntut imtidad tsaqofy. Kita harus belajar dan belajar, terus menerus. Kita harus mau membaca dan membaca. Baik bacaan yang tertulis di buku-buku, majalah-majalah, surat kabar, radio atau TV. Juga membaca kehidupan masyarakat. Ini semua penting. Sehingga tsaqofah kita berkembang, tidak ketinggalan di segala sector.

Kita bergaul dengan mereka yang beraneka ragam keyakinan, beraneka ragam latar belakang ideology, pendidikan, budaya, dan bahkan kepentingannya. Supaya kita tidak gagap, kekurangan modal ketika menghadapi mereka, maka tsaqofah kita harus ditingkatkan. Bagi yang masih mempunyai kesempatan belajar formal, silahkan tingkatkan. Apakah S1, S2, S3, kalau ada S4 kita masuki. Bagi yang pendidikan formalnya sudah tertib, maka informalnya harus iqro’, terus membaca. Memang kalau kita tidak pandai memenej waktu, tazwidul tsaqafah (pembekalan wawasan) ini akan merosot.

Imtidad tsaqofiy—hazman waznan—harus ditingkatkan. Apalagi ajaran Islam mengajarkan bahwa thalabul ‘ilmi itu minal mahdi ilal lahdi. Menuntut ilmu itu dari bauaian hingga liang kubur. Uthlubul ‘ilma walau bi shin. Walaupun di Cina. Padahal waktu itu dakwah Islam belum sampai ke Cina. Tapi kata Rasul carilah ilmu itu sampai ke negeri Cina.

Jama’ah kita ini, di mana pun, terkenal sebagai madrasah, di mana di dalamnya selalu belajar dan meningkatkan diri, sudah menjadi shibghoh yaumiyah, warna keseharian kita.

Imtidad fanni, penguasaan teknik operasional sesuai bidang dan tugas kerja kita, baik kerja tanzhimiyah atau kerja professional. Penguasaan teknis secara lebih mengerucut sesuai dengan latar belakang tugas kita semakin penting.

Berikutnya adalah imtidad idari. Organisasi kita semakin besar, memerlukan manajerial yang tangguh. Sesuai dengan karakter organisasi jama’ah kita, adalah bukan karakter birokrasi, tapi karakter mutathowwi’in (sukarela). Oleh karena itu kita harus membagi pendelegasian wewenang, tugas-tugas secara lebih merata dan lebih meluas. Mungkin kalau dilihat dari sudut pandang birokrasi—perusahaan atau pemerintahan—organisasi kita amat bengkak. Karena kita ini tidak ada keterkaitan antara penugasan dengan standar gaji. Kalau pun ada, itu sifatnya hanya ta’awun. Itu pun jauh dari standar untukma’isyah. Karena kaitannya bukan ma’isyah, tapi lebih kepada muwasholah(penyambung) saja.

Karakter organisasi yang mutathowwi’in, sukarelawan ini, tugasnya harus terbagi. Kewenangan didelegasikan d I dalam bidang-bidang. Kalau ada pos-pos yang kurang berjalan, kita tingkatkan agar lebih mampu berjalan dan memikul tugas secara lebih baik. Bukan dengan cara ditekel/diambil. Kita berusaha untuk meningkatkan para penjaga pos agar bertugas secara bertahap. Agar terbagi secara baik, terlaksana melalui prosesta’awanu ‘alal birri wat taqwa. Ini karena tanzhim kita adalah tanzhim mutatowwi’in, bukan birokrasi.

Karakter organisasi lain, yang terkenal sibuk dan bekerja adalah ketua dan sekretaris. Di organisasi kemasyarakatan itu hal biasa. Mudah-mudahan, insya Allah, itu tidak akan merembes kepada kita. Kita sudah terbagi, semua bekerja, yang penting adalah tanasuq dzaatii. Singkronisasi antar komponen organisasi dalam bidang tertentu, dan singkronisasi antara bidang dengan bidang yang lain. Setiap potensi kader harus termanfaatkan. Dengan begitu semakin meningkat kapasitas, bobot, dan kompetensinya.

Selanjutnya al-imtidad al-iqtishodiy(perkembangan ekonomi). Sampai sekarang pembiayaan dakwah kita masih dalam level konvensional melalui tadhiyyah dari ikhwan dan akhwat, dari ta’awun ikhowi yang luar biasa. Tentu berkahnya tidak diragukan. Tapi kalau diakaitkan dengan tugas berat ke depan, pengembangan ekonomi dakwah harus semakin professional. Basis ta’awun dan tadhiyyah harus selalu terpelihara, karena itu adalah modal awal. Tapi kalau modal awal itu tidak berkembang menjadi professional, maka akan banyak pembiayaan-pembiayaan dakwah yang tidak tertangani secara konvensional.

Sudah barang tentu, Allahu Ghaniyyun Karim. Semua sumber kekuatan, termasuk sumber ekonomi adalah dari Allah SWT. Tapi Allah memerintahkan kita bekerja. Rasulullah SAW pernah melihat seseorang yang setiap hari nongkrong terus di masjid. Beliau bertanya, “Siapa yang member nafkah dia?”. Sahabat menjawab, “Saudaranya”. Kata Rasulullah: “Saudaranya itu lebih baik dari dia”.

Umar bin Khattab juga melihat fenomena serupa. Ada orang terus menerus berdo’a di masjid. Kata beliau, “Alaa ta’khudzu fa’san, litahtathibu?” Mengapa kamu tidak ambil kampak, agar kamu mencari kayu. “Fa innas samaa la tumthiru dzahaban wa la fidhdhoh”, sesungguhnya langit tidak akan pernah hujan emas atau perak. Allah akan menurunkan rizki—apalagi rizki untuk dakwah, yang penting kita tampil di hadapan Allah dengan kerja keras.

Sudah tentu ini untuk para ikhwan dan akhwat yang mempunyai bakat di bidangnya. Kalau tidak mempunyai bakat jangan di dorong-dorong. Karena ada dua kerugiannya: bisnis rusak, dakwah rusak.

Disinilah kemudian peran takaful-ta’awun. Kita bakatnya berbeda-beda. Ada yang tumbuh dengan bakat ekonomi, bakat politik, bakat budaya, bakat kerja di charity. Dari semua bakat yang tumbuh ini terjadi ta’awun dan takaful, saling menopang.

Rasa berbagi dari ikhwah yang sukses ekonominya kepada ikhwan yang menekuni bidang lain harus ditumbuh suburkan. Supoaya tidak aka nada komentar dari masyarakat, “Kasihan itu ustadz, dibiarin sama ikhwannya” Walaupun ikhwan akhwat itu ikhlas, tekun menekuni bidangnya walaupun tidak berefek secara ekonomi. Tapi masyarakat yang akan berkomentar. Banyakl komentar itu dating kepada saya. Biasanya selagi masih dapat saya tangani, saya akan tangani sendiri. Kalau tidak, biasanya saya transfer ke ikhwan lain. Tapi kita tentu tidak harus menunggu komentar dari masyarakat. Maka, ikhwah harus mempunyai semangat berbagi. Alhamdulillah, beberapa ikhwah yang ekonominya baik, mempunyai daftar kafalah untuk ikhwah lain. Kalau kebiasaan ini ditumbuh suburkan, Insya Allah semakin berkah dakwah kita.

Perkembangan ekonomi ini, baik kapasitas atau bobotnya harus meningkat. Dari dulu sering saya komentari, Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi di liqo’at/halaqoh itu berkah. Tapi pasar itu lebih luas dari halaqoh. Ketika dating ke halaqoh ada yang bawa jilbab, yang ini bawa barang lainnya, insya Allah berkah. Tapi untuk ekonomi dakwah itu kurang. Salah satu yang dibangun Rasulullah SAW setelah hijrah itu adalah pasar. Maka semuanya harus seimbang anatara pertumbuhan tanzhimi, tarbawi, tsaqofi, fanni, idari, dan iqtishady.

Berikutnya adalah factor ijtima’i. Komunikasi social kita harus diperluas. Dalam hal komunikasi social, tidak perlu memakai taqwim nukhbawi (ukuran kader). Kita perluas komunikasi social kita, lintas partai, jama’ah, agama, dan etnis. Kita lakukan komunikasi secara luas. Karena keragaman atau pluralitas itu adalah fitrah. Rasulullah SAW juga mengembangkan hubungan secara luas. Bahkan ada komunikasi social yang jarang terungkap dari sirah nabawiyah, yang disampaikan Abu Bakar Shiddiq. Ketika menjadi khalifah pertama, beliau sangat memperhatikan kebijakan dan kebiasaan Rasulullah SAW.

Salah satunya, ternyata Rasulullah SAW melakukan komunikasi yang sangat baik dan akrab dengan seorang Yahudi yang buta matanya. Setiap pagi Rasulullah SAW datang mengantar roti dan susu. Orang Yahudi ini sudah tua dan giginya ompong. Kalau diberi roti yang kering dan ada air, roti itu dicelupkan. Kalau tidak ada, dikunyahkan Rasulullah, setelah itu disuapkan kepada orang Yahudi itu. Peristiwa itu hanya diketahui Abu Bakar.

Begitu Rasulullah wafat, Abu Bakar menggantikannya. Karena Yahudi ini buta, ia tidak tahu pada Abu Bakar. Ketika Abu Bakar menyuapkan roti, Yahudi itu berkata, “Siapa kamu?” Abu Bakar menjawab, “Saya biasa datang setiap pagi”—maksudnya menemani Rasulullah. Orang Yahudi berkata, “Tapi rasanya tidak begini, dia lebih halus dan lebih hangat”. Abu Bakar pun menangis.Ini adalah komunikasi lintas agama, dan itu merupakan bentuk riil dari rahmatan lil alamin. Sampai orang Yahudi pun menikmati Islam dalam keyahudiannya. Orang Kristen menikmati Islam dalam kekristenannya.

Walaupun entitas non muslim minoritas di Indonesia, tetap harus terjangkau oleh komunikasi social. Di lingkungan umat Islam diperkokoh. Jangan terhambat oleh beda yayasan, beda organisasi, beda partai. Kita harus terbuka. Kalau mereka mulutnya usil kepada kita, kita maafkan. Karena kita kader dakwah. Kadang-kadang ada organisasi yang terkontaminasi oleh kepentingan partai tertentu, lalu usil kepada kita. Maka kita harus lebih dewasa meresponnya. Tidak perlu terprovokasi oleh sifat-sifat yang kita yakini bukan sifat asli dari organisasi itu. Sekedar terkontaminasi, terkotori oleh kepentingan partai tertentu. Kita jangan mudah terpancing untuk kemudian ketus atau menjadi cuek kepda organisasi itu. Mereka tetap ikhwan kita, saudara kita seiman.

Alaqoh ijtima’i diperluas. Agar kehadiran kita diterima secara baik oleh seluruh komponen masyarakat, lintas partai, agama, dan organisasi. Kalaupun masih ada resistensi, itu bagian kecil dan biasanya berwarna ideologis politik.

Dalam berkomunikasi, prinsipnya, “sayyidul qaumi khadimuhum”, selalu berkhidmat. Dalam Islam, khidmat itu sampai ke tingkat “tabassumuka fi wajhika li akhika laka shadaqah”. Murah senyum, ramah, santun, itu merupakan modal dasar bagi komunikasi social kita.

Ini bagian dari tanhidiyah kita menuju mihwar daulah. Agar tingkat resistensi kehadiran kita di tengah-tengah pengelolaan kehidupan berbangsa dan bernegara semakin kecil. Karena masyarakat melihat realitas fenomena kesantunan, keramahan, dan keterbukaan kita dalam komunikasi, insya Allah resistensi itu semakin mengecil, ia akan selalu ada, tapi akan bisa kita kurangi.

Berikutnya. Imtidad siyasi. Ruang lingkup komunikasi politik harus diperluas. Kemampuan berkomunikasi politik sangat besar pengaruhnya. Komunikasi politik itu mencari kemungkinan-kemungkinan di tengah ketidakmungkinan. Mencari titik temu bersama. Kita kelola dengan baik, supaya tidak ada benturan yang tidak perlu. Kita memerlukan peluang dan ruang pertumbuhan. Untuk menjamin keamanan, ruang dan peluang pertumbuhan, kita harus mengurangi komplikasi-komplikasi politik dengan pihak manapun agar kita mencapai posisi yang aman, bahkan sampai ke posisi dominan. Peluang-peluang kita terbuka banyak. Itu harus kita manfaatkan untuk lebih mengokohkan dakwah dan memperbesar dakwah.

Terakhir, imtidad i’lami. Pertumbuhan di sektor media massa. Memang beberapa factor yang mencuat dan dianggap kendala adalah pembiayaan. Tapi ‘ala kulli hal, masalahi’lam (media) ini perlu dikemas secara baik. i’lam yang paling mendasar dalam gerakan dakwah ini adalah performance dari setiap diri kita. Setiap kita harus memancarkansum’ah thayyibah (aroma yang baik) bagi jama’ahnya. Itulah modal dasar i’lam.

Di tahun 50-an Sayyid Qutb pernah didatangi banyak aktivis Islam. Mereka mengeluh tentang i’lam. Ada yang berbicara kurang modal, ada yang berbicara masalah keamanan. Ada yang mengeluh majalah-majalahnya sering dibredel, diberangus, dicabut izinnya, atau kantornya digerebek. Sayyid Qutb berkata, “I’lam asasi adalah anfusuhum”. Media utama adalah diri kader itu sendiri.

Mrengelola i’lam ini terkadang gamang. Apakah ini tidak termasuk riya, apa tidak merusak zuhud kita, merusak tawadhu kita?

Kalau kita mengumumkan hal-hal yang terkait dengan pribadi, milik kita atau orang lain secara pribadi, itu baru bermasalah. Tapi kalau terkait dengan kepentingan public, yang kita kerjakan, itu justru diperlukan. Untuk merangsang orang lain mengikuti, membantu, dan mendukungnya. Sikap-sikap kita yang membela umat harus ditampilkan. Bahkan itu bisa wajib, karena mendukung eksisistensi dakwah kita, pertumbuhan dakwah kita.

Faktor-faktor tadi secara simultan bergerak, tumbuh, mutawazin, berkembang. Insya Allah dakwah ini bukan hanya berkembang, tapi pengaruhnya, suaranya mudah didengar. Komentarnya mudah diikuti. Kritiknya mudah diterima. Karena kapasitas dan bobottanzhimi, tarbawi, tsaqofy, fanni, idari, iqtishady, ijtima’i, siyasi, dan i’lamiterkelola, terkemas secara baik, simultan dan seimbang.

Insya Allah ini akan menjadi modal agar dakwah dan jama’ah kita berpengaruh. Jika berbicara didengar, Jika bertindak terasa.

Insya Allah jama’ah dakwah kita semakin berbobot. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan taufiq, ri’ayah, inayah. Memberikan tamkin kepada kita. Sehingga semakin mendekatkan diri kita kepada ridha Allah sampai pada li i’lai kalimatillahi hiyal ‘ulya.

ARRASUL


Mengapa Allah SWT mengutus para rasul alaihimus salam? Apa hikmah diutusnya para Rasul tersebut? Jawabannya adalah sebagai berikut:

1. Allah swt mengutus para rasul as untuk mengenalkan manusia tentang Rabb dan Pencipta mereka serta mendakwahkan mereka untuk beribadah hanya kepada-Nya.

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ [٢١:٢٥]

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (Al-anbiya (21): 25).

2. Kita mengetahui bahwa semua bagian tubuh kita telah diciptakan untuk tujuan dan manfaat tertentu (memiliki hikmah). Mata kita diciptakan dengan tujuan dan tidak diciptakan sia-sia, demikian pula hidung kita, telinga kita, bahkan bagian tubuh paling kecil pun diciptakan dengan manfaat tertentu dan tidak ada yang sia-sia. Maka tidak dapat diragukan lagi bahwa Kita secara keseluruhan pasti telah diciptakan untuk sebuah hikmah (tujuan) yang jelas dan tidak mungkin diciptakan sia-sia.

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ [٢٣:١١٥]
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ [٢٣:١١٦]

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) ‘arsy yang mulia. (Al-Mu’minun [23]: 115-116).

Namun Kita tidak mungkin mengetahui hikmah tersebut kecuali dengan pengajaran Allah swt melalui para rasul alaihimussalam.

Penduduk bumi hari ini, 100 tahun yang lalu berada di alam ghaib kemudian lahir ke dunia, dan setelah maksimal 100 tahun lagi pasti mereka meninggalkan dunia ini. Manusia tidak akan pernah tahu mengapa ia datang ke dunia atau mengapa ia keluar setelah datang kecuali dengan informasi dari Allah yang telah menciptakannya setelah sebelumnya ia tidak ada sama sekali. Kemudian ia datang ke dunia dalam keadaan hidup kemudian dimatikan untuk keluar dari dunia. Allah swt mengutus para rasul as untuk mengajarkan kepada kita permasalahan ini dan ia adalah perkara yang paling krusial dan terpenting yang tidak dapat kita ketahui tanpa mereka.

Allah swt Rabb yang telah menciptakan kita, Dia lebih mengetahui tentang apa saja yang dapat memperbaiki diri dan keadaan kita, apa saja yang menyucikan jiwa kita, membersihkan akhlaq kita dan Dia telah memberi petunjuk kepada kita melalui para rasul as tentang semua hal yang mengandung hakikat kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah swt berfirman:

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ [٢:١٥١]

Sebagaimana (Kami Telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (Al-Baqarah [2]: 151).

3. Allah swt mengutus para rasul untuk menyelamatkan manusia dari perselisihan tentang prinsip-prinsip hidup mereka dan menunjuki mereka kepada kebenaran yang diinginkan Sang Pencipta. Dia berfirman:

وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ ۙ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ [١٦:٦٤]

Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (An-Nahl [16]: 64).

4. Allah swt mengutus para rasul as untuk iqamatuddin (menegakkan agama-Nya), menjaganya (dari pemalsuan dan upaya penyimpangan), untuk melarang manusia berpecah belah (berbeda) tentangnya, dan agar manusia berhukum dengan hukum yang diturunkan-Nya. Allah swt berfirman:

۞ شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ ۖ أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ ۚ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ [٤٢:١٣]

Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا أَرَاكَ اللَّهُ ۚ وَلَا تَكُنْ لِلْخَائِنِينَ خَصِيمًا [٤:١٠٥]

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat. (An-Nisa [4]: 105).

5. Allah swt mengutus para rasul as untuk memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman tentang janji-janji kebaikan berupa nikmat abadi sebagai balasan ketaatan mereka; memperingatkan orang-orang kafir dengan akibat buruk kekafiran mereka, juga untuk membatalkan alasan kekafiran mereka di akhirat karena rasul telah menyampaikan kebenaran kepada mereka (sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak tahu kebenaran). Dia berfirman:

رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا [٤:١٦٥]

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An-Nisa [4]: 165).

6. Para rasul as diutus untuk memberikan uswah hasanah (keteladanan yang baik) bagi manusia dalam perilaku yang lurus, akhlaq yang utama, ibadah yang shahih dan istiqamah di atas petunjuk Allah swt. Firman Allah swt:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا [٣٣:٢١]

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al-Ahzab [33]: 21).

Semua arahan dan petunjuk Ilahiyah yang mulia ini sekali lagi tidak mungkin dipahami dan dijangkau oleh manusia dengan semata menggunakan akal mereka yang sangat terbatas dan lemah. Mereka hanya dapat mempelajarinya melalui wahyu Allah swt kepada para rasul-Nya.

06 July 2010

कीसः shahabiyah


Nama lengkapnya Shafiyah binti Huyay bin Akhthab. la adalah putri pemimpin Yahudi Bani Quraizhah, Huyai bin Akhthab. Ayah Shafiyah adalah pemimpin terbesar kaum Yahudi.

la termasuk salah satu di antara tawanan perang Khaibar dan menjadi bagian Dihyah Al-Kalbi. Rasulullah memberikan kepada Dihyah tawanan lain sebagai gantinya. Kemudian Beliau memberikan tawaran kepada Shofiyah antara memilih masuk Islam dan dinikahi oleh Beliau atau tetap beragama Yahudi dan dibebaskan. Shafiyah memilih masuk Islam dan dinikahi oleh Rasulullah. Rasulullah menikahi Shafiyah ketika pulang dari Khaibar menuju Madinah.

Shafiyah berusaha untuk mengejar ketertinggalannya dalam berislam selama ini. Sehingga setiap waktu ia selalu gunakan untuk beribadah kepada Allah. Ia adalah orang yang sangat jujur, berkata apa adanya dan bukan basa basi, hatinya bersih dan keterbukaannya tulus.

la merawikan 10 hadits dari Nabi. Di antaranya, ia berkata, “Suatu malam, Nabi beri’tikaf di masjid, lalu aku datang mengunjungi Beliau. Setelah selesai mengobrol, aku berdiri dan hendak pulang. Beliau pun berdiri untuk mengantarku. Tiba-tiba dua laki-laki Anshar lewat. Tatkala mereka melihat Nabi, mereka mempercepat langkah mereka. “Perlahankanlah langkah kalian! Sesungguhnya ini adalah Shafiyah binti Huyai!” kata Nabi. “Maha suci Allah, wahai Rasulullah”, kata mereka. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya setan itu berjalan pada aliran darah manusia. Sebenarnya aku khawatir, kalau-kalau setan membisikkan tuduhan dusta atau hal yang tidak baik dalam hati kalian.” (HR. Al-Bukhari).

Di hari-hari terakhir kehidupan Utsman bin Affan RA, Shafiyyah RA menorehkan sikap mulia yang menunjukkan keutamaan dan pengakuannya terhadap kedudukan Utsman bin ‘Affan RA. Kinanah berkata, “Aku menuntun kendaraan Shafiyyah ketika hendak membela Utsman. Kami dihadang oleh Al-Asytar, lalu ia memukul wajah keledainya hingga miring. Melihat hal itu, Shafiyyah berkata, ‘Biarkan aku kembali, jangan sampai orang ini mempermalukanku.’ Kemudian, Shafiyyah membentangkan kayu antara rumahnya dengan rumah Utsman guna menyalurkan makanan dan air minum.”

Sikap mulia ini menunjukkan ketidaksukaan Ummul Mukminin Shafiyyah RA terhadap orang-orang yang menzhalimi dan menekan Utsman, bahkan membiarkannya kelaparan dan kehausan.

Ibnu Al-Atsir dan An-Nawawi rakimahumallah, memujinya seperti berikut, “Shafiyyah adalah seorang wanita yang sangat cerdas.” Sedangkan Ibnu Katsir rahimahullah, berkata, “Shafiyyah adalah seorang wanita yang sangat menonjol dalam ibadah, kewara’an, kezuhudan, kebaikan, dan shadaqah.

10 June 2010

MURAHAN


Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas menjelskan soal tawaran paket bantuan presiden AS Barrack Obama sebesar 400 juta dolar ke Gaza sebagai sebuah "publisitas murahan."

Jurubicara Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan hari Kamis kemarin (10/6) bahwa paket bantuan bahwa Obama telah menawarkan hanya berupa angka-angka.

Komentar itu muncul sehari setelah Obama menjanjikan paket 400 juta dolar bantuan untuk Jalur Gaza selama pertemuannya dengan Kepala Otorita Palestina Mahmoud Abbas di Washington.

Abu Zuhri mengatakan bahwa tawaran AS itu hanya dimaksudkan untuk "menghiasi" citra Zionis Israel dan memungkinkan untuk melanjutkan tindakan kriminal Israel, termasuk pengepungan Gaza.

Tawaran Obama adalah tawaran yang bermasalah dan kosong dari makna karena itu semua adalah bagian dari kebijakan AS untuk menghiasi pengepungan Gaza," katanya.

"Inilah hiasan atas citra pendudukan Israel dan memungkinkan mereka untuk melanjutkan kebijakan pidananya," tambah Abu Zuhri.

Blokade Israel telrhadap Gaza telah menyebabkan sekitar 1,5 juta orang di Gaza kehilangan makanan, bahan bakar dan keperluan lainnya sejak tahun 2007.

Pejabat Hamas juga mengkritik Otorita Palestina yang mau menyetujui perundingan dengan Israel setelah serangan mematikan Tel Aviv terhadap armada kebebasan.

"Pernyataan Abbas bahwa ia akan melakukan negosiasi dengan pendudukan Israel adalah tusukan berbahaya dari belakang terhadap rakyat Palestina dalam terangnya pembantaian terhadap armada Kebebasan," dikutip AFP atas perkataan Abu Zuhri.

At least eight Turkish nationals were killed during the assault, which left at least 20 activists dead and injured dozens more on May 31.

Setidaknya delapan warga Turki tewas dalam serangan itu, yang menewaskan sedikitnya 20 aktivis dan puluhan lainnya terluka pada 31 Mei.

Serangan mematikan terhadap konvoi armada Kebebasan, yang membawa bantuan kemanusiaan ke terkepung Jalur Gaza, telah menimbulkan kecaman internasional.

05 June 2010

RELAWAN




Tak banyak media yang berkesempatan untuk menyorot lebih dekat siapa saja yang aktif di balik kesuksesan Armada Freedom Flotilla yang membuat Israel babak belur di mata masyarakat internasional. Begitu banyak ormas dan lembaga kemanusiaan lain yang ikut andil dalam Freedom Flotilla ini. Tapi, IHH atau Insani Yardim Vakfi pimpinan Fahmi Bulent Yildirim tergolong sukses menjadi motor sekaligus fasilitator dalam manuver luar biasa ini.

Salah satu aktivis yang cukup disegani di IHH adalah seorang akhwat. Beliau bernama Gulden Sonmez. Kiprahnya bersama para aktivis IHH lain, dalam beberapa bulan terakhir ini, telah membuat pimpinan negara Yahudi menjadi tujuh keliling.

Mujahidah kelahiran tahun 1969 di sebuah daerah pegunungan di Siyas, Turki, ini, adalah salah seorang dari 15 anggota dewan eksekutif IHH yang memiliki kerja sosial di lebih 100 negara. Di atas dewan eksekutif ini adalah Presiden IHH. Di bawah dewan eksekutif ada dewan pekerja. Dan di bawah dewan pekerja ada departemen-departemen amal khairiyah.

Gulden Sonmez bersama beberapa aktivis IHH dan Mazlumder

Walau di posisi super sibuk itu pun, muslimah berkacamata yang kerap berkalungkan kafiyeh khas Palestina ini punya posisi lain. Gulden Sonmez juga sebagai wakil presiden dari Mazlumder, sebuah organisasi hak asasi manusia terkemuka di Turki.

Pada April lalu, Gulden sempat’mengobrak-abrik’ negara Yahudi itu dalam kasus penangkapan salah seorang aktivis IHH perwakilan Palestina, Izzet Sahin. Sahin ditangkap Israel di sebuah pos perbatasan Gaza, dan mendekam dalam penjara sempit dan gelap Israel selama kurang lebih 21 hari. Bahkan, menurut Gulden, Sahin sempat diinteregoasi Israel selama 30 jam.

IHH menugaskan Gulden yang didampingi seorang aktivis IHH untuk melakukan advokasi hukum terhadap Izzet Sahin. Dan upaya muslimah lulusan Fakultas Hukum Universitas Marmara Istanbul ini ternyata berhasil. Sahin akhirnya bisa pulang ke Turki.

Izzet Sahin saat bisa kembali ke Turki dan bertemu keluarga.

Menariknya, walau Gulden aktif sebagai pengacara di IHH, muslimah yang menikah tahun 1994 dengan Umit Sonmez yang juga aktivis Islam ini tidak bisa berkerja di kantor pengacara. Pasalnya, Turki masih memberlakukan pelarangan jilbab di kantor-kantor pemerintah, termasuk kantor pengacara. Dan buat Gulden, jilbab jauh lebih bernilai dari posisi apa pun di kantor pengacara.

Gulden Sonmez ketika memberikan arahan kepada para aktivis muslimah

Karena itulah, Gulden yang sejak tahun 1997 memperjuangkan penghapusan pelarangan jilbab, hingga kini masih gigih memperjuangkan itu. Pasalnya, hingga kini, pelarangan jilbab masih berlaku di sekolah dan kantor pemerintahan Turki.

Satu hal yang begitu tajam diungkapkan aktivis yang jarang bicara ini. ”Jangan mengira Anda sedang menolong Palestina. Sebenarnya, kitalah yang sedang menolong diri kita sendiri,” ucap Gulden Sonmez kepada beberapa aktivis kemanusiaan asal Indonesia saat berada di atas kapal Mavi Marmara yang akhirnya dibajak tentara Israel. mnh/Mazlumder, Sahabat Al-Aqsha, dan Hidayatullah

02 June 2010

HAMASKECAM


Hamas mengecam pernyataan Dewan Keamanan PBB tentang serangan Israel terhadap konvoi bantuan Gaza, dan mendesak semua negara untuk memutuskan hubungan diplomatik mereka dengan Israel.

Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat di mana 15-negara anggotanya menyerukan penyelidikan "yang tidak memihak, kredibel dan transparan" atas insiden itu dan mengutuk perbuatan-perbuatan yang mengakibatkan hilangnya warga sipil dan melukai banyak orang.

"Apa yang Dewan Keamanan telah lakukan hari ini, di bawah bayang-bayang veto AS, tekanan dan bias, adalah sebuah pengkhianatan bagi kemanusiaan dan bukan hanya bagi rakyat Gaza dan para pendukungnya," kutip Reuters atas pernyataan Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misy'al pada Selasa kemarin (1/6).

"Israel harus dihukum ... dan kami menyerukan pengadilan terhadap Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan semua pemimpin Zionis sebagai penjahat perang," katanya.

Pemimpin senior Hamas juga meminta semua negara untuk memotong segala hubungan mereka dan kontak mereka dalam segala bentuk dan tingkatan dengan Zionis Israel, ia juga memberi peringatan bahwa melakukan kontak dan hubungan dengan Israel adalah hadiah untuk kejahatan atas aksi mereka.

Misyal juga meminta Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev untuk mengambil inisiatif berani dengan sebuah keputusan bersejarah untuk mematahkan blokade di Gaza dan memaksa Israel untuk melakukan itu.

Dia juga meminta Mesir untuk membuka perbatasan Rafah - satu-satunya wilayah yang tidak berada di bawah kendali Israel, dan mencatat bahwa pengepungan telah gagal sebagai alat politik di Gaza dan memaksa Hamas dan pejuang Palestina untuk mengalah.

Uni Eropa, Organisasi Konferensi Islam dan Rusia termasuk di antara mereka yang telah menuntut penyelidikan atas serangan militer Israel terhadap armada kebebasan gaza dan mengakhiri embargo - namun permintaan itu ditolak mentah-mentah Israel.

Sementara itu, Gedung Putih hanya menyatakan "penyesalan" pada korban jiwa dan cedera yang diakibatkan oleh penggunaan kekerasan oleh pasukan Israel, gedung putih hanya sampai pada kalimat 'menyesalkan' tanpa berani mengutuk

01 June 2010

DUTA


Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yordania mendapat informasi bahwa 11 warga negara Indonesia (WNI) yang turut serta dalam aksi kemanusiaan di armada kebebasan (Freedom Flotilla), saat ini ditempatkan di suatu penjara sipil, Kota Besherfa, Israel.

Juru bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal dalam konferensi pers di Kantor Kepresidenan di Jakarta Selasa mengatakan, 11 WNI itu berada bersama ratusan relawan lain di penjara sipil umum yang dijaga militer, guna menjalani interogasi. Sedangkan 1 WNI yang luka-luka saat ini dirawat di Rumah Sakit London di Kota Haifa.

Namun, menurut Dino, sampai saat ini Kedubes RI di Yordania belum berhasil memperoleh identitas 1 WNI yang terluka maupun kondisi terakhir apakah luka ringan atau berat. "Ini sedang dikejar terus oleh Dubes kita di Yordania dan KBRI Yordania telah membentuk satuan tugas dan dalam waktu dekat akan mengirimkan tim ke Ramalah untuk mencari kepastian lebih lanjut mengenai nasib 12 WNI," kata Dino.

Menurut Dino, gugus tugas itu yang nantinya akan mengatur teknis kepulangan 12 WNI yang ikut dalam misi armada kapal kebebasan yang melibatkan 700 orang dari 50 negara yang hendak mengirimkan 10 ribu ton barang batuan untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza.

"Teknisnya akan diatur nanti, tapi yang jelas kalau mengenai urusan dengan Palestina, itu kedutaan kita di Yordania berkedudukan di Amman akan menangani. Yuridiksi di bawah kedutaan di Amman itu, nanti secara teknis mereka akan mengatur, mereka telah bentuk task force khusus untuk mengurus masalah ini," katanya.

Dino mengatakan bahwa Dubes RI di Yordania, Zainul Bahar, telah bertemu langsung dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Kedubes Palestina di Amman guna memperoleh informasi terakhir tentang 12 WNI yang berada di dalam kapal Mavi Marmara yang diserang oleh tentara Israel.

Dubes RI di Amman, lanjut dia, aktif melakukan komunikasi dengan otoritas Palestina. Sedangkan Dubes Palestina di Indonesia aktif membantu berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kantor Kepresidenan dan otoritas Palestina.

Sesuai pernyataan resmi pemerintah Indonesia yang telah dikirmkan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dino mengatakan, Indonesia mengutuk dan meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakan ilegal tersebut. Indonesia menyerukan investigasi atas peristiwa tersebut dan meminta para relawan yang ditahan oleh Israel segera dibebaskan.

31 May 2010

KELEMAHANKITA


Dengan nama Allah, Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam bagi Rasulullah dan orang-orang yang mengikutinya, amma ba’du.

Berbagai peristiwa besar yang menimpa umat Islam mendorong kita untuk selalu merenung tentang kondisi umat Islam yang sebenarnya. Dulu, generasi awal umat ini berpegang teguh pada agamanya. Merekalah umat yang luhur, dimana tentara mereka dapat berdiri tegak dihadapan pasukan musuh yang melampaui batas, yang terbesar pada masa itu.

Saat itu mereka mengatakan, “Sesungguhnya Allah mengutus kami untuk mengeluarkan umat ini dari penyembahan kepada hamba sahaya menuju penyembahan kepada Allah Ta’ala yang satu. Mengeluarkan manusia dari kezaliman berbagai agama kepada keadilan Islam. Membebaskan manusia dari sempitnya dunia menuju luasnya dunia dan akhirat.”

Begitupun para penggantinya, pernah menyampaikan dengan penuh percaya diri kepada awan yang berhembus di udara: “Turunkanlah hujan sekehendakmu, maka pastilah curahanmu akan menimpaku.” Salah satu pemimpinnya menceburkan kudanya ke lepas pantai, dimana berakhirlah satu hamparan bumi di hadapan matanya, lalu ia berkata: “Demi Allah, seandainya aku tahu bahwa dibelakangmu ada daratan dimana orang mengkafirkan Allah, pastilah aku akan memeranginya di jalan Allah.”

Maka (seolah-olah) bumi dimudahkan untuk mereka, semua kesulitan di bumi ini dimudahkan, dan tegaklah keadilan dimana mereka berada. Dan (saat itu) tidaklah ada orang merdeka yang diperbudak di tanah mereka, juga tidak ada orang yang dizalimi.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (pernah) berdiri untuk jenazah orang Yahudi yang lewat di depan mereka seraya berkata: “Bukankan ia juga manusia?” Dan khalifah mereka Al-Faruq pernah menyuruh seorang Nashrani dari mesir untuk meng-qishash anak dari gubernur mereka seraya berkata, “Sesungguhnya anaknya tidak memukulmu kecuali dengan kekuasaan ayahnya.” Kemudian mengatakan sesuatu hal yang kekal (dalam ingatan) hingga sekarang “ Ya ‘Amr, kapan kamu memperbudak manusia, sedangkan ibu-ibu mereka telah melahirkan mereka dalam keadaan merdeka?”

Generasi pun berganti

Hampir berlalu satu atau dua generasi, hingga Islam menjadi sebuah ”butik peradaban” yang memiliki bangunan canggih. Di dalamnya menyatu berbagai khazanah alam. Maka muncullah dari golongan ahli hadits Imam Bukhari, Muslim An-Nîsâbûrî, Abu Dawud as-Sajastanî, dan An-Nasai. Begitu juga Ibnu Hambali Al’Arabi Asy-Syibani. Dan dari golongan ahli tafsir diantaranya Ath-Thabari dan Qurthubi. Begitu juga Ibnu Katsir, Al-Arabi Al-Qurasyiyyi. Kemudian dari ilmu kedokteran dan filsafat diantaranya Ar-Raazi, Ash-Shaby, Ibnu Rusyd Al-Andalusy. Mereka mengangkat syi’ar: “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertaqwa” (QS. Al-Hujurat: 13). Mereka juga mempunyai seruan: “Tidak ada keutamaan orang Arab atas orang asing kecuali dengan ketaqwaan.”

Zaman silih berganti, dan setiap sesuatu kalau tidak sempurna pasti ada kekurangan. Faktor kelemahan menghinggapi umat Islam dari sisi internal, juga faktor tekanan yang terus menerus dari sisi eksternal. Dan mulailah masa keguguran martabat Islam dalam diri umat ini dan pimpinannya.

Tentaranya rapuh dan perlawanannya luluh serta musuh-musuh punya pengaruh dari segala sisi. Benarlah apa yang difirmankan Allah Ta’ala:

إِنَّهُمْ إِن يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ يَرْجُمُوكُمْ أَوْ يُعِيدُوكُمْ فِي مِلَّتِهِمْ وَلَن تُفْلِحُوا إِذًا أَبَدًا

“Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya" (QS. Al-Kahfi: 20).

Perang salib yang tidak pernah berhenti

Penjajah bangsa-bangsa barat kemudian menancapkan cakarnya di hampir seluruh negeri muslim, dari Turkistan timur, Filiphina dan Indonesia dari sisi sebelah timur sampai negeri Spanyol dari sisi barat. Dan dari Eropa tengah di sisi utara sampai Afrika di sisi selatan. Semuanya dalam satu komando penyerangan yang dilancarkan kepada seluruh umat Islam dan menewaskan jutaan kaum muslimin. Hasil-hasil bumi mereka rampas secara rapi dan budi pekerti anak bangsa mereka hancurkan dengan sengaja dan penuh target.

Di antara semangat anti Islam yang mereka lancarkan bisa terekam dalam beberapa episod sejarah. Orang-orang dari pasukan Italia mendengarkan seruan yang berapi-api setelah menggempur Libia: “Wahai ibu, janganlah engkau menangis, tapi tertawalah dan berharaplah, sungguh aku akan pergi ke Tripoli dengan perasaan riang gembira. Aku akan tumpahkan darahku untuk membinasakan umat Islam! Untuk memerangi Islam dan aku akan memerangi dengan sepenuh kekuatanku untuk menghancurkan al-Qur’an”.

Orang-orang dari pasukan Inggris mendengarkan seruan seniornya, Gladiston yang mengatakan dengan penuh congkak: “Wajib bagi kalian semua untuk melenyapkan al-Qur’an.” Mereka juga melihat pimpinannya, Lord Lamby memasuki Al-Quds pada perang dunia pertama seraya berseru: “Hari ini Perang Salib telah usai.” Jenderal Prancis, Ghoro menendang makam Shalahuddin di Syiria lalu mengatakan: “Kami datang kembali wahai Shalahuddin”.

Setelah itu, warga dunia dikejutkan dengan kejadian yang dilakukan Serbia dan Kroasia terhadap muslim Bosnia. Lima puluh ribu muslimah telah ternodai kehormatannya di hadapan mata dan telinga orang-orang Eropa dan Amerika dan juga pasukan PBB. Mereka dihamili oleh janin-janin anjing yang terlaknat!

Sebenarnya, bukan hanya mereka yang patut dicela dan dibenci. Kitalah yang seharusnya mencela diri kita sendiri karena kebodohan dan kelemahan kita saat ini!


Di satu sisi, kita tidak boleh bersikap apriori dengan semua peradaban barat, termasuk pengakuan terhadap apa-apa yang telah mereka persembahkan untuk kemajuan dunia dalam hal sains dan teknologi serta kebangkitan ilmu pengetahuan, seni, politik dan sosial. Bagaimana kita memungkiri itu semua padahal kita adalah anak dari sebuah peradaban yang di dalamnya Al-Qur’an mengatakan:

وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa” (QS. Al-Maidah: 8).

Namun di sisi lain, kita mestinya membenci kelalaian kita sendiri. Karena kelalaian itu akan membuat kemurkaan Allah. Allah berfirman:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 179).

Kelalaian utama kita adalah tidak lagi bisa membedakan mana musuh yang sebenarnya dan mana teman yang harus kita lindungi dan perjuangkan.

Dorongan keagamaan mereka yang sesat

Sungguh kita telah melihat benih-benih permusuhan mereka terhadap umat Islam berlandaskan pada pondasi yang kokoh. Kita juga melihat hati-hati mereka terbakar oleh kedengkian, yang digerakkan oleh dongeng-dongeng sesat. Mereka jadikan dongeng itu sebagai agama hingga salah seorang tokoh mereka mengatakan, sesungguhnya Tuhan telah menurunkan wahyu untuk menggempur Irak dan merobohkan sistem peradilannya. Mereka mengatakan dengan lantang bahwa perang terhadap umat Islam adalah perang salib.

Kita telah mengetahui dengan sebenar-benarnya bahwa peradaban Eropa dan Amerika tidak ada kaitannya dengan agama masehi yang dibawa oleh Utusan Allah, Nabi Isa ‘Alaihis Salam. Karena agama ini berdiri di atas dasar toleransi dan cinta kasih.

Kita sepakat apa yang pernah dikatakan Welez, pengarang kitab ‘Ma’alim fi Tarikh al-Insaniyyah (Petunjuk-petunjuk dalam Sejarah Manusia), penulis mengatakan: “Sesungguhnya bangsa Eropa telah terbiasa sejak lama menjadikan ajaran-ajaran Yesus Sang Penyelamat sebagai penghalang yang kuat. Sejak Eropa masuk ke dalam era kebangkitan, mereka memutuskan untuk menjadikan agama dan gereja dalam suatu sisi kehidupan yang terisolasi. Mereka memisahkan agama dari kehidupan dunia.

Akan tetapi kita mendapatkan sekarang, agama menjadi tunduk kepada hawa nafsu mereka dalam kecongkakan dan keterpaksaan, seperti yang kita lihat. Mereka jadikan agama palsu itu lebih buruk dari apa yang diperkirakan yaitu kefanatikan yang terkutuk, dimana mereka tidak mengindahkan ajaran-ajaran langit lagi.

Kita mengetahui bahwa di barat banyak cendikiawan. Mereka tidak rela apa-apa yang berubah dari alam ini karena pengaruh peradaban mereka. Permusuhan ini membuat perasaan mereka tidak dapat tidur di alam ini, karena ulah siasat mereka sendiri.

Sesungguhnya 94 persen penghasilan dunia berasal dari negara industri mereka dan 75 persen investasi dunia mengarah ke negara-negara mereka. Kekayaan alam berada pada segelintir orang-orang kaya. Dua ratus orang di negara mereka memiliki harta sebanyak 1 Milyar Dollar, sedangkan 582 juta orang di 43 negara-negara berkembang hanya memiliki 146 juta Dollar.
Satu juta orang yang hidup di negara-negara berkembang tidak memiliki cadangan air minum yang baik dan 43 juta manusia mengidap penyakit aids, buah dari eksperimen mereka. Mereka mengeluarkan kekayaan alam untuk pembuatan senjata dan hal-hal lain yang berlebihan. Disamping itu, terdapat 73 juta penduduk arab hidup berada di bawah garis kemiskinan dan 15 juta orang pengangguran.

Produk peradaban mereka yang seperti inikah yang akan memimpin dunia, yang bisa membuat hidup ini aman dan sejahtera?

Makna Kemajuan Peradaban

Peradaban bukanlah sekadar kemajuan dari segi materi saja, akan tetapi ia adalah kemajuan dari segi materi yang berdiri berlandaskan asas-asas keruhanian dan akhlak yang luhur, serta nilai kemanusiaan yang agung. Peradaban bukanlah terbatas pada perkembangan di suatu tempat saja, akan tetapi merupakan sebuah anugerah umat dari segala sisi, baik materi maupun etika. Dan nilainya dilihat dari kebaikan manusia yang ada.

Benar apa yang difirmankan Allah Ta’ala kepada umat Islam: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia” (QS. Ali Imran: 110) dan firman Allah: “Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi (QS. Ar-Ra’du: 17).

Seruan kami kepada Umat Islam

Sesungguhnya putera-puteri kalian dituntut untuk memikirkan masalah ini lebih dari yang pernah dilakukan pada masa lalu. Mereka harus memahami kebutuhan manusia terhadap pentingnya misi dakwah yang mereka emban serta peradaban yang mereka agungkan. Gelorakan semangat pemuda-pemuda kita untuk melakukan perlawanan terhadap agresi Barat dan Zionis-AS. Bangkitkan umat ini dari tidur panjangnya dan peringatkan generasi umat ini dari tipu daya dan bualan peradaban palsu Barat.

Sesungguhnya kita berada pada puncak sejarah yang dapat melumpuhkan peradaban yang penuh paksaan, perbudakan, kezaliman dan kecongkakan untuk memberikan tempat bagi peradaban yang lebih adil dan manusiawi.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاللّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya (QS. Yusuf: 21)

Shalawat dan salam Allah serta keberkahan atas diri Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

MAJUTERUS


-Ketua pusat hak kembali Palestina di London, Majid Zer, mengungkapkan, pihaknya sedang mempersiapkan armada baru untuk menghapuskan blokade Gaza. Armada ini akan berangkat ke Gaza, kira-kira enam peKan dari sekarang, mengingat dukungan dunia internasional sangat besar terhadap Gaza dan dalam menentang kejahatan Zionis.

Pernyataan Zer ini diungkapkanya di tengah aksi rakyat secara besar-besaran bersama ribuan warga Palestina dan minoritas kaum muslimin di Inggris di depan kantor pemerintah Inggris di London, Senin (31/5). Para peserta aksi di depan kantor perdana menteri Inggris ini ingin menunjukan pada dunia bahwa apa yang dilakukan Zionis, tidak sebanding dengan apa yang mereka lakukan terhadap rakyat Palestina di Gaza.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengirimkan kembali armada kapal terbaru menuju Gaza, dalam enam pekan ke depan. Gerakan rakyat damai untuk solidaritas Palestina akan terus berlanjut. "Kami terus membina hubungan dengan sejumlah pemerintahan di Eropa yang berkaitan dengan warganya yang ikut dalam armada tersebut," ujar dia seperti dilaporkan infopalestina. Ia mengatakan, dirinya adalah bagian dari himpunan dunia internasional yang menentang blokade.

Saat ini, para relawan yang berada di kapal Mavi Marmara dipaksa keluar oleh Israel. Menurut catatan twitter Sahabat Alaqsha, para relawan ini akan dideportasi

DKPBB


-Para Dewan Keamanan PBB akan bertemu pada Senin sore (selasa dini hari WIB) untuk sidang darurat guna membahas penyerbuan Israel terhadap sebuah armada bantuan ke Jalur Gaza. Menurut seorang diplomat mengatakan pada Reuters, pertemuan itu akan mulai dari 1:00, New York waktu tetapi mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut.

PBB Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan penyelidikan penuh atas insiden itu.
"Sangat penting bahwa ada penyelidikan penuh untuk menentukan dengan tepat bagaimana sampai terjadi pertumpahan darah. Israel harus segera memberikan penjelasan lengkap," katanya dalam konferensi pers di ibukota Uganda, Kampala.

Gedung Putih pada hari Senin mengatakan "sangat menyesal" dengan hilangnya nyawa dan korban cidera dalam bentrokan setelah pasukan Israel menyerbu sebuah konvoi aktivis internasional yang membawa bantuan ke Jalur Gaza. Sebanyak 19 orang dikabarkan meninggal dalam insiden itu.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera membatalkan perjalanan ke Washington, di mana dia telah diundang untuk bertemu dengan Presiden Barack Obama, setelah kejadian. Swedia memanggil Duta Besar Israel untuk menjelaskan keadaan kejadian. Dua warga negara Swedia berada di atas kapal yang diserang, sebelum kemudian disita.

Uni Eropa menuntut penyelidikan atas insiden ini. Jerman, salah satu sekutu paling setia Israel, menyatakan terkejut atas insiden itu dan mempertanyakan apakah tindakan oleh pasukan komando Israel proporsional. Dua anggota Bundestag majelis rendah parlemen termasuk di antara lima warga Jerman di atas kapal itu.

"Pemerintah Jerman terkejut oleh peristiwa di perairan internasional dengan Gaza," kata juru bicara pemerintah Ulrich Wilhelm konferensi pers reguler, menambahkan pemerintah sedang mencari klarifikasi lebih lanjut mengenai insiden itu.

"Selama ini pemerintah Jerman mendukung tanpa syarat hak Israel untuk membela diri," ujar Wilhelm. Namun dia menambahkan bahwa tindakan Israel harus menyesuaikan dengan apa yang dia sebut sebagai "prinsip dasar" proporsionalitas. Berlin akan menunggu rincian lebih lanjut sebelum menilai insiden itu, ia menambahkan.

Italia juga mengutuk pembunuhan warga sipil dalam penyerbuan Israel dari armada bantuan sebagai "sangat serius" dan meminta investigasi Uni Eropa untuk mengetahui fakta-fakta sebenarnya. "Saya menyesalkan pembunuhan warga sipil itu. Ini tentu saja merupakan tindakan serius," kata Menteri Luar Negeri Franco Frattini.

Dia juga mengatakan dia telah meminta Duta Besar Israel untuk klarifikasi dan berharap bahwa hal itu tidak akan berimbas pada upaya Israel dan Turki untuk bekerja sama dalam mencari perdamaian Timur Tengah.

Inggris mengatakan pada hari Senin bahwa pada kontak mendesak dengan pemerintah Israel untuk menetapkan fakta-fakta tentang intersepsi dari armada Gaza sementara itu "menyesalkan" hilangnya nyawa dalam insiden ini

Hamil


Selama 9 bulan, Tati (30) tidak merasakan tanda-tanda kehamilan. Ia tetap mendapat haid secara teratur. Bahkan hingga menjelang melahirkan, perutnya pun tidak membesar seperti orang hamil pada umumnya.

Hal itu dikatakan suami Tati, Adin (34) saat ditemui di kediamannya di Kampung Jepra Desa Cipada RT 3 RW 3 Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Senin (31/5/2010).

Menurut Adin, selama 9 bulan, istrinya mendapat haid seperti biasa. Terakhir kali Tati mendapat haid yakni tanggal 2 Mei 2010.

"Itu yang bikin heran, ia mendapatkan haid seperti biasa, dan lancar-lancar saja," ujarnya.

Adin menambahkan, darah yang keluar saat istrinya haid pun biasa saja, tidak ada keanehan seperti flek atau darah menggumpal. "Biasa saja," imbuhnya.

Sehari-hari, Adin berprofesi sebagai penjual cireng, sementara Tati mencari rumput dan memetik teh. "Selama sembulan bulan aktivitas ya biasa saja, karena memang enggak tahu kalau hamil," tuturnya.

Tati melahirkan secara normal dan bayinya diberi mana Rizki Abi Nugraha. "Sekarang sehat, lagi tidur," ujar Adin.

25 May 2010

IKHWAN


Januari silam, Ikhwan, gerakan Islam terbesar dan paling berpengaruh di Timur Tengah, menggulirkan regenerasi berikutnya. Muncul berbagai macam pertanyaan yang mungkin terlalu umum: Kemanakah Ikhwan bergerak pasca kepimpinan Mahdi Akef?

Spekulasi tentu saja berhembus, meskipun relatif sedikit, namun tampaknya beberapa trend yang terus terjadi dalam tahun-tahun belakangan ini, cukup menunjukkan kemana kebijakan Ikhwan melaju.

Konsensus yang muncul adalah bahwa pemilihan Mohammed Badie, seorang profesor yang sangat konservatif, tampaknya merupakan jawaban langsung dari berbagai macam kegelisahan yang semakin mencuat. Kurang dari dua tahun lalu, argumen-argumen yang sama dibuat ketika Ikhwan di Yordania, untuk pertama kalinya dalam sejarah, memilih seorang pemimpin yang berasal Palestina.

Hammam Said sangat terlihat sebagai seseorang yang pro-Hamas yang berapi-api dan konservatif. Matthew Levitt dan David Schenker--dua orang analisis--langsung memberikan rambu-rambu bahwa Ikhwan "tidak bisa lagi dianggap 'loyal' kepada kerajaan." Tapi, sayangnya, pergeseran strategis tidak pernah terjadi. Sebaliknya, setelah terpilih, Said hanya kencang dalam retorika, menekankan isu-isu domestik, dan mengulurkan tangan sepenuhnya kepada pemerintah Yordania.

Alarm yang sama tampaknya juga menyelimuti di balik pemilihan Badie yang merupakan rekan Sayyid Quthb di era 1960-an.Tidak seperti pihak-pihak anti-sekuler lainnya, Ikhwan tidak pernah tergantung pada individu dan kepribadian, melainkan pada struktur organisasi dan kelembagaan yang kuat.

Selain itu, Ikhwan juga telah lama mengangkat laporan ideologi definitif tentang sejumlah isu yang diperdebatkan, termasuk hak-hak perempuan dan pluralisme politik (tahun 1994). Pada tahun 2004, Ikhwan mengumumkan dengan kampanye besar tentang "inisiatif reformasi," di mana mereka menegaskan kepada publik tentang banyak komponen dalam dasar kehidupan demokratis.

Preseden dari dokumen-dokumen masa lalu itu tampak jelas dalam pidato Badie Januari lalu. Dia dengan jelas menggarisbawahi dengan tinta tebal tentang catatan konsiliasi, dan menekankan komitmen Ikhwan pada kesetaraan perempuan di bawah hukum, perlindungan hak-hak minoritas, dan pentingnya reformasi demokratis.

Badie tampaknya berusaha untuk ajeg ke dalam namun juga mulai berlaku tegas terhadap luar. Ini adalah persepsi penting, tentu saja. Sejak serangan 11 September, dan terutama karena "agenda kebebasan pemerintahan Bush," Ikhwan telah terbukti sangat sensitif terhadap kritik luar. Episode ini tidak terkecuali, namun sesuatu yang tidak terhindarkan; Ikhwan sudah terlalu jauh melentur dalam sikap politiknya.

Menariknya, sebuah langkah kejutan yang kurang mengejutkan, Badie menunjuk Mahmoud Hussein yang relatif tidak diketahui, bukan Ezzat Mahmoud, sebagai Sekretaris Jenderal, salah satu posisi dan jabatan yang paling berpengaruh. Ini keberanian Badie.

Sebagai jurnalis dan mantan anggota Ikhwan, Monem Abdel Mahmoud mengatakan, "Sepertinya Badie ingin memberi kesan dia akan independen dan mengembangkan sumber karismanya sendiri." Sesuatu yang tidak pernah ada dalam kamus Ikhwan tentu saja. Badie tampaknya ingin mulai menghapus citra Ikhwan sebagai Erdogan Mesir.

Akankah pemilu internal Ikhwan ini memberikan perbedaan? Banyak pihak yang meragukan. Ikhwan, saat ini dengan pemilu Mesir di depan mata, tampaknya sudah terjebak terhadap keadaan yang ada. Seperti yang disindir Mahmoud, "Ikhwan tidak akan pernah meninggalkan arena politik, tapi pertanyaannya; siapa yang akan memungkinkan Ikhwan untuk berpartisipasi?" Jelas, bukan rezim Mesir, yang telah meberlakukan satu tindakan tegas pada kelompok yang paling luas pengaruhnya sejak 1960-an.

Esam al-Erian, seorang reformis terkemuka Ikhwan yang duduk di Majelis Syuro sambil tertawa, mengatakan: "Jika segala sesuatunya berjalan sebagaimana adanya sampai tahun 2010, Ikhwan tidak akan mempunyai kursi sama sekali." Esam sedikit berlebihan, tapi mungkin juga tidak.

Ikhwan saat ini memiliki pangsa yang tengah bergelut dalam kesulitan-kesulitan internal yang mengakibatkan beberapa pihak meragukan komitmen mereka pada reformasi. Dan itulah yang harus diselesaikan oleh Badie.

22 May 2010


--Sebuah masjid baru yang merupakan salah satu yang terbesar di Jerman secara resmi dibuka pekan ini. Masjid ini terletak di kawasan Kreuzberg di pusat kota Berlin.

Masjid yang dapat menampung sekitar 1.000 orang ini adalah bagian dari kompleks yang menurut laporan media lokal "cukup mahal untuk mendirikan sebuah bangunan." Pembangunan masjid ini menelan biaya sekitar 10 juta eurodan sepenuhnya dibiayai oleh donor swasta dari Libanon dan Palestina.

Masjid ini dihiasi dengan kubah kaca dan empat menara kecil, dan merupakan bagian dari sebuah bangunan berlantai enam seluas 5.000 meter persegi. Menyatu dengan bangunan itu adalah pusat komersial dan sosial untuk disewakan dan perpustakaan.

Masjid terbesar di Jerman berada di kota Mannheim di bagian barat negara itu. Masjid itu mampu menampung 2.500 orang.

Pembangunan masjid di Jerman telah mendorong perdebatan - seperti di negara-negara Eropa lainnya - khususnya di kalangan ekstrem kanan. Masjid di Kreuzberg pun tak luput dari pergunjingan itu, dengan tudingan bakal menumbuhsuburkan ektermitas di kalangan anak muda Muslim Jerman.

Demokrasi


- Kongres II Partai Demokrat menjadi ujian demokratisasi bagi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden RI yang menjadi founding father Demokrat itu, diharapkan memberikan kebebasan pada kader pemegang hak suara untuk menentukan pilihannya, tanpa arahan dan sinyal "restu" kepada satu dari tiga petarung : Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie.

"Pemilihan Ketua Umum ini menjadi ujian terbaik bagi SBY, sejauh mana dia menghayati demokrasi. Kalau meletakkan pemilihan ini pada pemilih, untuk memilih pilihannya secara bebas, maka dia orang demokratis," kata Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada, Sigit Pamungkas.

Akan tetapi, lanjut dia, "Jika di titik akhir SBY memberi restu, maka tidak demokratis. Restu yang berjalan, menjadikan Demokrat seperti partai kerajaan."

Dalam pengamatan Sigit, secara sepintas SBY ingin memperlihatkan bahwa ia menjunjung demokratisasi dengan mempersilakan kader-kader Demokrat untuk maju menjadi calon ketua umum. Di sisi lain, SBY dinilai tengah "berkompromi" dengan kepentingannya.

"Dia sedang mencari formula, agar yang terpilih orang yang dia inginkan, tapi terlihat demokratis. Selain itu, kepentingannya tidak terganggu. Formula terbaik adalah dengan mengkompromikan kepentingannya dengan demokratisasi," ujar dia.

Pengamat Politik Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, berpendapat, SBY sebenarnya sudah mengantongi nama calon yang diinginkannya. Tetapi, kata Asep, SBY harus membuktikan bahwa ia memperlakukan sama seluruh calon yang bertarung.

"Dia harus membuktikan tidak ada anak emas dan anak tiri. Kalau untuk menang harus memakai restu SBY, maka akan menjadi tanda tanya soal demokratisasi yang selama ini didengungkannya," kata Asep

18 May 2010

TURKIY


Dunia Arab memiliki pandangan yang makin positif terhadap negara Turki, sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim. Hal ini terungkap dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Turkish Economic and Social Studies Foundation (TESEV) pada bulan Juli lalu.

Survei dilakukan lewat telepon terhadap responden di negara Mesir, Yordania, Palestina, Lebanon, Arab Saudi dan Suriah, serta wawancara tatap muka di negara Irak, dengan jumlah responden lebih dari 2.000 orang. Dari hasil survei, 75 persen responden menilai Turki sebagai contoh negara Islam yang baik, setelah Arab Saudi. Mayoritas responden yang memiliki pandangan yang positif atau sangat positif terhadap Turki, berasal dari dari negara Suriah, wilayah Palestina dan Yordania.

"Di wilayah teritorial Palestina, Turki menjadi negara yang paling diperhitungkan, begitu pula pandangan responden di Suriah, memandang Turki sebagai negara muslim yang penting setelah negara Suriah sendiri," kata Meliha Altunışık, kepala departemen hubungan internasional di Universitas Teknik Timur Tengah (ODTU).

Altunışık juga mencatat, hasil survei menunjukkan bahwa publik dari tujuh negara itu memandang Turki sebagai negara yang memegang peran utama dan opininya didengar serta cukup berpengaruh di dunia internasional.

"Juga terlihat dukungan yang jelas bagi peran Turki sebagai pihak ketiga (mediator) dan dukungan agar Turki memainkan peran yang lebih besar di dunia Arab. Dukungan terbesar pada Turki datang dari publik di negara Suriah, Palestina dan Lebanon," papar Altunışık.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa responden melihat negara Turki sebagai contoh negara yang sukses dalam memadukan Islam dengan demokrasi dan oleh sebab itu mereka menilai Turki sebagai "negara model" bagi dunia Arab. "Nampaknya, pandangan itu akan menjadi dukungan yang luas bagi Turki untuk menjadi anggota Uni Eropa," kata Altunışık dalam laporan berbeda berjudul "Turkey: Arab Perspectives."

Salah seorang pelaksana survei, Mensur Akgün mengatakan bahwa mereka akan melakukan survei yang sama untuk kedua kalinya dengan mengikutsertakan responden dari negara Iran. Survei pertama dilakukan setelah berbagai peristiwa yang membuat Turki makin menonjol di kancah hubungan internasional. Misalnya saja peristiwa di pertemuan tingkat tinggi di Davos, dimana Perdana Menteri Turki Recep Tayyeb Erdogan dengan berani dan secara langsung melontarkan kecaman pada Presiden Israel Shimon Peres atas agresi Israel di Jalur Gaza .

Hal lainnya yang membuat pandangan dunia Arab makin positif terhadap Turki, menurut Altunışık, berkuasanya Partai Pembangunan dan Keadilan di Turki yang berbasis Islam pada tahun 2002, keputusan parlemen Turki tahun 2003 yang menolak kerjasama dengan AS dalam rencana agresi ke Irak, meningkatnya hubungan Turki-Uni Eropa dan respon Turki yang mengecam keras perang Israel di Jalur Gaza serta sikap Perdana Menteri Erdogan yang berani mengkritik kebijakan-kebijakan Israel di Palestina.

Meski pandangan dunia Arab makin positif terhadap Turki, Altunışık mengakui bahwa ada sebagain publik Arab yang masih mempermasalahkan sistem sekularisme yang dianut negara Turki. Kalangan liberal dan sosialis di Turki merasa tidak nyaman dengan kepemimpinan Partai Pembangunan dan Keadilan di Turki yang Islami.

16 May 2010

BULE


بعد أن فتح الإسلام بلادنا وحررها من احتلال الخواجات الذي دام أكثر من 1000 عامًا، وقام بتوحيدنا وصهرنا معًا، وأعاد إنتاجنا أمةً عربيةً إسلاميةً واحدة.



عشنا حوالي أربعة قرون في أمان بعيدًا عن خطر الخواجات وغزواتهم وشرورهم، ولكنهم للأسف لم يتركونا في حالنا، ولم يعترفوا أبدًا بأن هذه أرضنا نحن.



ففي عام 1095م، قام خواجة من البر الثاني هو البابا أربان الثاني بالدعوة إلى مؤتمر حاشد في مدينة كليرمونت بجنوب فرنسا، حضره جمع غفير من الأساقفة ورجال الدين والأمراء والإقطاعيين، وألقى فيهم خطبة عصماء، خلاصتها أن الرب يريد تحرير أرض السيد المسيح وقبره في فلسطين من الكفار.



فما كان من المحتشدين، إلا أن هتفوا وراءه: "الرب يريدها، الرب يريدها"، وهي الصيحة التي أصبحت فيما بعد هي الشعار الرسمي للحملات الصليبية، ثم انصرف الحاضرون كلٌّ إلى حال سبيله، ليعد نفسه للحملة المقدسة.



وفي 1096م انطلقت الحملة الصليبية الأولى وقامت باغتصاب أول إمارة إسلامية, هي إمارة الرها على الحدود الحالية بين العراق وتركيا، ثم اغتصبت إنطاكية عام 1098م، ثم اغتصبت القدس عام 1099م، وكان ذلك يوم 15 يوليو.



مكث الخواجات الفرنجة الصليبيون في أراضينا ما يقرب من مائتي عام، من 1096م حتى 1291م.



وحققوا انتصارات سهلة في البداية بسبب حالة الانقسام والتفتت التي سادت أمتنا في ذلك الوقت، بين الدولة العباسية في العراق والفاطمية في مصر, وعشرات الإمارات المتصارعة المتنافسة على امتداد أرض الوطن.



وتحت تأثير الصدمة، بدأت حركة المقاومة العربية الإسلامية تتبلور شيئًا فشيئًا، فنجح الجيل الأول منها بقيادة عماد الدين زنكي في توحيد الموصل وحلب وحماة وحمص، ليتمكن من تحرير إمارة الرها عام 1144م.



ثم نجح الجيل الثاني بقيادة نور الدين محمود في ضمِّ دمشق أيضًا إلى دولة الوحدة الجديدة عام 1154م، لتتوحد الجبهة الشمالية تحت قيادته كحائط صد منيع ضد الصليبيين.



ثم جاء الجيل الثالث بقيادة صلاح الدين الأيوبي، الذي استكمل عملية التوحيد بضم مصر وسوريا والعراق، مما مكَّنه من توجيه ضربة قاصمة لجيوش العدو في معركة حطين في 4 يوليو عام 1187م، ثم تحرير القدس واستردادها، في 27 سبتمبر من عام نفس العام، بعد حوالي 90 عامًا من الأسر.



وكانت هذه هي الضربة الرئيسة التي كسَّرت شوكة المشروع الصليبي، ولتتوالى بعد ذلك معارك التحرير:

- فيحرر الظاهر بيبرس قيسارية وأرسوف وصفد ويافا وإنطاكية في الأعوام 1265- 1268م.

- ويحرر المنصور قلاوون اللاذقية وطرابلس وبيروت وجبلة في الأعوام 1285- 1289م
- وأخيرًا ينجح الأشرف خليل بن المنصور عام 1291م، في تحرير عكا بعد أسرٍ دام 103 سنوات، وكانت هي الإمارة الصليبية الأخيرة، وتتطهر بلادنا تمامًا من آخر خواجة.

***

مصر والخواجات

قبل أن نغادر حكاية الحروب الصليبية، يجب أن نتوقف عند حكايتهم مع مصر.



ففي عام 1248م جمع الخواجة لويس التاسع ملك فرنسا مستشاريه ورجال بلاطه، وسألهم عن أسباب تعثر الحملات الصليبية في الشرق رغم مرور أكثر من 150 عامًا على بدايتها، وبعد البحث والدراسة والتشاور، توصلوا إلى أن "مصر هي السبب": فهي الصخرة التي كانت تتكسر عليها دائمًا موجات التوسع الصليبية، وهي التي قادت تحرير القدس مرتين، مرة عام 1187م بقيادة صلاح الدين، والمرة الثانية عام 1244 بقيادة الصالح نجم الدين أيوب.



كما توصلوا إلى أن الحملات الصليبية الأولى ارتكبت خطأً إستراتيجيًّا كبيرًا، هو اقتحامها للمنطقة من الشرق لتكتشف بعد استيلائها على معظم ساحل الشام، أن العقدة الرئيسية في مصر، وإنها الحصن الأكثر مناعةً.



فما كان من لويس التاسع بعد أن استمع إلى مستشاريه، إلا أن نظَّم حملةً جديدةً موجهةً مباشرةً إلى مصر، مصححًا بذلك الخطأ الذي وقعت فيه الحملات السابقة، وكانت هذه هي الحملة السابعة.



وبالفعل، وصل إلى سواحل دمياط عام 1249م وبعد عدة شهور من المعارك، هُزِمَ هزيمة قاسية، وتم أسره في دار ابن لقمان، وافتدى نفسه بمالٍ كثير، وعند خروجه من مصر أصدر تصريحه الشهير أن الشرق قد ضاع إلى الأبد، وأنه لم يعد من الممكن الاستيلاء على هذه البلاد، فلقد أصبحت ملكًا للعرب والمسلمين.



وبعدها حاول لويس أن يقوم بمغامرة جديدة في تونس، وكانت حملةً ضعيفةً سُميت بالحملة الثامنة، ومات هناك.

***



انتهت حكايتنا الثانية مع الخواجات، ويمكننا أن نبلور أهم دروسها في الآتي:

1) لم يكف الخواجات أبدًا عن الطمع في أوطاننا، والتربص بها.

2) مثلت الحروب الصليبية اختبارًا حقيقيًّا لاختصاصنا بهذه الأرض، وهو الاختبار الذي نجحنا فيه بجدارة، وخرجنا منه والعالم أجمع يعلم أن هذه الديار لنا.

3) تأكد للمرة الثانية أن استقلالنا يكمن في وحدتنا، فالانتصارات الأولى للحملات الصليبية نجحت بسبب الانقسام والتشرذم العربي والإسلامي، ولم ننتصر عليهم إلا بعد أن توحدنا، وهو نفس درس التاريخ الذي تعلمناه من حكايتنا الأولى قبل الميلاد، وقبل الفتح الإسلامي.

4) تعلم الخواجات حقيقة مهمة ستظهر آثارها في العصر الحديث، وهي أن كسر شوكة مصر وفصلها عن الأمة هو الطريق الوحيد لإخضاع كل منهما