16 January 2013

Mencintai dan memuliakan orang shalih merupakan sarana taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah. Generasi sahabat adalah generasi yang ditarbiyah oleh Rasulullah saw dan mereka adalah orang-orang shaleh. Di antara tanda mencintai Rasulullah saw adalah dengan mencintai dan memuliakan para sahabatnya. Menjadikan mereka teladan dan panutan. Allah berfirman: “Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang”. (Al-Maidah:55-56) Bagaimana Allah memuji kaum Anshar yang mencintai saudaranya, kaum Muhajirin seperti mencintai keluarga mereka sendiri. Firman Allah: “Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al-Hasyr:9) Karena seseorang akan bersama orang yang dicintainya seperti disebutkan dalam sebuah hadits: “Seseorang akan bersama orang yang dicintainya”. Mencintai orang shaleh, terutama para sahabat adalah lebih utama. Hendaklah seorang muslim menahan diri untuk tidak membicarakan para sahabat dengan pembicaraan yang tidak pantas. Mereka telah memberikan perjuangan dan pengorbanannya kepada Islam. Kenapa kita tidak berfikir apa yang akan kita berikan kepada Islam daripada membicarakan. Barang siapa yang membenci dan memusuhi orang shaleh, termasuk para sahabat Nabi saw, maka Allah telah mengancam mereka dalam sebuah hadits qudsi: “Barang siapa yang memusuhi wali-Ku (para sahabat dan orang-orang shaleh), maka sungguh Aku kumandangkan perang atasnya”. (H.R. Bukhari) Perjuangan dan pengorbanan mereka untuk dakwah Islam telah mengantarkan mereka untuk mendapatkan pujian dari Allah Taala serta keutamaan dan kemuliaan dari orang-orang setelahnya. Allah berfirman: “…Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan hartanya dan berperang sebelum penaklukan Makkah. Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan hartanya dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka balasan yang lebih baik…” (Al-Hadid:10) “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama masuk Islam di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal selamanya. Itulah kemenangan yang besar” (At-Taubah:100) “Juga bagi para fuqaha yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka karena mencari karunia dari Allah dan mereka yang menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar. Dan orang-orang yang menempati kota madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum kedatangan mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang-orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka yang tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka yang mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan apa yang mereka berikan itu, dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al-Hasyr:8-9) Para ulama juga menyebutkan keutamaan para sahabat, baik secara umum maupun secara khusus pada kitab karangan mereka, seperti yang disebutkan Imam Muslim dalam kitabnya, Bab: “Larangan mencaci para sahabat dan keutamaan mereka atas generasi berikutnya”, antara lain hadits berikut, Rasulullah saw bersabda: لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أدرك مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ . رَوَاهُ مُسْلِم ”Janganlah sekalian mencela para sahabatku! Janganlah sekalian mencela para sahabatku! Demi Zat yang jiwaku dalam kekuasaan-Nya, seandainya salah seorang dari kalian menafkahkan emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan mencapai satu mud-pun dari kebaikan salah seorang sahabat, apalagi separuhnya”. (H.R. Muslim) Hadits tersebut mengatakan dengan tegas tentang haramnya menghina para sahabat manapun dari sahabat Rasul, terutama para sahabat yang selalu menyertainya. Secara umum, sesama muslim dilarang saling mencela sebagaimana sabda Rasul saw: المُسلِمُ أَخُو المُسلِمِ لاَ يَظلِمُهُ وَلَا يَخذُلُهُ وَلَا يَحقِرُهُ التَقوَى هَاهُنَا – وَ يُشِيرُ إِلَى صَدرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسبِ امرِىءٍ مِنَ الشَّرِّ أَن يَحقِرَ أَخَاهُ المُسلِمَ كُلُّ المُسلِمِ عَلَى المُسلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَ مَالُهُ وَ عِرضُهُ . رَوَاهُ مُسْلِم Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya; Tidak boleh menzhalimi atau menghinakan atau mencelanya. Ketakwaan ada di sini –sambil menunjuk ke arah dada tiga kali. Cukuplah seorang muslim itu menjadi jelek hanya dengan mencela saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain diharamkan darahnya, harta, serta kehormatannya. (H.R. Muslim) Pujian secara khusus juga dialamatkan kepada beberapa sahabat, terutama sepuluh orang sahabat yang dijamin Allah masuk surga, sebagaimana yang diriwayatkan Abu Daud dari Sa’id bin Zaid r.a. Mereka itu adalah Abu Bakar, Umar bin Khathab, Usman bin ‘Affan, Ali bin abi Thalib, Thalhah, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Malik, Abdurrahman bin Auf, ‘Ubaidah bin Al-Jarrah dan Sa’id bin Zaid. Hadits lain juga berisi tentang keutamaan dua orang sahabat mulia, Abu Bakar r.a. dan Umar bin Khathab r.a. antara lain: لَوِ اتَّخَذْتُ خَلِيلا لاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلا وَلَكِنَّهُ أَخِي وَصَاحِبِي ، وَقَدِ اتَّخَذَ اللَّهُ صَاحِبَكُمْ خَلِيلا Rasulullah saw bersabda, ” Sesungguhnya orang yang paling setia menemaniku adalah Abu Bakar, seandainya aku harus memilih seorang khalil (teman setia), maka Abu Bakarlah yang menjadi khalilku, namun dia hanya sebagai saudara sesama muslim.”. (Muttafaq ‘alaih) Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Usman, “Saya mendapat khabar dari Amru bin Ash bahwa Rasulullah saw mengutusnya dalam peperangan As-Salasil, lalu aku mendatanginya dan bertanya, ”Siapa orang yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “’Aisyah”, saya bertanya lagi, “Dari kaum lelaki?” Beliau menjawab, ”Ayahnya” (Abu Bakar). Aku bertanya kembali, ”kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab, “Umar”, maka beliau menyebutkan nama sahabat yang lainnya setelah Umar. Imam Muslim juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata, “Jenazah Umar bin Khathab diletakkan di atas tempat tidurnya (setelah wafat karena terbunuh), lalu dikerumuni para sahabat yang mendoakan, memuji, dan menshalatinya sebelum jenazahnya diusung. Saya (Ibnu Abbas) berada di antara mereka dan saya dikejutkan oleh seorang yang memegang pundakku dari belakang, maka aku menoleh ternyata dia adalah Ali bin Abu Thalib. Beliau merasa iba terhadap Umar lalu berkata (kepada jenazah Umar), “Kamu tidak meninggalkan seorang pun yang lebih dicintai daripada berjumpa dengan Allah dan orang yang beramal seperti amalmu. Demi Allah! Kalau menurut perkiraanku, Allah pasti akan menjadikanmu seperti kedua sahabatmu (Nabi dan Abu Bakar), karena saya sering mendengar beliau (Nabi saw) bersabda, “Saya, Abu Bakar dan Umar datang…. Saya, Abu Bakar dan Umar masuk… Saya, Abu Bakar dan Umar keluar…..”. Jadi, saya mengira dan berharap agar kamu ditempatkan bersama mereka berdua.” Hadits-hadits yang berisi tentang keutamaan Usman bin Affan r.a., Ali bin abi Thalib r.a. dan sahabat lainnya secara khusus juga ada. Maka kedudukan mana lagi yang lebih mulia dari kedudukan mereka di sisi Tuhannya? Sabda Rasulullah saw pasti benarnya! Ada sebuah hadits yang diriwayatkan At-Tijari dan Abu Daud dari Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, dia menuturkan, “Saya bertanya kepada ayahku (Ali bin Abi Thalib), ”Yaa Abi, siapa manusia terbaik setelah Rasulullah saw?” Ayahku menjawab, ”Orang yang terbaik setelah beliau adalah Abu Bakar”. Saya bertanya lagi, ”Kemudian siapa lagi ya Abi?” Beliau menjawab, ”Umar adalah yang terbaik setelah Abu Bakar”. Kemudian saya takut untuk bertanya, siapa lagi, sampai akhirnya beliau berkata, ”Usman”. Saya bertanya lagi, ”Lalu engkau hai Abi?” Beliau menjawab, ”Saya hanyalah seorang Islam biasa”. Imam Ja’far As-Shadiq rahimahullah menuturkan bahwa ada seorang lelaki Quraisy menghadap kepada Ali bin Abi Thalib r.a. (pada masa pemerintahannya), lalu berkata, “Hai Amirul mukminin, saya baru saja mendengar khutbahmu, ”Ya Allah, anugerahilah kami kesejahteraan seperti Engkau telah memberi kesejahteraan kepada khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk”. Siapakah mereka?” Kedua bola mata Ali r.a. berkaca-kaca lalu menangis tersedu-sedu, kemudian berkata, ”Mereka adalah dua kekasihku dan masih pamanmu, yaitu Abu Bakar dan Umar, pemberi petunjuk dan pemuka Islam, penunjuk jalan kebenaran sesudah Rasulullah saw. Barangsiapa mengikutinya, niscaya selamat, dan siapa yang mengikuti jalan hidup mereka niscaya berada di jalan yang benar, dan barangsiapa yang berpegang teguh kepada keduanya, niscaya dia menjadi pasukan Allah. Hanya pasukan Allahlah yang bahagia”. Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib r.a ditanya seseorang, ”Apakah mencintai Abu Bakar dan Umar itu sunnah?” Beliau menjawab, ”Bukan sunnah, tetapi wajib hukumnya!“ Muhammad Al-Baqir bin Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib berkata, ”Barangsiapa yang tidak mengetahui keutamaan Abu Bakar dan Umar berarti dia tidak mengetahui hadits”. Mencintai juga berarti meneladaninya dan menjadikannya tokoh bagi anak dan kelaurga kita, masyarakat dan bangsa, wallahu a’lam. Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/26051/mencintai-sahabat-dan-orang-shalih/#ixzz2IJY26HVh

31 December 2012


REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Mesir menahan seorang mantan sersan militer Israel setelah ia berusaha menyusup perbatasan Israel-Mesir. Sang sersan mencoba menyusup perbatasan di dekat Taba, selatan Semenanjung Sinai, Mesir. "Pria Israel tersebut mengatakan ia bermaksud memasuki Jalur Gaza," kata beberapa sumber keamanan kepada Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa. Pria itu mengaku dirinya bersimpatik pada masalah Palestina. Dia adalah anggota satu organisasi yang bersimpatik pada rakyat Palestina. Penyelidikan awal mengungkapkan pria itu adalah seorang sersan di tentara pertahanan Israel. Dia pensiun pada 2010

29 December 2012


إسماعيل هنية غزة- وكالات الأنباء: قال إسماعيل هنية، رئيس الوزراء الفلسطيني: إن مصر أبلغته اليوم السبت بالسماح بإدخال مواد إعادة إعمار القطاع عبر معبر رفح البري، اليوم السبت، وذلك لأول مرة. وحيَّا هنية مصر على هذه الخطوة، مضيفًا أنها جاءت نتيجة اتصالات أجرتها حكومته ودولة قطر مع مسئولين مصريين. وأضاف- خلال لقائه بوفد طبي مصري اليوم بمنزله- أن هذه الخطوة تندرج في سياق التطور الإيجابي للموقف المصري وروح الثورة المصرية التي تسري في عروق الشعب المصري. وأكد رئيس الحكومة الفلسطينية أن مصر لا تقبل بأن يحاصر قطاع غزة أو يهان، مضيفًا أن مواد البناء التي سمحت مصر بإدخالها اليوم عبر معبر رفح البري ستستخدم في مشروعات قطر لإعادة إعمار القطاع. وأوضح أن الشعب المصري لم يتورط مطلقًا في حصار غزة، وأن الدور المصري الرائد في التضامن مع غزة ضد الحرب الصهيونية على القطاع أكد أن غزة ليست وحدها في مواجهة هذا العدوان، وأن مصر حريصة على الشعب الفلسطيني. وتابع: "شهادة للتاريخ بأن مصر كانت شريكًا في صناعة انتصار غزة على الاحتلال في حرب الأيام الثمانية، ولم تكن وسيطًا ووقفت شعبًا وثورةً مع الشعب الفلسطيني، وكما تألم الاحتلال من صورايخ المقاومة بغزة، تألم أيضًا من الموقف المصري الرائع، كما سمعت الإدارة الأمريكية حديثًا مختلفًا من القاهرة". وأشاد هنيه بتجربة عملية الاستفتاء على الدستور المصري ونجاحها، لا سيما وأنها أعطت درسًا في الديمقراطية ورسمت صورةً حضاريةً، معربًا عن أمله في استكمال هذا المشهد الديمقراطي بإجراء الانتخابات البرلمانية، مشددًا على أن استقرار الأمة العربية من استقرار مصر. ومن جانبه قال الدكتور عاطف رضوان، رئيس الوفد الطبي المصري، في تصريحات لمراسل "وكالة أنباء الشرق الأوسط"، عقب اللقاء- إن الوفد يمثل نقابة الأطباء في محافظة الشرقية، وجاء إلى القطاع لبحث التعاون وتقديم المساعدات للقطاع الصحي بغزة. وأضاف أن الوفد المصري حمل معه مواد إغاثية وطبية لمستشفيات قطاع غزة تبلغ قيمتها 400 ألف جنيه، ومن المقرر أن يغادر القطاع غدًا بعد زيارة امتدت ثلاثة أيام.

19 December 2012

Bagi temen2 yg suka cerita lucu atau butuh hiburan agar bisa tersenyum lebar baca aja cerita abunawas ini..yah sekedar melepas borring atau penghilang strs


كتب- حسن محمود: أثبتت نوعية من الكتاب، خاصة من عينة أخينا الكاتب الساخر على "روحه" أنه "أسد على الأصدقاء وفي الحرب نعامة"، خاصة أن هجومه "الطويل" الذي تخطى طول دخان "غليونه"، على الإخوان المسلمين، خالف فيه نصائحه الكثيرة وأهمها: "اللي بيته من إزاز لا يغير ملابسه في الصالون". إنه يدخن سيجاره الثمين محمل بالأتربة والأكاذيب غير عابئ بالفقراء وقيم الصدق والنبل، ويتنقل بين قنوات الفلول حصريًّا، للهجوم على التوافق الوطني ومحاولات التقارب، وينشر أكاذيبه ضد الإخوان المسلمين، معتمدًا على تعريفه النقابي الذي أثبتت الانتخابات أنه الأقل حظًّا في كل مرة، وأنه يفوز على "الحوركرك" وأنه بلا تاريخ مهني حقيقي، كما يعرف زملاؤه. نقول له بكل وضوح "فاقد الشيء يدور عليه" فهذا أفضل له؛ لأنه بات كسواق الأتوبيس الذي يرفع شعار "مهما كان الأتوبيس مليان دايمًا ليك مكان"، حتى يكون ضيفًا في كل البرامج التي تناسب جمال فهمه!!، وتناسى أن الإخوان المسلمين "قصة كفاح مش جايه على المرتاح"، وأنه تمَّ إقصاء الجماعة عن كل المناصب التنفيذية والمؤسسات الرسمية، فضلاً عن وسائل الإعلام والمؤسسات القومية التي "كوَّش" عليها "أصحابه اللبراليون واليساريون والشيوعيون، ولا يوجد بينهم إخواني واحد. نقول له بكلِّ وضوح: "إن كنت ناسي اللي جري هات الدفاتر تتقرأ"، و "الرجولة مواقف والندالة دروس"، ومواقفك من صاحب الكتاب الأخضر والأسود والبنفسجي معروفة، ولا تحتاج إلى بحث على "جوجل"، و "يا بخت من بات مظلوم وماباتش ظالم"!. ننصحه أخيرًا أن يردد مع نفسه كلمة "توافق" 100 مرة، ثم يقول "مصلحة مصر لا مصالحي" 100 مرة كذلك، ثم يختم بقول "الصدق أنجى" 1000 مرة، وسلمي على "الغليون".

إخوان اون لاين - قنا تنهي استعداداتها للاستفتاء على مشروع الدستور

إخوان اون لاين - قنا تنهي استعداداتها للاستفتاء على مشروع الدستور

Era baru tengah dimasuki Mesir. Setelah tumbangnya rezim otoriter, Hosni Mubarak, kini negeri Cleopatra dipimpin oleh Presidenn Muhammad Mursi. Republika coba mengulas sedikit perbedaan antara kepemimpinan Mubarak dan Mursi. Dilahirkan ke dunia bernama lengkap Muhammad Hosni Sayyid Mubarak, mantan orang nomor satu di Mesir ini ingin selalu terlihat hebat oleh dunia internasional, terutama sekutunya, Amerika Serikat (AS). Mubarak menjabat sebagai Presiden Mesir menggantikan Presiden Anwar Al Sadat yang terbunuh pada 6 Oktober 1981 oleh kelompok radikal. Sebagai orang nomor satu Mesir, Mubarak yang kental dengan latarbelakang militernya ini dikenal paling berkuasa di wilayahnya. Tak heran jika dia dijuluki 'Sang Diktator' karena gaya kepemimpinanya yang otoriter. Selama masa jabatannya sebagai presiden, Mubarak enam kali lolos dari percobaan pembunuhan. Percobaan yang paling besar terjadi ketika Mubarak lolos dari upaya pembunuhan dengan gas beracun di Ethiopia bulan Juni 1995 oleh Egyptian Islamic Jihad. Mubarak tercatat sebagai Presiden Mesir keempat yang memangku jabatan lebih dari 15 tahun. Sebagai penerus mendiang Presiden Mesir, Al Sadat, dia meneruskan kebijakan pendahulunya. Salah satunya berdamai dengan Israel, yang tertuang dalam perundingan damai Mesir-Israel di Camp David, yang ditandatangani Presiden Sadat dan Perdana Menteri Menachem Begin pada 1979. Selama 30 tahun memimpin Mesir dengan gaya otoriternya, Mubarak dihadapi pada gelombang protes rakyatnya. Protes menentang kepemimpinan Mubarak semakin menjadi setelah memanasnya Arab Spring yang diawali di Tunisia. Tepat pada tanggal 11 Februari 2011, Wakil Presiden Omar Sulaeiman membuat pengumuman singkat mengatakan Mubarak mengundurkan diri dan militer tertinggi dewan akan menjalankan negara. Meski sudah tidak lagi menjadi orang nomor satu di Mesir, Mubarak dalam pidatonya tertanggal 1 Februari 2011 lalu, menyampaikan dirinya siap melayani Mesir hingga akhir hayatnya. “Negaraku tercinta, (Mesir) tempat dimana saya tinggal. Saya telah berjuang dan akan terus mempertahankan tanah airku.Di tanah airku ini, saya akan menutup mata. Biar sejarah yang akan menilai saya,” kata Mubarak seperti dikutip BBC.

18 December 2012


د. عبد الله الأشعل الرياض- وكالات الأنباء: أكد الدكتور عبد الله الأشعل أن المعارضة المصرية "تخطت حدود المعارضة الشرعية إلى المؤامرة"، وأنه لا يجمعها شيء سوى كراهية التيار الإسلامي. وأشار الأشعل- في تصريحات لصحيفة "الوطن" السعودية، اليوم- إلى أن قادة ما تُسمَّى بـ"جبهة الإنقاذ" لا يهمها سوى السعي للإطاحة بالرئيس المنتخب محمد مرسي بأي ثمن والاستيلاء على السلطة ولو كان ذلك على حساب الوطن وأمنه واستقراره. واتهم رئيس حزب الدستور محمد البرادعي بالاستقواء بالخارج وحض الولايات المتحدة والدول الغربية على التدخل في شئون مصر الداخلية وإزاحة رئيسها المنتخب عن سدة الحكم. وقال إن التاريخ لن يغفر لعمرو موسي، المرشح الخاسر في انتخابات الرئاسة، أنه كان أحد رموز نظام مبارك وتولى وزارة خارجيته 10 سنوات متتالية. ووصف الأشعل المرشح الخاسر في انتخابات الرئاسة حمدين صباحي بأنه يعيش في نرجسية، ويرى أنه أحق من الرئيس المنتخب بكرسي الرئاسة، وذهب إليه وطالبه صراحةً بأن يتنازل له عن المنصب، متوقعًا أن تأتي نتيجة الاستفتاء مؤيدةً للدستور. وطالب بضرورة تطهير الإعلام والقضاء من رموز النظام المخلوع، مشيرًا إلى أن "المؤامرة الإعلامية" التي تقودها بعض القوى لتشويه صورة النظام والحكومة لدى الشعب تمكَّنت من خلق حاجز بين الرئيس وشعبه.

13 December 2012


Hari ulang tahun yang biasanya ditandai perayaan menyenangkan, namun berujung maut bagi seorang remaja belia di Palestina. Ribuan warga Palestina di Hebron masih berkabung atas tewasnya seorang remaja belia, Mohamed Ziad Salayma tepat di usianya 16 tahun. Ia meregang nyawa setelah ditembus peluru-peluru tajam Tentara Israel, Rabu (12/12). Salayma yang mendapat hadiah pistol mainan di hari ulang tahunnya itu bermain-main dengan menodongkan pistol mainan ke Tentara Israel yang tengah berjaga-jaga di pos pemeriksaan kota selatan Tepi barat. Namun permainan Salyma ditanggapi serius oleh tentara Israel. Tentara yang kalap itu langsung membalasnya dengan tembakan ke tubuh mungkil Salyma, hingga remaja tersebut tewas seketika. Pihak keamanan Israel membenarkan penembakan itu. Pihak Israel berdalih karena remaja belia tersebut mencoba mengancam polisi perbatasan yang tengah bertugas dengan menodongkan senjata. Polisi Israel baru mengetahui setelah ia terlanjur menembak Salyma ternyata pistol remaja kecil itu adalah pistol mainan. "Ia (Salyma) diminta kartu identitas oleh salah seorang petugas perbatasan. Namun ia menyerangnya dengan mengacungkan pistol yang diarahkan ke kepala penjaga perbatasan," kata seorang juru bicara kepolisian Israel.

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/ilustrasi-_121210191159-523.jpghttp://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/ilustrasi-_121210191159-523.jpgPraktik komunikasi sebagai kebutuhan manusia sehari-hari dalam menyampaikan ide dan pesannya membutuhkan dasar-dasar ilmu filsafat sebagai induk keilmuan dan juga psikologi karena terkait dengan kepribadian seseorang (komunikan) yang kita hadapi. Komunikasi yang berkembang di Eropa karena proses akulturasi budaya ini secara riil telah dipraktikkan pada zaman Rasulullah baik melalui proses turunnya kalamullah antara Allah (komunikator utama), Jibril (perantara) dan terakhir Rasulullah (sebagai penerima pesan pertama) yang akhirnya sebagai komunikator untuk seluruh sahabat sezamannya. Kemudian, pesan-pesan Rasulullah yang berupa qauli (perkataan), fi’li (perbuatan) dan taqriri (ketetapan), disampaikan secara orisinil dengan persyaratan ketat dimana seorang perawi sendiri harus memiliki daya ingat yang kuat serta tidak pernah berdusta untuk dapat dikategorikan penyampai hadits yang terpercaya. Pembukuan Alquran dan hadis inilah capaian tertinggi umat Islam yang tetap terjaga keasliannya, serta babak baru bentuk komunikasi Islam dalam bentuk dakwah baik seruan langsung, bil haal maupun bil qalam zaman Rasulullah. Dalam ilmu komunikasi, ada beberapa jenis komunikasi; komunikasi intrapersonal, interpersonal, komunikasi kelompok yang seluruhnya terdapat dalam Al-Quran juga yang lebih penting adalah komunikasi transendental. Mari kita simak ayat komunikasi intrapersonal dalam QS Al-Ghasiyah 17-20 ini, “Maka apakah mereka tidak memerhatikan unta bagaimana dia diciptakan, Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?” Ayat di atas apabila ditinjau dari perspektif psikologi komunikasi termasuk kepada komunikasi intrapersonal dengan proses berpikir. Berpikir melibatkan semua proses sensasi, persepsi dan memori. Berpikir dilakukan untuk memahami realitas. Pada surat inilah Allah memerintahkan manusia untuk memerhatikan dan memikirkan semua ciptaan-Nya. Kedua, dalam komunikasi interpersonal dapat dicontohkan dari dialog Nabi Ibrahim dan Namrud dalam Surah Al-Baqarah ayat 258. Ibrahim berkata, "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan." Ia (Namrud) berkata, "Aku dapat menghidupkan dan mematikan." Ibrahim berkata, "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat." Lalu terdiamlah orang kafir itu.” Dalam komunikasi interpersonal ada yang disebut dengan konsep diri yaitu pandangan tentang diri. Konsep diri memiliki dua komponen, yaitu komponen kognitif dan komponen afektif. Komponen kognitif disebut citra diri (self image) dan komponen afektif disebut harga diri (self esteem). Konsep diri Namrud yang angkuh inilah membawa dirinya kepada kebuntuan pikiran dan argumentasi karena merasa mampu menyaingi kuasa Allah. Ketiga, komunikasi kelompok yang salah satunya terdapat dalam QS Al-Mulk, “... apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?” Terakhir, komunikasi transendental sebagai bentuk kekayaan Alquran, menghadirkan khazanah baru dalam dunia komunikasi. Komunikasi transendental sendiri banyak dideskripsikan dalam Alquran berupa doa-doa para Nabi. “Nuh berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka, (QS. Nuh: 21). Alquran sebagai 'hadiah' berharga dari Allah bagi manusia yang disampaikan secara berangsur-angsur kurang lebih 23 tahun ini telah jelas menyampaikan dasar-dasar komunikasi dalam beberapa ribuan ayatnya. Penyampaian ini bertujuan agar kita meyakini bahwa kitab suci ini adalah Mahakarya Ilahi yang setiap kedahsyatan ciptaan-Nya harus senantiasa direnungi. Wallahu a'lam

11 December 2012


Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah, meminta segenap umat Islam dan bangsa Arab bekerja serius membuat strategi integral guna membebaskan Palestina. Haniyah menegaskan tidak ada negeri selain Palestina bagi rakyat Palestina. Hal tersebut disampaikan Haniyah, Selasa (11/12), saat menyambut relawan dari konvoi Miles of Smiles 18. Rombongan konvoi berasal dari segenap pelosok dan gerakan Islam serta Asosiasi Sosial di Libanon dan sejumlah delegasi persatuan pengacara Arab. Haniyah menyambut hangat kehadiran delegasi ke Gaza. Kehadiran mereka sebagai kabar gembira bagi kemenangan Palestina. ''Gaza sedikitpun tidak akan menyerah meski terus mendapat serangan dan terblokade,'' kata Haniyah seperti dikutip Infopalestina.

DR. Yusuf Qaradawi


Kesepakatan damai Hamas dan Fatah benar-benar membuat rezim Zionis Israel cemas dan ketakutan. Kemenangan gerakan perlawanan Islam Palestina dalam perang delapan hari di Gaza dan peningkatan status Palestina di Mejelis Umum PBB menjadi momen berakhirnya friksi antara Hamas dan Fatah. Demikian dilaporkan Qodsna (11/12). Seperti dikutip dari laman Irib, keinginan Abu Mazen untuk mengunjungi Jalur Gaza, dukungan Hamas atas program Abu Mazen di PBB, pengumuman Fatah yang akan menggelar perayaan besar kemenangan Hamas di Tepi Barat, dan diakhirinya friksi enam tahun kedua gerakan perlawanan Palestina ini membuktikan niat baik para pemimpin Hamas dan Fatah untuk menciptakan rekonsiliasi nasional di Palestina. Di sisi lain, dampak kesepakatan damai kedua kelompok perlawanan Palestina itu justeru membuat cemas rezim Zionis. Bahkan, saluran Televisi Israel melaporkan, keputusan positif yang diambil Abu Mazen terkait Hamas seperti membebaskan seluruh anggota Hamas dari penjaranya di Tepi Barat, mengakhiri penangkapan politik dan kunjungan petinggi Fatah ke Jalur Gaza menunjukkan bahwa keputusan dua kelompok perlawanan Palestina itu untuk melakukan rekonsiliasi, serius dan akan segera terlaksana.

08 December 2012


نفى الدكتور حسام كامل، رئيس جامعة القاهرة، تلقيه أي طلب من أساتذة كلية الحقوق لتعليق الدراسة داخل الكلية؛ احتجاجًا على الدستور، مؤكدًا أن المحاضرات تسير في الكلية بشكل طبيعي. وأوضح الدكتور حسام- في تصريحات له اليوم الثلاثاء- أن مجلس الجامعة هو الجهة الوحيدة التي تملك هذا الحق، مؤكدًا أنه لا ذنب للطلاب في تلقي محاضراتهم، وبخاصةٍ أن الجامعة قد استعدت لامتحانات الفصل الدراسي الأول. وأكد أنه يكنُّ كل الاحترام والتقدير لأساتذة كلية الحقوق وحريتهم في التعبير عن آرائهم في المواقف المختلفة، ولكن مصلحة الطلاب فوق كل اعتبار.

Pengamat politik Noam Chomsky menilai Hamas masih tetap konsisten dengan perjuangannya. Ia mengaku belum melihat adanya perubahan sikap yang prinsip dari Hamas. Hari ini Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) berusia 25 tahun. Hamas didirikan oleh Syikh Ahmad Yasin pada 1987 menyusul dimulainya Intifada pertama. Hamas merupakan cabang Ikhwanul Muslimin Palestina. Sikap politik Khaled Meshaal dan berita-berita yang menyebut adanya usulan Emir Qatar kepada Hamas di beberapa hari lalu membuat banyak yang menyangka Hamas telah keluar dari sikap-sikapnya selama ini. Surat kabar al-Akhbar, Lebanon beberapa hari lalu dalam sebuah laporan menulis, Qatar memainkan peran di balik layar perundingan gencatan senjata antara Hamas dan rezim Zionis Israel. Menurut laporan al-Akbar, mengajukan sejumlah usulan kepada Hamas, termasuk bantuan tahunan sebesar 1 miliar dolar kepada pemerintah Ismail Haniyah, rekonstruksi bandara internasional Gaza dan membuka kembali aktivitasnya setelah terhenti sejak tahun 2001, begitu juga tentang pemutusan hubungan dengan Iran demi terciptanya gencatan senjata 10 tahun dengan Israel Namun, Profesor Noam Chomsky, dalam wawancara pendeknya dengan Mehr seperti dikutip Irib secara tegas menyatakan tak terjadi perubahan sikap pada Hamas. Chomsky mengatakan, "Sikap Hamas tidak berubah dalam masalah-masalah prinsip." "Gerakan Hamas masih tetap konsisten dengan prinsip-prinsipnya dahulu dan saat ini tidak ada bukti bahwa telah terjadi perubahan sikap Hamas dari nilai-nilai dan prinsipnya," tambah Chom

MESIR -- Aktivis dan anggota Partai Konstitusi Mesir, George Ishak mengatakan Presiden Mesir, Muhammad Mursi memiliki kesempatan emas, namun tidak tahu bagaimana cara menggunakannnya. "Kami mendesak presiden untuk menarik deklarasi konstitusi," katanya seperti dinukil dari Al-arabiya. Oposisi melihat keputusan Mursi yang ingin menerbitkan deklarasi konstitusi, adalah jalan merebut kekuasaan. Rancangan konstitusi merupakan upaya membatalkan dasar-dasar sekuler Mesir, mendukung aspirasi Islam. Menanggapi hak tersebut, Wakil Presiden Mahmoud Mekki, mengatakan Mursi bisa menerima permintaan penundaan referendum tersebut pada rancangan konstitusi. Apabila oposisi menjamin akan adanya tantangan hukum terhadap keputusan tersebut.

تمكنت اللجان الشعبية بشارع المرغني من إلقاء القبض على اثنين من البلطجية تسللا لصفوف المؤيدين لرئيس الجمهورية؛ لإثارة الشغب أمام قصر "الاتحادية"، وتم تسليمهما لقوات الأمن بعد صلاة الفجر مباشرةً. ويشهد محيط القصر الجمهوري هدوءًا حذرًا بعد صلاة الفجر، بعد أن سيطرت قوات الحرس الجمهوري على مجريات الأمور بشكل نسبي والفصل بين البلطجية ومؤيدي الرئيس.

علنت لجان التنسيق المحلية السورية استشهاد 16 شخصًا، اليوم الثلاثاء، بنيران القوات النظامية، معظمهم فى دمشق وريفها. يأتي ذلك بعد ليلة ساخنة تواصلت فيها الاشتباكات العنيفة بين الجيش السوري الحر ووحدات من القوات التابعة لنظام بشار الأسد على كل محاور ريف دمشق، سواء في البلدات الواقعة على جانبي طريق مطار دمشق الدولي أو في دوما وحرستا. وذكر شهود عيان أن الاشتباكات استمرت في أحياء دمشق الجنوبية، وتحديدًا في الحجر الأسود والتضامن والقدم والعسالي، وسقط خلالها العشرات من القتلى والمصابين.

إخوان اون لاين - 16 شهيدًا في سوريا اليوم معظمهم في دمشق وريفها

إخوان اون لاين - 16 شهيدًا في سوريا اليوم معظمهم في دمشق وريفها

07 December 2012


KAIRO -- Walid al-Haddad, koordinator Hubungan Luar Negeri Partai Kebebasan dan Keadilan Mesir, menyatakan, Presiden Muhammad Mursi dalam pidato mendatangnya akan mengungkap identitas para penyulut krisis di negara ini. Al-Haddad dalam wawancaranya dengan Alalam (6/12), seperti dikutip laman Irib menuding para penentang berupaya menjegal kemenangan kelompok-kelompok Islam dalam pemilu parlemen mendatang dan menggagalkan pelaksanaan referendum UUD yang akan digelar pertengahan bulan ini. "Mereka mengkhawatirkan kemenangan kelompok-kelompok Islam dalam pemilu mendatang parlemen karena mereka tahu pilihan rakyat Mesir. Dan untuk mencegah kemenangan tersebut, mereka berupaya menggagalkan referendum," ujarnya. Menurut al-Haddad, deklarasi undang-undang dasar oleh Mursi itu dimaksudkan mengakhiri masa transformasi Mesir.

05 December 2012


Istiqamah atau tetap pendirian merupakan prinsip yang harus dimiliki oleh seiap Muslim.Istiqamah memang mudah diucapkan tapi sulit dipertahankan. Istiqamah tentu dalam hal yang syar'i yang diperintahkan bukan sebaliknya, memang ada orang yang istiqamah dalam mengikuti nenek moyang dalam hal mempertahankan tradisi jahiliyah hurafat dan tahayyul. Ini istiqamah yang salah . " Istiqamahlah sebagaimana engkau diperintahkan dan orang yang bersama mu dan janganlah kamu menyimpang dari jalan Allah'' . Sesungguhnya orang yang berkata Tuhan kami Allah kemudian istiqamah maka mereka tidak merasa takut atas apa yang akan mereka hadapi dan tidak akan bersedih atas apa yang mereka tinggalkan,". Memang menjadi pribadi yang istiqamah penuh cobaan dan perlu pembiasaan pembiasaan dalam aktifitas dan amaliyah amaliyah vertikal. Membiasakan berlapar lapar 3 hari dalam sebulan atau 1 hari dalam sepekan merupakan usaha dan juga merupakan manhaj dalam tarbiyah, sehingga apabila ini sudah menjadi biasa dan juga jadi kebutuhan maka istiqamah itu akan tetap mantab dalam diri kita. Wallahu 'alam bissawab

يتكلم الخبراء في المشاكل التي تواجهها المجتمع و اﻷمة عن الفساد و البطالة و التعليم و سوء الادارة و هلم جرا، و كأنه يعلم كل شيء و يعطي أفضل الحلول. و لا تسمع احدا منهم يرجع إلى هدي القرآن أو السنة النبوية. و علماء الدين يسكتون لأن ليس لديهم أجوبة لتلك المشاكل و لأنهم لم يفهموا القرآن و السنة كمنهج حياة.

03 December 2012

يفرح المؤمنون بالعيد وتغمرهم السعادة، على الرغم مما قد يكون أصابهم من آلام وجراح، فهم يعلمون أن الحياة كلها تعب، فالله تعالى يقول: (لَقَدْ خَلَقْنَا الإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ) (البلد: 4)، وقد جرَّب الناس ذلك؛ فقال شاعرهم أبو العلاء المعري: تَعَبُ كُلّها الحَياةُ فَما أعْـجَبُ ... إلاّ مِنْ راغبٍ في ازْديادِ وقال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله وهو في أشد محنته: ما يصنع أعدائي بي؟ أنا جنتي وبستاني في صدري أين رحت فهي معي لا تفارقني، أنا حبسي خلوة، وقتلي شهادة، وإخراجي من بلدي سياحة. ولذلك كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يمازح أصحابه ومنهم زاهر الأشجعي رضي الله عنه الذي كان يقول عنه: إن زاهرًا باديتنا ونحن حاضروه، وكان يحبه وكان رجلاً دميمًا فأتاه النبي يومًا وهو يبيع متاعه، فاحتضنه من خلفه وهو لا يبصره، فقال: من هذا؟ أرسلني فالتفت، فعرف النبي، فجعل لا يألو ما ألصق ظهره بصدر النبي حين عرفه، فجعل النبي يقول: من يشتري هذا العبد ؟ فقال: يا رسول الله! إذا والله تجدني كاسدًا. فقال النبي: لكن عند الله لست بكاسد. أو قال: أنت عند الله غال. وكان أبو الدرداء رضي الله عنه يقول: إني لأستجمُّ لقلبي بالشيء من اللهو، ليكون أقوى لي على الحق. ومن الطرف التي تُروى أنه حكي أن متلاحيين (متخاصمين) حضرا على مائدة بعض الرؤساء، فقُدِّم لهما رطبٌ، فجعل أحدهما كلما أكل جعل النوى بين يدي الآخر حتى اجتمع بين يديه ما ليس بين يدي أحد من الحاضرين مثله؛ فالتفت الأول إلى رب المنزل، وقال: ألا ترى يا سيدنا ما أكثر أكل فلان الرطب؟! فإن بين يديه من النوى ما يفضل به الجماعة، فالتفت إليه صاحبه، وقال: أما أنا أصلحك الله فقد أكلت كما قال رطبًا كثيرًا، ولكن هذا الأحمق قد أكل الرطب بنواه، فضحك الجماعة وخجل المُشنِّع. وأعد الحجاج مائدة في يوم عيد, فكان من بين الجالسين أعرابي، فأراد الحجاج أن يتلاطف معه فانتظر حتى شمر الناس للأكل، وقال: من أكل من هذا ضربت عنقه، فظل الأعرابي ينظر للحجاج مرة وللطعام مرة أخرى، ثم قال: أوصيك بأولادي خيرًا، وظل يأكل، فضحك الحجاج وأمر بأن يكافأ. ونظر طفيلي إلى قوم سائرين فظن أنهم ذاهبون إلى وليمة فتبعهم فإذا هم شعراء قصدوا الأمير بمدائح لهم، فلما أنشد كل واحد قصيدته في حضرة الأمير لم يبقَ إلا الطفيلي، فقال له الأمير: أنشد شعرك، قال: لست بشاعر قال الأمير: فمن أنت قال الطفيلي: من الغاوين الذين قال الله فيهم: (والشعراء يتبعهم الغاوون)، فضحك الأمير وأمر له بجائزة. ودعا رجل أشعب إلى طعام، فقال له أشعب: أنا خبير بكثرة جموعك. قال الرجل: لا أدعو أحدًا، فجاء إذ طلع صبي، فقال أشعب: أين الشرط؟ قال: يا أبا العلاء! هو ابني، وفيه عشر خصال: أحدها أنه لم يأكل مع ضيف. قال أشعب: كفى، التسع لك. أدخله. وأخيرًا، قيل: لم يكن أطمع من أشعب إلا كلبه، رأى صورة القمر في البئر فظنه رغيفًا، فألقى نفسه في البئر يطلبه، فمات.
- Presiden Mesir Muhammad Mursi mengumumkan kesiapan negara menggelar referendum nasional. Referendum menuntut partisipasi masyarakat untuk menerima atau menolak konstitusi baru yang menuai kontroversi selama sepakan di Mesir. Mursi menjadwalkan 15 Desember sebagai penentuan tersebut. Mursi telah menerima draft rancangan Undang Undang Dasar baru bagi negara saat Sabtu (1/12). Dia memuji kinerja Majelis Konstitusi yang merampungkan dasar hukum baru pascarevolusi 2011 lalu. "Pekerjaan ini tidak dapat disepelekan," Mursi mengatakan demikian di sidang Majelis Konstitusi, Sabtu (1/12), seperti dilansir kanal berita Aljazeera, Ahad (2/12). Presiden menghendaki suara masyarakat adalah jawaban konkrit atas keberlakukan konstitusi tersebut. "Siapapun akan memandang bagaimana kita (Mesir) membangun institusi dan menata sistem demokrasi," Mursi menambahkan, seperti mengutip BBC, di hari yang sama. Hasil referendum akan menentukan negara tersebut membentuk parlemen baru, dalam waktu 60 hari setelah konstitusi resmi diundangkan. Majelis Konstitusi merampungkan 234 pasal baru dalam UUD baru Mesir, Jumat (30/11). Disepakati oleh 85 dari seratus anggota majelis yang hadir. 15 anggota oposisi perwakilan Partai Liberal dan Kristen Koptik mundur dan menolak berpartisipasi mengesahkan draft tersebut. Oposisi menolak hadir lantaran dominasi hukum syariah yang dominan dalam rancangan tersebut. Beberapa pasal menurut mereka tidak sesuai dengan dinamika dan keragaman masyarakat Mesir. Konstitusi baru juga memicu protes besar di Kairo dan mengatakan Ikhwanul Muslimin telah mulai merongrong negara tersebut.Beberapa pasal menjadi perdabatan serius antara anggota majelis saat perumusan.

31 December 2011

baru


Aswrb.Apa kabarnya teman teman?

19 February 2011

BEKERJA


PEJUANG

Asww.Lapangan kerja di bidang media di Jalur Gaza masih didominasi kaum lelaki dan hanya sedikit perempuan di Gaza yang bekerja sebagai wartawan. Penjajahan rejim Zionis Israel sejak tahun 1967 dan agresi Israel yang tiada henti ke wilayah itu, membuat partisipasi kaum perempuan di Gaza dalam berbagai aspek kehidupan jadi terkendala, salah satunya di bidang media massa.

"Kami sebagai jurnalis perempuan di Gaza menemui banyak kesulitan. Misalnya, kami tidak bisa bekerja lembur dan pulang ke rumah telat, meski banyak tugas yang masih harus kami kerjakan," kata Samar Aldreimly, satu dari segelintir perempuan Gaza yang bekerja sebagai wartawan.

Dominasi Kaum Lelaki

Samar mengungkapkan, di berbagai lapangan pekerjaan kaum lelaki masih mendominasi dan mereka kerap memandang sebelah mata perempuan yang bekerja sebagai praktisi media. Di sisi lain, Samar mengakui kesulitan kaum perempuan, terutama yang bekerja di sektor media massa untuk meningkatkan statusnya.

Hidaya Shamoun, perempuan Gaza yang berprofesi sebagai penulis mengungkapkan keluhan serupa. Menurutnya, peran kaum perempuan Gaza di sektor media massa masih minim. "Meskipun sudah banyak resolusi-resolusi internasional tentang pemberdayaan kaum perempuan, khususnya di bidang media, peran kaum lelaki masih dipandang lebih dominan dibandingkan kaum perempuan," ujarnya.

Menurut Nelly Al-Masry yang bekerja sebagai jurnalis dan peneliti di Pusat Urusan Perempuan Palestina di Gaza, perusahaan-perusahaan media dan kantor-kantor berita hanya sedikit memberikan ruang bagi kaum perempuan untuk bekerja di bidang itu.

"Banyak institusi media yang mempekerjakan kaum perempuan yang profesional di bidang media di bidang pekerjaan yang tidak banyak melibatkan mereka dalam tugas-tugas di lapangan. Misalnya mereka hanya dipekerjakan di perpustakaan," ujar Nelly.

Eternad Sa'ad, perempuan Gaza yang sudah lama bekerja di sebuah rumah produksi film independen, menceritakan pengalamannya sebagai pekerja media. Menurutnya, ia banyak menghadapi masalah dan kesulitan bekerja di bidang media. "Ketika pecah perang bulan Januari 2008, saya mengambil resiko keluar rumah untuk mendapatkan berita. Saya masih ingat, di hari pertama agresi Israel tanggal 27 Desember, saya dan beberapa kolega berada di kantor surat kabar Alayam. Suasana ketika sangat mengerikan, kami mendengar dentuman bom-bom Israel. Tapi saya keluar dan membawa kamera saya, tak peduli resiko yang akan saya hadapi," tutur Sa'ad.

Meski masih dipandang sebelah mata, sejumlah pria yang menjadi praktisi media massa menilai bahwa Gaza membutuhkan jurnalis-jurnalis perempuan. "Kehadiran kaum perempuan di sektor media massa sangat dibutuhkan," ujar Nasser Attalah, wartawan dan penyair di Gaza.

Mohsen Alefranji, dosen ilmu jurnalistik di Universitas Islam Gaza menambahkan, kaum perempuan yang bekerja di semua sektor media massa, mulai dari wartawan, penulis atau rumah produksi, meski jumlahnya masih sedikit menunjukkan peran nyata kaum perempuan di Gaza di bidang media dan di tengah masyarakat pada umumnya.

Sementara, sutradara film di Gaza Tareq Elian berpendapat, kaum perempuan yang memilih berkarir di bidang media harus mau bekerja keras dan meningkatkan kemampuannya sehingga bisa mengikis stereotipe kaum perempuan Gaza.

Tetap Optimis

Saat ini, dengan berbagai kendala dan keterbatasan kaum perempuan Gaza sudah mampu menunjukkan eksitensinya sebagai pekerja media meski jumlahnya masih sedikit. Sebagai contoh, Lubna Abu Ghadieen yang mampu menjadi produser di Pusat Urusan Kaum Perempuan Palestina di Gaza. Ia mennyatakan optimis dengan pekerjaan yang dilakukannya sekarang.

"Saya yakin, seorang perempuan bisa berperan untuk mereformasi keseluruhan masyarakat. Oleh sebab itu, kaum perempuan perlu senantiasa meningkatkan profesionalitasnya," ujar Lubna.

Ia tidak peduli dengan komentar-komentar negatif dari sebagian warga masyarakat Gaza terhadap kaum perempuan yang menjadi pekerja media. "Saya melakukan pekerjaan saya sebagai hobi dan profesi. Saya akan terus bekerja dan mencetak prestasi," tukasnya.

Keyakinan yang sama diungkapkan Naheel Alsultan, perempuan Gaza yang bekerja di radio lokal Al-Shabab. Naheel menegaskan bahwa dirinya mampu menjalankan pekerjaannya sebagai progamer radio meski harus menghadapi kesulitan, terutama dari sisi tradisi dan budaya konservatif masyarakat Gaza pada umumnya.

"Saya tetap harus pulang ke rumah sebelum malam, karena seorang perempuan tidak boleh berada di jalan pada malam hari," ujarnya

Islamedia - Media Informasi Islami: Cemburu

Islamedia - Media Informasi Islami: Cemburu

27 January 2011

Islamedia - Media Informasi Islami: Dia Yang Pernah Ada

Islamedia - Media Informasi Islami: Dia Yang Pernah Ada

DEMO

احتجاجات الغضب.. مصر تتغير!
[26/01/2011][21:21 مكة المكرمة]
أضف الصفحه إلى

أطياف عدة تشارك في المظاهرات المطالبة بالإصلاح (تصوير- محمد أبو زيد)



- د. عبد الله الأشعل: ثورة الشعب بدأت ولن يوقفها أحد

- سعد عبود: المصريون كسروا حاجز الصمت والخوف

- د. رفيق حبيب: "الداخلية" تزداد عنفًا والتواصل هو الحل

- د. عزة كريم: المتظاهرون ردوا بقوة وخالفوا كلّ التوقعات



تحقيق: مي جابر ويارا نجاتي

حذَّر خبراء ومراقبون ومحللون سياسيّون من خطورة استمرار تعامل النظام الحاكم في مصر بطريقته وأساليبه الأمنية الإرهابية التقليدية مع المتظاهرين في الشارع المصري ضد سياسات النظام الحاكم وتدني المستوى المعيشي.



وأكدوا أن الحركات الاحتجاجية الواسعة التي شهدها الشارع المصري أمس واليوم بداية مهمة لتحريك عجلة التغيير وكسر حاجز الخوف في نفوس المصريين، وستؤدِّي حتمًا إلى تغيير مسار الحياة السياسية المصرية لتستمد شرعيتها من الشارع.



وثمن الخبراء انتفاضة الشعب المصري التي فاجأت الجميع وأربكت حسابات أجهزة الأمن، مطالبين المصريين بمواصلة احتجاجاتهم؛ حتى تتحقق مطالبهم كي لا تكون الاحتجاجات مجرد هبَّة مؤقتة، كما طالبوا الشعب بالالتفاف حول المطالب التي تنادي بها القوى الوطنية المختلفة والوقوف جميعًا في خندق واحد ضدّ النظام الاستبدادي الحاكم.



البداية
الصورة غير متاحة

د. عبد الله الأشعل

"الثورة بدأت، والشعب لم يعد يثق بالسلطة المصرية التي استبدت به على مر عقود طويلة" هكذا لخص الدكتور عبد الله الأشعل، مساعد وزير الخارجية الأسبق، أحداث الأمس واليوم في الشوارع والميادين المصرية، في يوم الغضب المصري.



ويبين أن الصمت الحكومي حتى الآن تجاه الاحتجاجات يرجع إلى أن الحكومة تقرأ الشعب المصري قراءة قديمة، بأنه لا يثور، ويتميز بالضعف والبله من السهل إرهابه، مؤكدًا أن الشعب أصبح يتحدث عن نفسه، ولن يقبل أن يتحدث أحدٌ نيابة عنه مرة أخرى.



ويقول إن النظام المصري أدمن الأمن ولم يعد يستطيع التحاور مع الشعب، ويسعى للقضاء على أنات وآهات المواطنين، لكنها اشتعلت ولا يمكن إسكاتها، مضيفًا أن النظام بطبيعته فاسد خارج الشرعية والقانون، لا يجيد التعامل السياسي وكلّ السلطات المشكلة للحكومة لا تنتمي للشارع والشعب عبّر عن رفضهم.



ويشدد على ضرورة بقاء المواطنين في الشارع ويستمر تدفق سيل المواطنين على الشوارع والميادين، حتى يسقط النظام، فمصر تختلف عن تونس في أنها متورطة بشكلٍ كبيرٍ مع الولايات المتحدة الأمريكية، لذلك ستتمسك ببقائها أطول فترة، إلا أنها ستسقط وتتماشى مع مطالب الشعب.



حاجز الخوف
الصورة غير متاحة

د. رفيق حبيب

ويعتبر الدكتور رفيق حبيب أن الحركات الاحتجاجية الواسعة في الشارع المصري الآن هي بداية مهمة لتحريك عجلة التغيير وكسر حاجز الخوف، مؤكدًا أن ما سيأتي بعد ذلك سيكون مختلفًا تمامًا؛ ليغير مسار الحياة السياسية المصرية؛ حيث سيكون الشارع هو مصدر التغيير.



ويرجع ذلك إلى سببين أولهما: تراكم حالة الغضب وعدم الرضا عن ما يحدث منذ 30 عامًا هي عمر النظام الحاكم، وثانيهما: هو تأثر الشعب المصري بما حدث في تونس من ثورة على نظام "بن علي" المستبد، مشيرًا إلى أن النظام المصري يرفض رؤية الحقيقة والاعتراف بحالة الغضب التي تسود البلاد.



ويؤكد أن النظام سيستمر في تعنته وعناده مع المتظاهرين، ما يؤدِّي إلى تزايد الاحتجاجات والمظاهرات لمواجهة هذا التعنت، مضيفًا أن النظام يتعامل مع الأمر بطريقته وأساليبه الأمنية الإرهابية التقليدية، إلى جانب رفضه الأساليب السياسية المعروفة في الدول المتقدمة لحلّ مثل هذه الأزمات.



ويتوقع أن تستمر المظاهرات خلال الأيام القادمة، ولكن بشكلٍ متقطعٍ لتزداد وتيرتها في النهاية لتحقق المطالب الأساسية للشعب المصري، وفي نفس الوقت سيستمر النظام في عناده وإصراره على عدم رؤية الحقيقة أو تقديم إصلاحات حقيقية إلا عند إحساسه بقرب نهايته.



ويقول: "الداخلية تعتبر أن كلّ أشكال التعبير عن الرأي خروجًا عن القانون، وهو ما سيجعلها أكثر عنفًا خلال الأيام القادمة".



ويوصي د. حبيب المتظاهرين بخروج الاحتجاجات من المناطق المزدحمة سكنيًّا وحشد أكبر عددٍ من الشعب، بالإضافة إلى تنظيمها على فترات متباعدة، مشددًا على أهمية استمرارها بهذا الشكل السلمي الذي ظهرت به.



التخلي عن السلبية
الصورة غير متاحة

سعد عبود

ويؤكد سعد عبود، عضو مجلس الشعب عن حزب (الكرامة) السابق، أن الصور الاحتجاجية التي شهدتها مصر أمس كشفت عن كسر حاجز الخوف في نفوس الشعب المصري، الذي تخلَّى عن سلبيته وخرج عن صمته ليعلن للنظام سخطه، مشيرًا إلى أن القوى المعارضة لم تكن متوقعة التفاعل الواسع من جميع فئات الشعب.



ويقول: "ويرجع هذا التفاعل إلى حالة الاحتقان التي يعاني منها المواطنون منذ عقود طويلة؛ حيث الفقر والقمع والفساد والاستبداد والطوارئ".



ويضيف أن الداخلية كانت تظن أن الاحتجاجات ستكون عابرة وبأعداد قليلة، وهذا يفسر ارتباكها بعد مشاركة عشرات الآلاف بالمظاهرات وإصرار المتظاهرين على المبيت في الشارع حتى تحقيق مطالبهم، مشيرًا إلى أن التعامل الأمني الفجّ في تفريق المعتصمين الذي أدّى إلى سقوط العديد من الضحايا يؤكد ذعر الشرطة من خروج الأمر من تحت سيطرتها.



ويرى أن التصريحات الأمنية الصادرة عن الحكومة تعبّر عن ذعر النظام وخوفه الشديد من تزايد وتيرة الاحتجاجات، مؤكدًا أن المفاجأة أخرست النظام، فلم يصدر عنه أي تصريحات سوى التصريحات الأمنية.



ويلفت النظر إلى أن المظاهرات خرجت أمس بشكل عفوي رائعٍ؛ حيث خرج الجميع للتعبير عن غضبهم والمطالبة بالتغيير بشكلٍ حضاري أشاد به الجميع؛ حيث لم يحدث حالة واحدة لتخريب أي سيارة، مطالبًا المشاركين في المظاهرات بالاستمرار في الاحتجاجات بهذا الشكل الحضاري وعدم ترك فرصة لأي مخرب في تشويه هذه الحركات الاحتجاجية.



ويستطرد قائلاً: "يجب أن تستمر الاحتجاجات حتى تحقيق مطالب التغيير ولا تكون مجرد هبّة مؤقتة، كما يجب التمسك بالمطالب التي تنادي بها القوى الوطنية المختلفة؛ ليتوحد الشعب حولها حتى ندفع النظام الاستبدادي عن أنفاس المصريين".



مخالفة للتوقعات

وتؤكد الدكتورة عزة كريّم تعدد ثمار يوم الغضب المصري، وتبدأ باليقظة الشعبية التي لم تكن متوقعة، وقام بها المصريون في الشارع بكلّ فئاتهم، ومستوياتهم، وأعمارهم، خاصة أن النظام الحاكم لم يتصور الصمود والأعداد الهائلة التي خرجت للتعبير عن معاناتهم الاقتصادية والسياسية، والظلم الذي يعيشون فيه، ولطالما اتهم الشعب المصري بالسلبية والخمول.



وتشدد على أن الشعب المصري قام بتغيير القناة التي يطالب فيها بحقوقه طوال السنوات القادمة، بعد استنفاد طريق القنوات الرسمية من صحافة وإعلام وشكاوى متكررة في كلّ الجهات، سواء الحكومية منها أو الخاصة، ولم يجد منها استجابة مطلقًا، مشيرةً إلى أن إحدى أهم ثمار "الغضب" الرسالة التي أوصلها الشعب للشرطة بأنها جزء لا يتجزأ منه، على الرغم من كونها ممثلة للحكومة، فالمتظاهرون لم يقوموا مطلقًا بأعمال تخريبية، حتى إنهم كانوا يحملون الجنود المصابين إلى المستشفيات بأنفسهم.



وتعبّر عن سعادتها بظهور بادرة جديدة من المعارضة المصرية، تشير إلى النضوج السياسي، وهي أن البيان الصحفي الذي ألقته قوى المعارضة مجتمعة، طالب بمطالب جذرية للتغيير السياسي، ولم يتطرق إلى الأوضاع اليومية، كالبطالة والفقر والحد الأدنى للأجور، نظرًا لأن الحلول الجادة ستحل المشكلات اليومية التي يعاني منها الشعب، مضيفة "كما أن كلّ ممثلي الطوائف السياسية والثقافية المتحدثين إلى الإعلام بالأمس لم يمتلكوا سوى تأييد الانتفاضة الشعبية، باستثناء بعض ضعاف من أعضاء الحزب الوطني الذين ذكروا إنجازات واهية للحكومة المصرية.



وتشير إلى ظهور الحزب الوطني بصورة سيئة أمام جموع الشعب، مرددًا حججًا غير مقنعة لتحسين أحوال المواطنين، مؤكدة أن على المصريين البقاء في انتفاضة واعتصام؛ حتى يحدث التغيير لكي لا يضيع ما تم بالأمس في محافظات مصر هباءً على غرار صمود الشعب التونسي حتى وصوله للتغيير وتحقيق إرادته، مشددة على أن التعبير الشعبي أصبح أمرًا دوليًّا ولم يعد شأنًا داخليًّا.



وتتابع: لذلك على المتظاهرين الاستمرار، خاصة أن الحكومة المصرية لم تظهر حتى هذه اللحظة، سواء للدفاع عن نفسها، أو لتلبية رغبات المتظاهرين، ولم يقم خلال الأسبوع الماضي غير بمسكنات وليس علاج فعلي للمشاكل الاقتصادية والسياسية، ما زاد من إدانتهم أمام الشعب.



وتقول: علينا أن نتقبل بعض الخسائر كتضحية في سبيل التغيير والوصول إلى حكومة ونظام يرضيان الشعب.



أعتاب الحرية
الصورة غير متاحة

العميد محمود القطري

ومن جانبه يرى العميد محمود القطري، عميد الشرطة السابق، أن تعامل الشرطة مع المتظاهرين ظهر في مرحلتين: الأولى هي التعامل الراقي للشرطة في بداية اليوم، حيث بدأت الشرطة تؤمن بأحقية المواطنين في التعبير عن آرائهم، فضلاً عن اهتمام النظام المصري بتحسين صورته أمام العالم، لتجنب الضغوط الأمريكية والأوروبية لتحقيق المطالب الشعبية.



ويضيف: "أما المرحلة الثانية ظهرت في التعامل القمعي لرجال الشرطة من خلال فضّ المتظاهرين؛ حيث قامت بإطلاق الرصاص الحي والمطاط والقنابل المسيلة للدموع على المعتصمين في شتى أنحاء الجمهورية، وهو ما يؤكد أننا ما زلنا على أعتاب باب الحرية ولم ندخل بعد"

Islamedia - Media Informasi Islami: Melawan Kezaliman Sebaik-baik Jihad

Islamedia - Media Informasi Islami: Melawan Kezaliman Sebaik-baik Jihad

Islamedia - Media Informasi Islami: Husni Mubarak di Tuntut Mundur oleh Rakyat Mesir

Islamedia - Media Informasi Islami: Husni Mubarak di Tuntut Mundur oleh Rakyat Mesir

26 January 2011

DEMODAMAI

تعيش مصر الآن وسط العالم العربي والإسلامي أحداثًا كبيرةً ومهمةً؛ حيث تحرك الشعب المصري في القاهرة وفي مدن أخرى كثيرة للإعلان عن استنكاره وغضبه من ممارسات وتجاوزات النظام القائم، وقد كانت الحركة سلميةً وجادَّةً وفعالةً، وكان الشباب يتصدَّرون المشهد، وأعلن الجميع- وبكل وضوح وبإرادة حاسمة- ما يجب أن يكون في المرحلة المقبلة؛ من إصلاح واستقرار، وحرية وديمقراطية، لا تستقر بدونها الأوضاع في مصر.



والإخوان المسلمون- وهم يعيشون مع كل أبناء مصر هذه الأجواء ويشاركون في هذه الأحداث ويؤكدون مطالب الأمة- يتوجَّهون بالتحية والتقدير للشعب المصري على هذه الحركة الإيجابية السلمية المباركة، ويتقدمون بخالص العزاء لأسر الشهداء من المواطنين ورجال الشرطة الذين سقطوا في هذه الأحداث، ويدعون الله لهم بالقبول والمغفرة، ويدعون الله للمصابين بالشفاء العاجل.



ويؤكدون ما يلي:

1- أن حركة الشعب المصري التي بدأت يوم 25 يناير وكانت سلميةً وناضجةً ومتحضِّرةً؛ يجب أن تستمر هكذا ضد الفساد والقهر والظلم؛ حتى تتحقَّق مطالبه الإصلاحية المشروعة، وعلى رأسها حل مجلس الشعب المزور، وإجراء انتخابات حرة ونزيهة، وتحت إشراف قضائي كامل.



2- يجب على النظام في مصر أن ينزل على إرادة الناس ويسارع بإجراء الإصلاحات المطلوبة، وأن يتخلَّى عن سياسة العناد والتصدي لمطالب الشعب المشروعة، وأن يتخذ إجراءاتٍ فوريةً وجادَّةً وفاعلةً لتحقيق الإصلاح المنشود في كل المجالات، وألا يتعرض للمتظاهرين بسوء وأن يفرج فورًا عن كل المعتقلين في هذه الأحداث وما قبلها.



3- أن الإخوان المسلمين هيئة إسلامية جامعة، وأن أبناءها جميعًا من نسيج المجتمع المصري يشاركونه دائمًا أفراحه وأتراحه ويعيشون همومه، ويدعون أنفسهم وأبناءهم وإخوانهم في الوطن من المسلمين وغير المسلمين إلى التعاون على البر والتقوى، وإلى العمل على تحقيق العدل، وإلى إرساء قواعد الحق وتقديم مصلحة الأمة على كل المصالح الفردية والفئوية، ويهيبون في هذه الظروف بالجميع أن يكونوا على قلب رجل واحد، ضد الظلم والجور والفساد والتزوير، وبسلمية وجدية وواقعية، دون إضرار بالمؤسسات أو الممتلكات العامة والخاصة، ويصبرون على ذلك حتى تتحقَّق مطالب الشعب المشروعة.



ضرورة أن تتعاون جميع القوى السياسية والحزبية وتتوافق دائمًا على موقف وطني موحَّد في حركتها وريادتها وإدارتها للحركة الشعبية القائمة الآن؛ حتى يكونوا دائمًا عند ظن جماهير الشعب بهم ويتم تحقيق المطالب الشعبية جميعها

Islamedia - Media Informasi Islami: Banjir Besar Kembali Melanda Jedah

Islamedia - Media Informasi Islami: Banjir Besar Kembali Melanda Jedah

05 January 2011

Pengarumaksiat


Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan dosa, maka terbentuklah noda hitam dalam hatinya. Jika ia melepaskan dosa, istighfar dan taubat, bersihlah hatinya. Ketika mengulangi dosa lagi, bertambahlah noda hitamnya, sehingga menguasai hati. Itulah Roon (rona) yang disebutkan dalam Al-Qur’an, “Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (HR At-Tirmidzi).

Maksiat dan dosa mempunyai pengaruh yang sangat dahsyat dalam kehidupan umat manusia. Bahayanya bukan hanya berpengaruh di dunia tetapi sampai dibawa ke akhirat. Bukankah Nabi Adam a.s. dan istrinya Siti Hawwa dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke dunia karena dosa yang dilakukannya? Dan demikianlah juga yang terjadi pada umat-umat terdahulu.

Disebabkan karena dosa, penduduk dunia pada masa Nabi Nuh a.s. dihancurkan oleh banjir yang menutupi seluruh permukaan bumi. Karena maksiat, kaum ‘Aad diluluhlantakkan oleh angin puting beliung. Karena ingkar pada Allah, kaum Tsamud ditimpa oleh suara yang sangat keras memekakkan telinga sehingga memutuskan urat-urat jantung mereka dan mati bergelimpangan. Karena perbuatan keji kaum Luth, buminya dibolak-balikkan dan semua makhluk hancur, sampai malaikat mendengar lolongan anjing dari kejauhan. Kemudian diteruskan dengan hujan bebatuan dari langit yang melengkapi siksaan bagi mereka. Dan kaum yang lain akan mendapatkan siksaan yang serupa. Jika tidak terjadi di dunia, maka di akhirat akan lebih pedih lagi. (Al-An’am: 6)

Desember 2005 dunia juga baru menyaksikan musibah yang maha dahsyat terjadi di Asia: Tsunami menghancurkan ratusan ribu umat manusia. Terbesar menimpa Aceh. Semua itu harus menjadi pelajaran yang mendalam bagi seluruh umat manusia, bahwa Allah Maha Kuasa. Disebutkan dalam musnad Imam Ahmad dari hadits Ummu Salamah, Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Jika kemaksiatan sudah mendominasi umatku, maka Allah meratakan adzab dari sisi-Nya”. Saya berkata, “Wahai Rasulullah, bukankah di antara mereka ada orang-orang shalih?” Rasulullah menjawab,”Betul.” “Lalu bagaimana dengan mereka?” Rasul menjawab, “Mereka akan mendapat musibah sama dengan yang lain, kemudian mereka mendapatkan ampunan dan keridhaan Allah.”

Akar Kemaksiatan

Semua kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia, baik yang besar maupun yang kecil, bermuara pada tiga hal. Pertama; terikatnya hati pada selain Allah, kedua; mengikuti potensi marah, dan ketiga; mengikuti hasrat syahwat. Ketiganya adalah syirik, zhalim, dan keji. Puncak seseorang terikat pada selain Allah adalah syirik dan menyeru pada selain Allah. Puncak seseorang mengikuti amarah adalah membunuh; dan puncak seseorang menuruti syahwat adalah berzina. Demikianlah Allah swt. menggabungkan pada satu ayat tentang sifat ‘Ibadurrahman, ”Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).” (Al-Furqaan: 68)

Dan ciri khas kemaksiatan itu saling mengajak dan mendorong untuk melakukan kemaksiatan yang lain. Orang yang berzina maka zina itu dapat menyebabkan orang melakukan pembunuhan; dan pembunuhan dapat menyebabkan orang melakukan kemusyrikan. Dan para pembuat kemaksiatan saling membantu untuk mempertahankan kemaksiatannya. Setan tidak akan pernah diam untuk menjerumuskan manusia untuk melakukan dosa dan kemaksiatan. Setan senantiasa mengupayakan tempat-tempat yang kondusif untuk menjadi sarang kemaksiatan.

Oleh karena itu agar terhindar dari jebakan kemaksiatan, manusia harus melakukan lawan dari ketiganya, yaitu: pertama; menguatkan keimanan dan hubungan hati dengan Allah swt. dengan senantiasa mengikhlaskan segala amal perbuatan hanya karena Allah. Kedua; mengendalikan rasa marah, karena marah merupakan pangkal sumber dari kezhaliman yang dilakukan oleh manusia. Dan ketiga; menahan diri dari syahwat yang menggoda manusia sehingga tidak jatuh pada perbuatan zina.

Pengaruh Maksiat

Seluruh manusia mengakui bahwa kesalahan yang terkait dengan hubungan antar manusia di dunia secara umum dapat mengakibatkan kerusakan secara langsung. Orang-orang yang membabat hutan hingga gundul akan menyebabkan kerusakan lingkungan, longsor, dan kebanjiran. Sopir yang mengendalikan mobilnya secara ugal-ugalan dan melintasi rel kereta yang dilalui kereta, berakibat sangat parah, ditabrak oleh kereta. Orang yang membunuh orang tanpa hak, maka dia akan senantiasa dalam kegelisahan dan penderitaan. Orang yang senantiasa bohong, hidupnya tidak akan merasa tenang.

Dan pada dasarnya pengaruh kesalahan, dosa, dan kemaksiatan bukan saja yang terkait antar sesama manusia, tetapi antara manusia dengan Allah. Siapakah orang yang paling zhalim, ketika mereka diberi rezki oleh Allah dan hidup di bumi Allah kemudian menyekutukan Allah, tidak mentaati perintah-Nya, dan melanggar larangan-Nya. Jika kesalahan yang dibuat antar sesama manusia akan menimbulkan bahaya, maka kesalahan akibat tidak melaksanakan perintah Allah atau melanggar larangan-Nya, maka akan lebih berbahaya lagi, di dunia sengsara dan di akhirat disiksa. “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”

Beberapa pengaruh maksiat diantaranya:

1. Lalai dan keras hati

Al-Qur’an menyebut bahwa orang-orang yang bermaksiat hatinya keras membatu. “Karena mereka melanggar janjinya, kami kutuki mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka Telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Ma-idah: 13)
Berkata Ibnu Mas’ud r.a., “Saya menyakini bahwa seseorang lupa pada ilmu yang sudah dikuasainya, karena dosa yang dilakukan.”

Orang yang banyak berbuat dosa, hatinya keras, tidak sensitif, dan susah diingatkan. Itu suatu musibah besar. Bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa orang yang senantiasa berbuat dosa, hatinya akan dikunci mati, sehingga keimanan tidak dapat masuk, dan kekufuran tidak dapat keluar.

2. Terhalang dari ilmu dari rezeki

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba diharamkan mendapat rezeki karena dosa yang dilakukannya” (HR Ibnu Majah dan Hakim)

Berkata Imam As-Syafi’i, “Saya mengadu pada Waqi’i tentang buruknya hafalanku. Beliau menasihatiku agar meninggalkan maksiat. Dan memberitahuku bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat.”

Orang yang banyak melakukan dosa waktunya banyak dihabiskan untuk hal-hal yang sepele dan tidak berguna. Tidak untuk mencari ilmu yang bermanfaat, tidak juga untuk mendapatkan nafkah yang halal. Banyak manusia yang masuk dalam model ini. Banyak yang menghabiskan waktunya di meja judi dengan menikmati minuman haram dan disampingnya para wanita murahan yang tidak punya rasa malu. Sebagian yang lain asyik dengan hobinya. Ada yang hobi memelihara burung atau binatang piaraan yang lain. Sebagian lain, ada yang hobi mengumpulkan barang antik meski harus mengeluarkan biaya tak sedikit. Sebagian yang lain hobi belanja atau sibuk bolak-balik ke salon kecantikan. Seperti itulah kualitas hidup mereka.

3. Kematian hati dan kegelapan di wajah

Berkata Abdullah bin Al-Mubarak, “Saya melihat dosa-dosa itu mematikan hati dan mewariskan kehinaan bagi para pelakunya. Meninggalkan dosa-dosa menyebabkan hidupnya hati. Sebaik-baiknya bagi dirimu meninggalkannya. Bukankah yang menghancurkan agama itu tidak lain para penguasa dan ahli agama yang jahat dan para rahib.”

Sungguh suatu musibah besar jika hati seseorang itu mati disebabkan karena dosa-dosa yang dilakukannya. Dan perangkap dosa yang dikejar oleh mayoritas manusia adalah harta dan kekuasaan. Mereka mengejar harta dan kekuasaan seperti laron masuk ke kobaran api unggun.

Tanda seorang bergelimangan dosa terlihat di wajahnya. Wajah orang-orang yang jauh dari air wudhu dan cahaya Al-Qur’an adalah gelap tidak enak dipandang.

4. Terhalang dari penerapan hukum Allah

Penerapan hukum Allah berupa syariat Islam di muka bumi adalah rahmat dan karunia Allah dan memberikan keberkahan bagi penduduknya. Ketika masyarakat banyak yang melakukan kemaksiatan, maka mereka akan terhalang dari rahmat Islam tersebut. (Lihat Al-Maa-idah: 49 dan Al-A’raaf: 96)

5. Hilangnya nikmat Allah dan potensi kekuatan

Di antara nikmat yang paling besar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya adalah pertolongan dan kemenangan. Sejarah telah membuktikan bahwa pertolongan Allah dan kemenangan-Nya diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang taat. Sebaliknya, kekalahan dan kehancuran disebabkan karena maksiat dan ketidaktaatan.

Kisah Perang Uhud harus menjadi pelajaran bagi orang-orang beriman. Ketika sebagian pasukan perang sibuk mengejar harta rampasan dan begitu juga pasukan pemanah turun gunung ikut memperebutkan harta rampasan. maka terjadilah musibah luar biasa. Korban berjatuhan di kalangan umat Islam. Rasulullah saw. pun berdarah-darah.

Kisah penghancuran Kota Baghdad oleh pasukan Tartar juga terjadi karena umat Islam bergelimang kemaksiatan. Khilafah Islam pun runtuh, selain dari faktor adanya konspirasi internasional yang melibatkan Inggris, Amerika Serikat, dan Israel, karena umat Islam berpecah belah dan kemaksiatan yang mereka lakukan.

Umar bin Khattab berwasiat ketika melepas tentara perang: ”Dosa yang dilakukan tentara (Islam) lebih aku takuti dari musuh mereka. Sesungguhnya umat Islam dimenangkan karena maksiat musuh mereka kepada Allah. Kalau tidak demikian kita tidak mempunyai kekuatan, karena jumlah kita tidak sepadan dengan jumlah mereka, perlengkapan kita tidak sepadan dengan perlengkapan mereka. Jika kita sama dalam berbuat maksiat, maka mereka lebih memiliki kekuatan. Jika kita tidak dimenangkan dengan keutamaan kita, maka kita tidak dapat mengalahkan mereka dengan kekuatan kita.”

Oleh karena itu umat Islam dan para pemimpinnya harus berhati-hati dari jebakan-jebakan cinta dunia dan ambisi kekuasaan. Jauhi segala harta yang meragukan apalagi yang jelas haramnya. Karena harta yang syubhat dan meragukan, tidak akan membawa keberkahan dan akan menimbulkan perpecahan serta fitnah. Kemaksiatan yang dilakukan oleh individu, keluarga, dan masyarakat akan menimbulkan hilangnya nikmat yang telah diraih dan akan diraih. Dan melemahkan segala potensi kekuatan

Ruhiyah


Ada satu hal yang paling berkesan dalam diri saya saat membaca kitab Tafsir– banyak hal yang sangat berkesan dalam diri saya- yaitu saat Ibn Taimiyah mengulas firman Allah Taala:
وَمِنَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُواْ حَظّاً مِّمَّا ذُكِّرُواْ بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَ...اء إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللّهُ بِمَا كَانُواْ يَصْنَعُونَ

Dan di antara orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya kami Ini orang-orang Nasrani”, ada yang Telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka Telah diberi peringatan dengannya; Maka kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan. (Al-Maidah: 14)

Ada beberapa hal yang paling menarik bagi saya dari penjelasan Ibnu Taimiyyah ini:

Pertama:

Saat Ibn Taimiyyah –rahimahullah- mengaitkan antara dua hal, yaitu:

1. Nasû hazhzhan mimma dzukkirû bih (mereka melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya).

2. Faaghrainâ bainahum al-’adâwata wa al-baghdhâ-a ilâ yaum al-qiyâmah (Maka kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat).

Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa dua hal di atas merupakan hubungan sebab akibat, dalam arti, karena hal yang pertama terjadi, maka hal yang kedua terwujud. Atau dengan bahasa lain: sebab hal pertama terjadi, akibatnya hal kedua terjadi pula. Jelasnya: karena mereka melupakan sebagian dari peringatan Allah SWT, maka, Allah SWT menghukum mereka dalam bentuk munculnya permusuhan dan saling benci di antara sesama mereka sampai hari kiamat.

Kedua:

Beliau menjelaskan bahwa hubungan sebab akibat ini bukan hanya berlaku bagi orang-orang Nashrani, akan tetapi, hal ini merupakan sunnatullâh yang berlaku bagi umat Islam juga. Artinya: jika umat Islam juga melalaikan sebagian dari apa yang Allah SWT peringatkan kepada mereka, maka, na’udzu billâh min dzâlik, umat Islam ini pun akan “dihukum” dengan munculnya permusuhan dan saling benci di antara sesama mereka.

Ketiga:

Penyebab datangnya “hukuman” dalam bentuk permusuhan dan saling benci, “hanyalah” karena mereka melupakan SEBAGIAN dari apa yang Allah SWT peringatkan kepada mereka. Kita pun bertanya-tanya dengan penuh rasa takut dan ngeri: “BAGAIMANA KALAU YANG KITA LUPAKAN ADALAH SEBAGIAN BESAR” apa lagi kalau sampai SELURUH YANG ALLAH SWT PERINGATKAN kepada kita.

Dalam pandangan saya, hal ini sangat terkait dengan firman Allah SWT pada ayat lain:
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (As-Syûrâ: 30).

Tafsir singkatnya: bahwa berbagai musibah terjadi dikarenakan perbuatan kita, dan sebenarnya banyak hal yang Allah SWT memaafkan kita, jika setiap kesalahan Allah SWT hukum kita dengan musibah, habislah kita dari dahulu. Lâ haula walâ quwwata illâ billâh.

Keempat:

Ibn Taimiyah menjelaskan bahwa yang dimaksud SEBAGIAN DARI APA YANG ALLAH SWT PERINGATKAN DENGANNYA adalah: tark al-’amal bi ba’dhi mâ umirû bihi (tidak mengamalkan sebagian perintah Allah SWT) [Majmû' Fatâwa, juz 1, hal. 14].

Ikhwati fillah …

Setelah kita melakukan jaulah Qur’âniyah bersama Ibn Taimiyah ini, marilah kita mengambil beberapa pelajaran terkait dengan kehidupan dakwah kita, yaitu:

1. Betapa penting syumuliyah al-Islâm dalam dakwah, baik dalam tataran ma’rifî (teori, pemahaman, konsep), maupun ‘amali (pengamalan, penerapan, praktek). Terkait dengan hal ini, kita berkewajiban untuk memancang ajaran Allah SWT, ajaran Islam, sebagai satu kesatuan yang tidak boleh dipisah-pisahkan dan dipilah-pilah.

2. Bahwa, jika kita meninggalkan sebagian dari yang diperintahkan Allah SWT, maka, perbuatan kita yang meninggalkan sebagian dari yang diperintahkan Allah SWT ini akan berakibat bagi kedatangan “adzab” Allah SWT, di antaranya adalah al-a’dâ’ (permusuhan) dan al-baghdhâ’ (saling benci membenci), dengan bahasa lain, tidak ada lagi ta’lîf al-qulûb (keterpautan dan kesatuan hati) dan seterusnya.

3. Bahwa yang terpenting dari “sebagian perintah Allah SWT” ini adalah aspek keimanan dan amal shalih (ruhâniyyât, spiritualitas), sebab, ada sunnatullâh yang lain yang menyatakan bahwa komitmen dengan keimanan dan amal shalih akan berakibat bagi kemunculan al-wuddu (kecintaan) di antara sesama. Hal ini berdasar pada firman Allah SWT:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدّاً

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (Maryam: 96)

Hal ini, dalam pandangan penulis, juga terkait dengan istilah: mimmâ dzukkrirû bihî , kata dzukkirû ini sangat terkait dengan kata al-dzikr yang berarti kitabullâh, dan bagi umat Islam, kitabullâh ini berarti Al-Qur’ân Al-Karîm. Sandaran penulis dalam hal ini adalah pendapat Qatâdah –rahimahullâh- sebagaimana dikutip oleh Ibn Jarîr al-Thabarî [Jâmi' al-Bayân fî Ta'wîl Al-Qur'ân, juz 10, hal. 135].

4. Hal-hal di atas berlaku umum, dalam arti, semua kaum muslimin hendaklah memperhatikan sunnatullâh ini. Tuntutan untuk komitmen dengan hal ini semakin menguat bagi mereka yang menjadi teladan dan panutan umat, misalnya: guru, murabbi, naqîb, imam, pemimpin dan semacamnya. Hal ini dapat kita pahami dari munâsabah (kesesuaian dan keterkaitan) ayat ini (Q.S. Al-Mâidah: 14) dengan Q.S. Al-Mâidah: 12 yang berbicara tentang para nuqabâ’. Oleh karena ini, mas-uliyyah (tanggung jawab) para guru, murabbi, nuqaba’ dan qiyadah dalam hal ini (komitmen dengan mimmâ dzukkirû bihî) sangatlah besar.

Semoga Allah SWT memberikan taufiq, hidayah dan kekuatan kepada kita untuk dapat komitmen dengan perintah Allah SWT ini, amiiin.

DAKWAH


Aswrb
Wahai Saudaraku yang dikasihi Allah.

Perjalanan dakwah yang kita lalui ini bukanlah perjalanan yang banyak ditaburi kegemerlapan dan kesenangan. Ia merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan rintangan berat.

Telah banyak sejarah orang-orang terdahulu sebelum kita yang merasakan manis getirnya perjalanan dakwah ini. Ada yang disiksa, ada pula yang harus berpisah kaum kerabatnya. Ada pula yang diusir dari kampung halamannya. Dan sederetan kisah perjuangan lainnya yang telah mengukir bukti dari pengorbanannya dalam jalan dakwah ini. Mereka telah merasakan dan sekaligus membuktikan cinta dan kesetiaan terhadap dakwah.

Cobalah kita tengok kisah Dzatur Riqa’ yang dialami sahabat Abu Musa Al Asy’ari dan para sahabat lainnya –semoga Allah swt. meridhai mereka. Mereka telah merasakannya hingga kaki-kaki mereka robek dan kuku tercopot. Namun mereka tetap mengarungi perjalanan itu tanpa mengeluh sedikitpun. Bahkan, mereka malu untuk menceritakannya karena keikhlasan dalam perjuangan ini. Keikhlasan membuat mereka gigih dalam pengorbanan dan menjadi tinta emas sejarah umat dakwah ini. Buat selamanya.

Pengorbanan yang telah mereka berikan dalam perjalanan dakwah ini menjadi suri teladan bagi kita sekalian. Karena kontribusi yang telah mereka sumbangkan untuk dakwah ini tumbuh bersemi. Dan, kita pun dapat memanen hasilnya dengan gemilang. Kawasan Islam telah tersebar ke seluruh pelosok dunia. Umat Islam telah mengalami populasi dalam jumlah besar. Semua itu karunia yang Allah swt. berikan melalui kesungguhan dan kesetiaan para pendahulu dakwah ini. Semoga Allah meridhai mereka.

Duhai saudaraku yang dirahmati Allah swt.

Renungkanlah pengalaman mereka sebagaimana yang difirmankan Allah swt. dalam surat At-Taubah: 42.

Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu. Tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka, mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, “Jika kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu.” Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

Mereka juga telah melihat siapa-siapa yang dapat bertahan dalam mengarungi perjalanan yang berat itu. Hanya kesetiaanlah yang dapat mengokohkan perjalanan dakwah ini. Kesetiaan yang menjadikan pemiliknya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian. Menjadikan mereka optimis menghadapi kesulitan dan siap berkorban untuk meraih kesuksesan. Kesetiaan yang menghantarkan jiwa-jiwa patriotik untuk berada pada barisan terdepan dalam perjuangan ini. Kesetiaan yang membuat pelakunya berbahagia dan sangat menikmati beban hidupnya. Setia dalam kesempitan dan kesukaran. Demikian pula setia dalam kelapangan dan kemudahan.

Saudaraku seperjuangan yang dikasihi Allah swt.

Sebaliknya orang-orang yang rentan jiwanya dalam perjuangan ini tidak akan dapat bertahan lama. Mereka mengeluh atas beratnya perjalanan yang mereka tempuh. Mereka pun menolak untuk menunaikannya dengan berbagai macam alasan agar mereka diizinkan untuk tidak ikut. Mereka pun berat hati berada dalam perjuangan ini dan akhirnya berguguran satu per satu sebelum mereka sampai pada tujuan perjuangan.

Penyakit wahan telah menyerang mental mereka yang rapuh sehingga mereka tidak dapat menerima kenyataan pahit sebagai risiko dan sunnah dakwah ini. Malah mereka menggugatnya lantaran anggapan mereka bahwa perjuangan dakwah tidaklah harus mengalami kesulitan.

Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya. Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (At-Taubah: 45-46)

Kesetiaan yang ada pada mereka merupakan indikasi kuat daya tahannya yang tangguh dalam dakwah ini. Sikap ini membuat mereka stand by menjalankan tugas yang terpikul di pundaknya. Mereka pun dapat menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Bila ditugaskan sebagai prajurit terdepan dengan segala akibat yang akan dihadapinya, ia senantiasa berada pada posnya tanpa ingin meninggalkannya sekejap pun. Atau bila ditempatkan pada bagian belakang, ia akan berada pada tempatnya tanpa berpindah-pindah. Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah saw. dalam beberapa riwayat tentang prajurit yang baik.

Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah.

Marilah kita telusuri perjalanan dakwah Abdul Fattah Abu Ismail, salah seorang murid Imam Hasan Al Banna yang selalu menjalankan tugas dakwahnya tanpa keluhan sedikitpun. Dialah yang disebutkan Hasan Al Banna orang yang sepulang dari tempatnya bekerja sudah berada di kota lain untuk memberikan ceramah kemudian berpindah tempat lagi untuk mengisi pengajian dari waktu ke waktu secara maraton. Ia selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain untuk menunaikan amanah dakwah. Sesudah menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya, ia merupakan orang yang pertama kali datang ke tempatnya bekerja. Malah, ia yang membukakan pintu gerbangnya.

Pernah ia mengalami keletihan hingga tertidur di sofa rumah Zainab Al-Ghazali. Melihat kondisi tubuhnya yang lelah dan penat itu, tuan rumah membiarkan tamunya tertidur sampai bangun. Setelah menyampaikan amanah untuk Zainab Al Ghazali, Abdul Fattah Abu Ismail pamit untuk ke kota lainnya. Karena keletihan yang dialaminya, Zainab Al Ghazali memberikan ongkos untuk naik taksi. Abdul Fattah Abu Ismail mengembalikannya sambil mengatakan, “Dakwah ini tidak akan dapat dipikul oleh orang-orang yang manja.” Zainab pun menjawab, “Saya sering ke mana-mana dengan taksi dan mobil-mobil mewah, tapi saya tetap dapat memikul dakwah ini dan saya pun tidak menjadi orang yang manja terhadap dakwah. Karena itu, pakailah ongkos ini, tubuhmu letih dan engkau memerlukan istirahat sejenak.” Ia pun menjawab, “Berbahagialah ibu. Ibu telah berhasil menghadapi ujian Allah swt. berupa kenikmatan-kenikmatan itu. Namun, saya khawatir saya tidak dapat menghadapinya sebagaimana sikap ibu. Terima kasih atas kebaikan ibu. Biarlah saya naik kendaraan umum saja.”

Duhai saudaraku yang dimuliakan Allah swt.

Itulah contoh orang yang telah membuktikan kesetiaannya pada dakwah lantaran keyakinannya terhadap janji-janji Allah swt. Janji yang tidak akan pernah dipungkiri sedikit pun. Allah swt. telah banyak memberikan janji-Nya pada orang-orang yang beriman yang setia pada jalan dakwah berupa berbagai anugerah-Nya. Sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an.

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)- mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Anfal: 29)

Dengan janji Allah swt. tersebut, orang-orang beriman tetap bertahan mengarungi jalan dakwah ini. Dan mereka pun tahu bahwa perjuangan yang berat itu sebagai kunci untuk mendapatkannya. Semakin berat perjuangan ini semakin besar janji yang diberikan Allah swt. kepadanya. Kesetiaan yang bersemayam dalam diri mereka itulah yang membuat mereka tidak akan pernah menyalahi janji-Nya. Dan, mereka pun tidak akan pernah mau merubah janji kepada-Nya.

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya). (Al Ahzab: 23)

Wahai ikhwah kekasih Allah swt.

Pernah seorang pejuang Palestina yang telah berlama-lama meninggalkan kampung halaman dan keluarganya untuk membuat mencari dukungan dunia dan dana diwawancarai. “Apa yang membuat Anda dapat berlama-lama meninggalkan keluarga dan kampung halaman?” Jawabnya, karena perjuangan. Dan, dengan perjuangan itu kemuliaan hidup mereka lebih berarti untuk masa depan bangsa dan tanah airnya. “Kalau bukan karena dakwah dan perjuangan, kami pun mungkin tidak akan dapat bertahan,” ungkapnya lirih.

Wahai saudaraku seiman dan seperjuangan

Aktivis dakwah sangat menyakini bahwa kesabaran yang ada pada dirinyalah yang membuat mereka kuat menghadapi berbagai rintangan dakwah. Bila dibandingkan apa yang kita lakukan serta yang kita dapatkan sebagai risiko perjuangan di hari ini dengan keadaan orang-orang terdahulu dalam perjalanan dakwah ini, belumlah seberapa. Pengorbanan kita di hari ini masih sebatas pengorbanan waktu untuk dakwah. Pengorbanan tenaga dalam amal khairiyah untuk kepentingan dakwah. Pengorbanan sebagian kecil dari harta kita yang banyak. Dan bentuk pengorbanan ecek-ecek lainnya yang telah kita lakukan. Coba lihatlah pengorbanan orang-orang terdahulu, ada yang disisir dengan sisir besi, ada yang digergaji, ada yang diikat dengan empat ekor kuda yang berlawanan arah, lalu kuda itu dipukul untuk lari sekencang-kencangnya hingga robeklah orang itu. Ada pula yang dibakar dengan tungku yang berisi minyak panas. Mereka dapat menerima resiko karena kesabaran yang ada pada dirinya.

Kesabaran adalah kuda-kuda pertahanan orang-orang beriman dalam meniti perjalanan ini. Bekal kesabaran mereka tidak pernah berkurang sedikit pun karena keikhlasan dan kesetiaan mereka pada Allah swt.

Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (Ali Imran: 146)

Bila kita memandang kehidupan generasi pilihan, kita akan temukan kisah-kisah brilian yang telah menyuburkan dakwah ini. Muncullah pertanyaan besar yang harus kita tujukan pada diri kita saat ini. Apakah kita dapat menyemai dakwah ini menjadi subur dengan perjuangan yang kita lakukan sekarang ini ataukah kita akan menjadi generasi yang hilang dalam sejarah dakwah ini.

Ingat, dakwah ini tidak akan pernah dapat dipikul oleh orang-orang yang manja. Militansi aktivis dakah merupakan kendaraan yang akan menghantarkan kepada kesuksesan. Semoga Allah menghimpun kita dalam kebaikan. Wallahu’alam